POLIGAMI

POLIGAMI
22


__ADS_3

" ow kamu membelanya " ucap Vera sinis .


" iya Aku mebelanya , sekali lagi ku katakan dia tidak bersalah , kamu keterlaluan , dengar penjelas ku " ucap Darmawan memohon.


" untuk apa di jelaskan lagi , baik kalau kamu beramai nikahi di sekarang " ucap Vera tegas .


Darmawan yg mendengar itu Hanay diam ucapanya berbalaik ke padanya.


" apa " ucap daemawan kaget .


" ya kalau kamau tidak mau melepaskan aku dan dia ,nikahi dia sekarang " ucap Vera keras.


" apa maksudmu ,untuk apa aku menikahi dia " ucap Darmawan .


" oh , sudah lupa , tadi kamau ngomong tidak akan menceraikan aku dan tidak akan meninggalkan dia , jadi apa maumu sekarang " ucap Vera geram .


" bukan maksud Aku seperti itu tapi ,kau tidak mau memberi Akau kesempatan untuk berbicara " jelas Darmawan .


" bicara apa lagi , sudah jelas aku melihat semuanya " ucap Vera dengan mata melotot .


" dengar , sekarang pilih Akau apa dia " tanya Vera keras .


" sekalai lagi aksi pilih kamu " ucap Darmawan .


" cukup , Akau tidak mau mendengar lagi , sekarang Akau tanya kamau pilih aku apa dia " tanya Vera lagi .


" aku pilih kamu , sekalai lagi aku pilih kamau , inggat Akau tidak ada hubungan dengan dia " tegas Darmawan.


" oh , ternyata kamu Hanay ingin bersama ku tapai kenpa kamu berbuat ini " ucap Vera keras .


" tolong dengar " ucap Darmawan memohon .


" tidak , aku tidak mau mendengar lagi , sekarang kalau ku beranai nikahi dia , aku mau melihat sebesar apa ke jujuran mu " ucap Vera .


" baik kalau kamau mau melihat kejujuran ku , aku akan menikahi dia sekarang " ucap Darmawan menatap Vera dengan tajam dengan rahang tertahan menahan emosi .


Darmawan mendekati Laila yg baru sadar dari pingsanya memegang kepala yg masih terasa berputar putar , nampak pucat wajahnya dengan takut Laila menatap di sekelilingnya menahan sakit di bibirnya yg terlihat membengkaka dan memar di bagian pipi bekas tamparan Vera .


" maaf , aku membuat keputusan tanpa meminta penjelasan dari mu " ucap darmawan dengan memeluk Laila erat Laila yg Hanay pasrah di peluk Darmawan tidak bisa menahan tangisnya .


ini yg kamu mau ucap darmawan dalam hati melihat ke arah Vera yg Hanay berdiri melihat adegan itu berusaha tegar dengan memalingkan wajahnya mengusap air mata yg tidak terbendung . sakit memang penghianatan Darmawan terhadapnya.


Darmawan mengambil ponselnya menelpon seseorang .


" maaf Bu ,saya boleh bicara mengenai ini " ucap bi Inah anggkat bicara .


" bicara apa , kamu pasti sudah bersekongkol dengan wanita sialan itu untuk bisa mengoda suami ku , cih " ucap Vera mengejek .

__ADS_1


" sudah bi , biar saja " ucap Darmawan .


" tapi pak " kata bi inah.


" bi inah sudah mendengar tadi , percuma kita membela diri " ucap Darmawan .


bi inah Hanya menunduk memeluk Laila .


" ada apa bi , tolong jelaskan " ucap Laila .


" siap tidak siap kamau harus menikah dengan ku " ucap Darmawan singkat .


" apa , untuk apa Akau menikah dengan mu , jangan mengambil keputusan sendiri " ucap Laila berteriak .


" non sabar " ucap bi Inah .


" enggak bi " Laila turun dari tempat tidur mendekti darmwaan dan menamparnya dengan keras memukul dadanya bertubi tubi membaut Darmawan mundur beberapa lamgkah .


" apa apa yg kamu mau , kamu kira Aku apa , Aku tidak Sudi menikah dengan mu , kamu selalau membuat Aku dalam masalah , pergi jahuh Aku tidak sudi melihat wajah mu" ucap Laila mengis tersedu, melorotkan badanya jatuh ke bawah kaki darmawan .


Darmawan bersimpuh di hadapan Laila .


" maaf , tolong maafkan aku " ucap Darmawan memeluk Laila .


Laila meronta melepaskan pelukan Darmawan .


" pergi pergi dari rumah ku " ucap Laila .


" sudah beranai kamau , jelas jelas kamau selingkuh dengan suami aku , kamau bilang tidak butuh , dasar wanita murahan " ucap Vera mendorong tubuh Laila , dengan cepat Darmawan menahantubuh Laila supaya tidak terjatuh mebuat Laila berbalaik mendorongnya kembali menjauh


" jangan sentuh aku , aku tidak butuh pertolongan mu " terik Laila .


tidak lama Dewi datang melihat ke adaan Laila yg begitu mengenaskan dan Darmawan yg Hanay berdiri dan Vera dengan sombongnya berdiri menantang .


" ada apa wan " ucap Dewi .


" dan kau ver kenapa seperti ini " tanya Dewi lagi .


" lihat kak dia mulai beranai di belakangku , berduaan dengan wanita sialan ini " ucap Vera .


" wan , aku perlu penjelasan mu " ucap Dewi .


" sudah Akau bilang beberapa kali , kami tidak ada hubungan , ini hanya kebetulan , Vera selalau menuduh aku , bi inah tau semuanya " ucap Darmawan .


" apa wanita tua itu , yg jelas kalian sudah bersekongkol , untuk apa ada penjelasan dari dia , aku melihat dengan mata kepala ku sendiri " ucap Vera .


" silahkan anda menuduh saya , tapi janagn hina dia " ucap laila mendekati Vera tapi sudah di tarik oleh BI Inah .

__ADS_1


" jangan non " ucap bi Inah oelan sambil memeluk Laila .


" lihat dia sudah berania , dasar wanita murahan " ucap Vera .


" cukup , sekarang mau kamau apa " ucap Darmawan keras menatap Vera .


" sudah jelas apa mau ku , tinggalkan Aku atau nikahi dia , kalau kamau beranai " ucap Vera .


" apa , keputusan apa yg kamu buat , mari kita bicara dulu " jelas Dewi .


" sudah kakak Akau sudah memeikirkanya , aku mau tau keberanian nya sampai di mana sampai bisa bermain di belakang ku " jelas Vera meradang menatap darmmawan .


" ver kamau terlelu cepat mengambil keputusan " ucap Dewi .


" keputusan apa , itu pilih " ucap Vera .


ke adaan semakin rumit karena Vera bersikera tanpa mau mendengar alasan dari siapapun sedangkan Darmawan dengan kondisi dalam ke adaan sakit hanya diam sedang kan Laila hanya menagis membaut Dewi bingung .


" wan sekarang apa keputusan mu " ucap Dewi menatap Darmawan .


menarik napas panjang Darmawan meras keputusan Vera itu salah memberikan pilihan yg tidak harus dia pilih karena di situasi ini yg merasa di rugikan adalah Laila yg tidak tau mennau tentang rumah tanganya .


" apa yg harus aku putuskan , dan apa yg harus aku pilih , Vera Hanay emosi " ucap daemawa mengulur waktu biar Vera bisa berfikir dengan tenang .


" sudah janagn mengulur waktu sekarang kamu pilih " ucap Vera tegas .


" terserah maumu apa " ucap Darmawan duduk di tempat tidur .


" intinya aku tidak akan berpisah dari kamu , dan untuk dia , aku tidak akan menikahi nya " ucap darmwana .


" apa , kamau mau menambah sakit hati ku , dengan berselingkuh di belakang ku , berarti kamu selama ini mebohongi ku , dasar pria lemah beranai di belang tapi tidak berani mempertanggung jawab Kanya " ucap Vera .


Darmawan yg merasa geram dengan ucapan Vera yg selalu menuduhnya membuat kesalahan bangkit dari tempat duduknya .


" baik kalau itu mau mu , aku akan menikahinya , aku sudah berusaha untuk tidak melakukanya , Karen kamu memaksa " ucap Darmawan tegas .


" tidak Akau tidak mau , silahkan selesaikan masalah kalian , jangan bawa bawa aku " ucap Laila menyela


" cukup , kamu wanita murahan jangan main drama di hadapan ku , " ucap Vera kasar .


Dewi yg melihat itu hanya diam Vera memang terlalu egois menentukan kehendaknya karena terbawa emosi di tidak berpikir jernih akan keputusannya


" bi mari kita pergi dari sini " ucap Laila


belum jauh mereka melangkah Vera sudah menghadang .


" kalau kamu pergi berarti benar kalian berselingkuh " ucap Vera tersenyum sinis .

__ADS_1


Laila dan Bu Inah berpandangan sambil melihat ke arah Darmawan yg tidak bisa berbuat apa apa , dan Dewi Hanay melihat kejadian itu dengan diam seribu bahasa .


Laila Hanay menagis menahan marah , kesal menjadi satu kepada darmawan dia memandang sinis penuh kebencian .


__ADS_2