
di ruang tengah Hanay bi Inah dan Darmawan yg asik bercerita sedangkan Laila Hanay mendengarkan saja sambil menonton acara tv .
" pak Darmawan , baik baik saja " tanay bi Inah yg melihat Darmawan agak gelisah .
" cuma pusing bi " jawab darmanwan.
" oh " jawab bi Inah yg agak kawatir melihat Darmawan yg pucat namapak keringat membasahi dahinya .
" pak daemawan tidak apa apa " tanya bi inh lagi , Darmawan tidak menjawab dia Hanay memejamkan mata nya sambil menahan sakit .
" non " bi Inah memnaggil Laila .
Laila melihat ke arah bi Inah yg tampak kawatir sambil memegang bahu Darmawan
sambil mendekat Laila ,
" kenapa " tanya Laila .
" katanay pusing " jawab bi Inah .
Laila menaruh telapak tanganya di dahi darmawan ,
" panas , bi tolong ambil air " ucap Laila dengan cepat mengelap dahi darmawan yg penuh dengan keringat dengan tanganya .
bi Inah yg terlihat panaik berlari ke dapur mengambil air .
sedangkan Laila merebahkan Darmawan di sandaran sofa membuka satu kancing baju bagian atas .
setelah BI Inah tiba Laila langusung mengompres dan mengelap bagian atas badanya dengan handuk kering .
melihat Darmawan yg mulai mengigil Laila panik meraba tangan Darmawan yg sangat dingin .
" bi kita ke dokter , tolong ambilkan kunci mobil " ucap Laila
" pake mobil ku saja " ucap Darmawan bergetar.
" mana kuncinya " tanya Laila .
Darmawan memeiringkan badanya mencoba mengambil kunci yg ada di saku celana depan .
" sini biar Akau saja " ucap Laila memasukan tanganya ke dalam kantong celana Darmawan .
" bi ayo banatu " ucap Laila setelah mendapatkan kunci mobil membopong Darmawan dengan merangkul pinggang Darmawan membantunya berdiri .
" bi tutup pintu " ucap Laila
" iya non hati hati " ucap bi Inah
dengan cepat Laila melajukan kendaranya ke klinik terdekat untuk memeriksa kan Darmawan , setelah selesai mendaftar Laila menemani darmawan untuk di periksa oleh dokter , setelah itu menebus obat dan pulang.
" bi pak Darmawan biar tidur di kamar saya saja " ucap Laila yg merangkul Darmawan membantunya untuk merebahkan diri di tempat tidur sambik menutupi dengan selimut karena Darmawan telihat kedinginan dengan tangan dan kaki begitu dingin tapi kepala nya panas .
" non ini saya sudah bikin kan bubur " ucap bi Inah menyodorkan mangkuk bubur hanagat .
" ayo bangun dulu " ucap laial mengangkat kepala Darmawan menumpuk bantal di bagian kepala agar bisa bersandar .
Laila dengan telaten menyuapi darmawan setelah itu meminum obat dan membantu Darmawan merebahkan diri untuk beristirahat .
Darmawan pun terlelap di tinggal oleh Laila ke luar kamar .
" non biar tidur di kamar bibi saja " ucap bi Inah .
" enggak Bu di sini saja , lagian badanya masih panas perlu di kompres " ucap liala .
" oh ya sudah kalau ada apa apa banguni bibi ya " ucap bi inah .
" iya bi " ucap Laila .
malam itu laial tidak bisa tidur mengjaga Darmawan yg masih mengigil dan Menganti komores sambil memantau panasnya .
Laila memandang wajah Darmawan dengan lekat melihat wajah tampan yg terlihat pucat sekali kali dia bergerak dan berbicara tanpa sadar, Laila membenarkan selimut yg tidak beraturan menatap lekat wajah yg ada di depanya yg tertidur pulas baru kali itu Laila melihat lebih dekat dan jelas sosok pria yg selalu membuatnya kerepotan dan naik darah , wajah yg sangat tampan ucap Laila dalam hati , Sambil mengamati kompres yg sudah mulai mengering .
sudah larut malam Laila belum memejamkan matanya duduk di samping Darmawan padahal matanya sudah terasa berat Laila menempelkan tanganay di dahi darmawan merasakan panasnya , ternyata sudah turun ucap Laila dalam hati ..
Laila menaruh kepalanya di samping Darmawan dengan posisi masih duduk dengan kepala yg berada di samping lengan darmawan yg sedang tertidur terlentang Laila memejamkan matanya dan tertidur lelap .
tanpa sengaja Darmawan bergerak dengan posisi tidur miring menghadap Laila dengan kepala Laila yg pas berada di wajah darmawan . karena rambut Laila yg terurai membuat Darmawan merasa tertanggu di membuka matanay perlahan melihat Laila yg tertidur lelap dengan posisi duduk ,
Darmawan tersenyum menyibak rambut Laila menatap wajah Laila yg begitu manis , Darmawan mencuim lebut pipi Laila dengan perlahan .
" maaf , dan terima kasih " ucap Darmawan pelan karena rasa kantuk mebuatnya memejamkan mata dengan mendekat ke arah kepala Laila menyatukan kepalanya dan terlena ke dalam mimpi .
Laila yg terbangun sudah pagi meregangkan badanya ,
" sudah banagun " ucap Darmawan .
Laila yg tidak sadar sudah di perhatika darmawan merasa malu melihat Darmawan yg sudah bersandar di tempat tidurnya .
" kenapa masih di sini " ucap Laila .
" tidak enak menganggu , orang yg tertidur lelap " ucap Darmawan menarik selimut yg tertindih oleh laila .
Laila banagun dengan wajah di tekuk
__ADS_1
" alasan " ucap Laila kesal
dengan mengikat rambutnya Laila berjalan membuka jendel sedikit menginti ke luar ,
" ya alalah Aku terlambat " ucap Laila panik .
tidak lama ponsel Laila berbunyi .
" ya Bu " ucap Laila
" baik buk terima kasih " Laila metutup ponselnya bingung sambil keluar dari kamarnya .
darmawan Hanay tersenyum dengan memejamkan mata kembali.
" engak ke kantor non " ucap Bu Inah .
" enggak bi " ucap Laila meminum teh yg sudah di sipakan bi Inah. Sambil berpikir Lila mengingat kembali ucapan Bu Dewi supaya dia beristirahat apa maksudnya ,
Laila kembali ke kamarnya perlahan dengan mengambil pakain dan handuk Laila keluar lagi dari kamarnya membiarkan Darmawan tertidur .
setelah selesai mandi Laila menawa kan sarapan pagi untuk Darmawan meletakanya di atas meja membangunkan Darmawan untuk makan dan meminum obat nya .
Laila meletakan tanganya di atas dahi darmawan ,
" masih panas " ucap Laila sambil Menganti kompres yg ada di dahinya .
Darmawan Hanay diam di perlakukan oleh Laila menurut apa yg dia suruh sambil sesekali memandang wajah cantiknya yg polos tanpa polesan .
sesekali tangan mereka bersentuhan tanpa sengaja atau tatapan mereka beradu membuat Laila semakin malu.
Laila membuka semua jendela dan meninggalkan Darmawan beristirahat .
siang itu Laila memasak sup untuk Darmawan dan di bantu oleh BI inah .
setelah selesai Laila membawa kembali ke kamar untuk Darmawan yg terlihat lebih segar .
" makan setelah itu minum obat " ucap Laila menyodorkan piring ke arah Darmawan .
setelah selesai Laila berniat untuk Menganti Seprai karena terkena keringat Darmawan tadi malam .
tanpa di sadari oleh Laila Darmawan memuntahkan semua makanya mengenai Laila dan mengotori selimut dan sprei yg ada .
" Masya Allah " ucap Laila kaget dengan jijik mengelap wajahnya yg sedikit terkena .
" maaf aku tidak tahan " ucap Darmawan mencoba mengelap wajah Laila dengan tanganya .
" uhhhh " ucap Laila jijik .
" minggir , cepat buka semau bajunya " ucap Laila menyuh Darmawan membuka bajunya yg terkena muntahannya sendiri .
" bi , tolong ambilkan sprei baru " terik Laila .
" iya non " ucap bi Inah sambil berlari dan tidak lama masuk ke dalam menyerahkan Sorai baru kepada Laila .
" kenapa non " tanya bi Inah .
" ini muntah enggak bilang bilang " ucap Laila memasang Sorai baru di atas tempat tidurnya sambil di bantu bi Inah .
" enggak tahan , maaf " ucap Darmawan .
" sudah sana mandi , bi ambilakan handuk " ucap Laila memerintah .
" ni pak " bi Inah menyerahkan handuk kepada Darmawan .
" nih sekalian " ucap Laila menyerahkan celana pendek kepada Darmawan .
" tidak ada ****** ***** " ucap Laila lagi yg menbuat bi Inah dan darmawan berpandangan.
" cepat , pakai itu dulu " ucap Laila lagi Darmawan Hanay mengikuti seperti kerbau yg di tusuk hidungnya .
bi Inah Hanay tertawa melihat darmawan langsung masuk ke dalam kamar mandi .
" non ini saya bawa " ucap bi Inah ,
" nanati saja bi , tolong bawa ini ke luar " ucap Laila menyerahkan piring kotor kepada bi Inah .
setelah selesai merapikan tempat tidur Laila menumpuk Sepri kotor di samping lemari menunggu darmawan keluar dari kaamr mandi .
setelah selasi Darmawan keluar dengan meletakan tanganya di depan celananya.
Laila yg melihat memalingkan wajahnya .
tidak lama bi Inah masuk lagi .
" bi tolong bawa ini " Laila menyerahkan sprei kotor kepada bi Inah ,
terdengar bel berbunyi .
" biar saya saja yg buka , non mandi saja dulu " ucap bi Inah .
Laila langsung amsuk ke kamar mandi lupa membawa baju karena sudah jijik dengan muntahan Darmawan yg mengenai rambut dan wajahnya .
sedangkan Darmawan berbaring menutupi bagian bawahnya dengan selimut tanpa mengenakan pakaian .
__ADS_1
bi Inah membuka pintu dengan terkejut melihat sesosok wanita yg membuka paksa lebar pintu rumah.
" mana Laila " ucap wanita tersebut .
" maaf anda siapa " tanya bi Inah.
" saya tanay mana Laila " ucapnya marah
" non Laila lagi mandi " ucap bi Inah gugup.
tanpa berpikir panjang wanita tersebut menerobos masuk ke dalam rumah mencari kamar Laila yg di ikuti bi inah .
setelah menemukan kamar Laila wanita itu mendorong dengan kuat .
" braak " pintu terbuka lebar memperlihatkan Darmawan yg tidak mengunakan pakai berada di atas tempat tidur dan Laila yg baru keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk yg melilit badanya seta rambut yg masih basa terlihat kaget
" jadi ini yg kamau lakukan " ucap wanita itu dengan mendekati darmawan yg berada di atas tempat tidur .
" sayang , tunggu " ucap Darmawan dengan menarik selimut menutupi bagian bawahnya .
" tunggu , tunggu apa lagi sudah jelas terlihat " ucap Vera penuh emosi .
Laila yg kaget Hanay diam mematung di depan pintu kamar mandi .
" oh tenyata ini wanita simpana mu , pantasan kamau betah berkunjung ke kota ini " ucap Vera menunjuk Laila .
" bukan begitu , biar Akau jelaskan " ucap Darmawan .
"apa lagi yg perlu di jelaskan , lihat " teriak Vera emosi dengan mata yg begitu tajam memandang Laila dan napas yg memburu bagaikan harimau yg akan menerkam mangsanya . membuat Laila merasa takut dengan di peluk oleh BI Inah .
" biar Akau jelaskan dulu , " ucap Darmawan mencoba menenagkan Vera .
" tidak perlu penjelasan , aku sudah melihat semuanya , ini , ini yg kamau cari " ucap Vera mendekti Laila menjambak rambutnya ,dan menaparnya dengan keras membuat bibirnya mengeluarkan darah .
Laila yg kaget Hanay pasrah sambil memegang handuknya tidak bisa berbuat apa apa Bu Inah Hanay mengis melihat Laila di perlakukan kasar .
Darmawan yg melihat itu tidak sempat menarik Vera dengan cepat Darmawan mendekap tubuh Vera yg terus mejabak rambut Laila menjauhkannya .
" tenang , akan Akau jelaskan , kami tidak melakukan apa apa " ucap Darmawan menenangkan Vera .
" tidak perlu di jelaskan aku sudah melihatnya " ucap Vera berteriak .sambil memebrontak ingin mendekati laial yg bersimpuh sambil mengis di peluk oleh BI Inah.
" bi bawa Laila keluar dari sini " ucap Darmawan .
bi Inah membantu Laila berdiri dan membawanya ke luar dari kamar.
" tunggu kamu pelacur , wanita tidak tau diri " umpat Vera geram sambil memebrontak mencoba melepaskan pelukan Darmawan .
" sayang tenagn " ucap Darmawan .
" tenang , kamu suruh Akau tengan , istri mana yg tidak marah melihat suaminya berduaan di kamar , kamau tega " ucap Vera mengis .
" kami tidak melakukan apa apa " ucap Darmawan membela melihat perlakuan Vera terhadap Laila ada rasa bersalah di dalam hatinya .
" terus ngapain kamau di sini , ha " ucap Vera marah .
" Akau kemaren berkunjung karena mag ku kambuh jadi Akau menginap di sini " ucap darmawan menjelaskan .
" jangan bawa bawa penyakit mu , itu alasan saja " ucap Vera dengan mata memerah menatap tajam Darmawan .
" terserah kalau kamau tidak percaya " ucap Darmawan untuk tidak meladeni Vera yg pada saat itu sedang emosi .
" begini cara mu , melampiaskan kekesalanmu terhadap ku , Akau sudah berusaha menjadi istri yg baik ," dengan menutup wajahnya sambil menagis .
" sayang Aku minta maaf , Aku tidak bermaksud begitu , ini cuma kebetulan , tolong percaya Aku , selama ini aku tidak pernah melakukan apa yg kamau oikirkan sekarang " ucap Darmawan memeluk Vera.
" percaya apa , sudah ada buktinya , dan sudah jelas , kamu satu kamar dengan wanita itu " ucap Vera keras .
" sekarang Aku tidak percaya lagi dengan kamau , sekarang kamu putuskan kamu pilih Aku apa wanita itu " ucap Vera dengan nada tinggi .
" aku pilih kamau , dan anak anak " ucap Darmawan .
" di sini jangan sebut anak anak , cukup Akau dan kamu , sekarang kamau putuskan " ucap Vera .
" untuk apa aku memilih Aku tidak ada hubungan dengan dia " ucap darmawan
" bohong , kamau mau melindungi nya , biar kamau bisa terus berhubungan dengan nya Tanpa sepengetahuan kau " ucap Vera lagi .
" ya tuhan benar aku tidak ada hubungan dengan dia " ulang Darmawan yg mulai terpancing emosinya .
" sekarang kamau putuskan aku apa dia " ucap Vera menegaskan .
" baik kalau itu mau mu , aku pilih dia dan kamau , aku tidak akan menceraika kamu tapi Akau akan menikahi dia " ucap Darmawan tanpa berpikir panjang karena desakan Vera yg membuat dia mengambil keputuasa seperti itu tanpa menanyakan langsung pada Laila entah Darmawan tidak ingin melepaskankanya membuat Vera terbelalak tajam memandang nanar ke arah Darmawan yg terlihat prustasi .
" jadi ini mau mu , kamau tidak mau melepaskannya , dan tidak mau melepaskan aku , baik kita lihat seberapa lama dia bertahan menjadi istri muda mu " jawab Vera geram menapar darmawan dengan keras dan pergi meninggalkan kamar mencari keberadaan Laila yg masih mengis di pelukan bi Inah tanpa mereka sadari Vera sudah berdiri dengan wajah marah menarik Laila dan menyeretnya menuju kembalai ke kamar di mana Darmawan berada ,mendorong nya dengan keras membuat Laila terjerembab menabrak pinggir meja yg ada di sana membuat kepalanya teras pusing sambil memegang kepalanya bi Inah yg melihat berlari memeluk Laila .
" non " ucap Bu Inah mgerakan badan Laila yg terkulai jatuh pingsan .
Darmawan melihat kejadian tersebut langsung mendekati Laila menepuk pipinya dengan cepat Darmawan mengangkat tubuh Laila membaringkannya di atas tempat tidur tanpa memperdulikan tatapan tajam Vera .
" bi tolong ambil minyak " ucap Darmawan .
bi Inah berlari ke luar dan kembali membawa minyak menyerahkan kepada Darmawan dengan lebut Darmawan menaruh di atas hidunga .
__ADS_1
" oh jadi ini , sudah jelas perlakuanmu terhadap nya " ucap Vera .
" cukup , sudah jelas kamu melukainya , dia tidak bersalah , kamu salah menilai dia , baik di sini Aku yg salah , jangan bawa bawa dia untuk melampiaskan kemarahanmu " ucap Darmawan mendekati vera.