POLIGAMI

POLIGAMI
28


__ADS_3

pagi itu darmawan sudah bersipa untuk berangkat ke kantor menyelesaikan urusan yg belum selesai dan sore nya akan bertemu dengan papa Vera .


" Lin pangilakan pak Iwan " pinta Darmawan .


sekretarisnya pun berlalau meninggalkan ruangan Darmawan .


tidak lama pak Iwan muncul ,


" pak untuk sementara ini yg urus semua pekerjaan di kantor akan saya serahkan kepada bapak , " jelas Darmawan yg hanay memandang ke arah jendela .


" baik pak " ucap pak Iwan .


" pak menurut bapak saya haru bagai mana " ucap Darmawan yg mulai prustasi .


" pak , saya tidak pantas memberi nasihat untuk bapak dalam situasi seperti ini saya hanay berharap yg terbaik untuk non Laila dia sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri , saya rasa non Laila merasa di rugikan dalam hal ini kalau menurut saya lebih baik bapak lepaskan non Laila biar dia memilih jalannya sendiri , selam ini saya salut terhadap dirinya wanita muda yg bertanggung jawab , menanggung beban sendiri di dalam masa sulitnya dia berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain , " jelas pak Iwan .


" iya pak saya juga berfikir seperti itu , tapi situasi ini membuat saya binggung Vera terlalau keras kepala " jelas Darmawan .


tidak lama terdengar ponsel Darmawan berdering keras tampak di layar ponselnya wajah Dafa


Darmawan langsung mengangkatnya dan berbicara meninggalkan pak Iwan yg sedang berdiri .


" iya sayang papa akan datang tapi papa masih sibuk tunggu ya nanati kita akan bertemu " ucap Darmawan .


" iya pa janji ya " ucap Dafa .


" iya janji , sudah dulu papa ada urusan " Darmawan menutup ponselnya .


melihat ke arah pak Iwan yg sudah duduk santai di sofa .


" pak , sore ini saya akan bertemu dengan papanya Vera , tolong selesaikan urusan yg ada " ucap Darmawan menyerahkan bebrapa berkas ke pada pak Iwan .


setelah mandi Darmawan bersiap menuju ke rumah mertuanya .


setelah makan malam tanpa instruksi Darmawan mengikuti hadi di belakang menuju ruang kerjanya .


Hadi duduk di kursinya sedangkan Darmawan duduk di sofa sambil menunggu Hadi memulai berbicara .


" kamu tau Aku paling tidak suka melihat Vera mengis " jelas Hadi dengan nada dingin .


" saya tau pa " ucap Darmawan singkat .


" jadi apa keputusan mu " ucap jadi tanpa basa basi .


Darmawan hanay diam entah apa yg harus di ucapkan karena tidak ingin salah mengambil keputusan .


" dengar kamau tau Vera orangnya keras kepala , untuk saat ini papa akan memberi kamau ke bebasan untuk mebuat keputusan " jelas Hadi lagi .

__ADS_1


" sebenarnya saya memilih Vera tapai Vera bersikeras untuk mengikuti kemauannya , saya juga sudah menjelaskannya " jelas Darmawan .


" baik sekarang saya ingin dengar keputusan mu " ucap Hadi singkat .


" saya akan menceraikan Laila dan kembalai dengan Vera , " ucap Darmawan tegas .


" kalau itu keputusan mu silahkan , aku tidak ingin kejadian ini terulang tapi apa menurut mu vera akan kembali ke pada mu " tanya jadi .


" saya akan berusaha untuk memberi penjelasan kepada Vera " jawab Darmawan.


" memberi penjelasan , bukanya selama ini kamau sudah menjelaskanya , tapi apa hasilnya Vera tetap tidak mempercayai kamu kan " jelas Hadi memojokkan Darmawan .


Darmawan berkata dalam hati benar dia sudah berusaha menjelaskan semua tapai Vera tidak akan pernah mendengarnya malah menuduhnya


" saya rasa kamu harus mengikuti keinginan Vera " ucap Hadi lagi.


" tapi kalau saya mengikuti ke ingina Vera dia akan menerima saya , dan anak anak akan bebas bertemu dengan saya " ucap Darmawan .


" kita lihat saja nanati ," ucap Hadi .


" tapai apa papa menjamin Vera akan menerima saya , atau lebih baik saya menceraikan Vera dan menerima Laila sebagai istri saya, lebih baik seperti itu dari pada saya harus kembalai bersama Vera tapi dia mengacuh kan saya ." jelas Darmawan .


Hadi berfikir sejenak ,


" apa Vera mau di ceraikan " tanya Hedi .


" Vera tidak ingin di ceraikan , itu sudah ke putusanya " ucap darmawan .


Darmawan terdiam dengan keputusan mertuanya .


" sayang panggilkan Vera " ucap mertuanya menutup telponnya .


tidak lama Vera masuk dan duduk di samping Darmawan , tanpa menoleh .


" Vera papa mau dengar penjelasan mu " ucap Hadi menarik napas panjang melihat putrinya dengan wajah marah .


" penjelasan apa lagi pa , saya sudah capek " ucap Vera .


" dengar apa perlu papa buka aib mu " ucap Hadi menekan Vera .


mendengar itu Darmawan melihat ke arah Vera .


" apa maksud papa " jawab Vera gugup .


" sayang janagn berbohong dengan papa , papa tau semua nya meskipun kamau menutupinya " ucap Hadi .


" tunggu maksud papa apa , sayang apa yg di ketahui oleh papa " tanya darmawan.

__ADS_1


" tidak ada , papa hanay mengertaku " ucap Vera berusa menutupi ke gugupanya .


ada ke curigaan dari tatapan Darmawan melihat Vera rasa penasaran membuat Darmawan mulai paham akan ke kukuhkan Vera untuk menikahkannya dengan Laila dan memaksanya menuruti ucapan Vera .


" tolong jelaskan ada apa sebenarnya " ucap Darmawan yg mulai curiga.


" Vera apa perlu papa yg menjelaskanya pada Darmawan ," ucap Hadi yg duduk bersandar di kursinya .


" ehhh, biar Vera saja pa " ucap Vera menunduk .


" maaf ," kata yg keluar dari mulut Vera sambil tertunduk dan mengis .


" apa , " Darmawan mendekati Vera dan memengam bahunya.


" selama ini Aku yg salah " ucap Vera lagi .


" tolong jelaskan , apa maksudnya " ucap Darmawan mulai geram .


Vera hanay mengis tersedu menundukkan kepalanya .


" baik maaf kan Vera wan , tolong biar Akau saja yg menjelaskany , selama ini Vera lah yg bermain di belakang mu , " ucap Hadi .


" apa ," Darmawan tercekak menahan emosinya memegang erat pundak Vera yg tertunduk .


" maaf kan aku " ucap Vera lirih .


" jadi sekarang papa ingin tau ke putusan mu wan " ucap Hadi bangkit dari tempat duduknya berjalan mendekati Vera yg menangis .


Darmawan menahan sesak di dadanya selama ini dia merasa dia lah yg bersalah mengkhianati Vera berusaha memutuskan jalan terbaik supaya dia bisa kembalai dengan Vera dan anak ankanya , tapi ternyata Vera menyembunyikan sesuatu darinya .


Darmawan kembalai duduk dan mengupayakan badanya dengan lunglai tertunduk mengusap wajahnya .


" sayang maaf kan Akau , aku tau Aku salah " Vera memeluk Darmawan bersujud di pangkuannya menagis tersedu.


Darmawan menatap sendu ke arah Vera yg menangis .


" sekarang kamau mau tau ke putusan ku " ucap Darmawan pelan .


Vera hanay menggelengkan kepalanya menatap penuh permohonan dengan air mata yg membasahi pipi putinya .


" baik Aku akan ikut kemawan mu untuk tetap menikahi Laila , " ucap Darmawan pelan .


" tapi " ucap Vera tertahan .


" Vera yg memulai kamau dan kamau harus terima apa ke putusan Darmawan , inggat meskipun kamu anak papa , papa tidak akan memihak pada siapa yg salah , sekarang kamau tidak berhak melarang Darmawan menemui anak anaknya " ucap Hadi tegas .


"tapi pa , Vera tidak ingin ada wanita lain " jawab Vera .

__ADS_1


" tapi kenapa kamau memaksanya menikah , terima atau biarkan Darmawan mengambil keputusan lain ,


papa tau semua ceritanya , vera kamau yg menyetujui pernikahan Darmawan dan kamau juga menandatangani surat persetujuan itu dan sekarang terima atas apa yg kamau putuskan " ucap Hadi .


__ADS_2