
entah siapa yg menyiapka semua pernikahan yg di lakukan di kantor kAUA .
dengan berpakian seadanya Laila Hanay diam di dampingi oleh BI inah tanpa ada persetujuan dari kedua orang tuanya yg tidak mengetahui akan pernikahanya dan tanpa memberi kabar kepada pihak keluarga dari alm sumainya , pernikahan itu mengalir begitu saja , dengan menadatangani persetujuan Vera untuk menikahkan suaminya dengan sah dan menjadi saksi di pernikahan itu .Laila tidak bisa berbuat apa apa dengan kejadian itu sambil menagis menadatangani surat pernikahan dan dengan terpaksa memaki cincin pernikahan yg mendadak di beli oleh Dewi , saat perjalan menuju kantor kAUA .
setelah selesai Darmawan Hanay mencium pucuk kepala Laila ,dengan terus menutup mulutnya sambil menagis Lila memalingkan wajahnya enggan menatap Darmawan dan lainya Hanay memeluk erat bi Inah .
" sekarang sudah puas , apa masih ragu akan ke jujuran kau , apa masih ragu dengan keberanian ku , ini kamu yg menentukan , sekarang terserah kamu " ucap Darmawan mengamdeng Laila menariknya keluar dari kantor dan masuk ke dalam mobil membawanya pulang kembalai ke rumahnya .
sedangkan Vera Hanay diam melihat kepergian Darmawan ,
" sekarang kita pulang ,biar asisten ku yg mengurus " ucap Dewi .
Vera berjalan dengan lunglai mengikuti Dewi .
" sekarang mu istriahat di mana , ke rumah ku saja " ucap Dewi tanpa ada persetujuan dari Vera Dewi membawanya pulang ke rumahnya .
di kamar Vera menghempaskan diri di atas tempat tidur memikirkan apa yg baru saja terjadi terasa mimpi pikirannya melayang mengingat kenangan manis bersama darmawan dan kilasan balik penghianatan darmwaan yg membuat dia geram dan sakit hati .
sedangkan Laila yg terus diam masuk ke kamar bi Inah merebahkan dirinya dengan menekuk badanya tarasa mimpi kejadian itu membuat Laila terpuruk , dan terus terisak Samapi kedua matanya sembab terlihat lebam di wajah Laila yg masih membiru dan sedikit luka di bagian kepala karena terbentur membuat bi Inah merasa sedih dengan mengelus kepalanya dan mencium Laila dengan lembut .
" yang sabar ya non" ucap bi Inah .
Laila yg tidak bisa menahan kantuknya memejamkan mata dengan ke adaan masih menagis terolah lelehan air mata keluar dari sudut matanya
bi inah ke luar menemui Darmawan .
" maaf kan saya bi " ucap Darmawan pelan .
" saya tau non Laila tidak bersalah , mungkin ini sudah takdirnya , tapi saya harap pada pak Darmawan jaga non Laila , di anak baik , saya sayang kepadanya , ini kedua kalinya saya melihat dia begitu terpukul setelah di tinggal Suami dan anaknya ," ucap bi Inah menahan tangisnya dengan tanganya .
" saya akan jaga dia , karena ini adalah ke salah saya " ucap Darmawan berdiri meninggalkan bi Inah melihat ke adaan Laila yg tertidur pulas dengan wajah sedihnya , Darmawan mendekati Laila dan mengusap lembut wajahnya .
" aku janji , tidak akan membuat kamau menderita lagi " ucap Darmawan oerlahan mengecup kening Laila .
Darmawan keluar dari kamar,
" bi saya pulang dulu , ini ada ATM kalian gunakan untuk kebutuhan , aku minta jaga Laila , ini no kalau ada sesuatu hubungi Aku , besok pak Iwan akan Akau tugaskan untuk menjaga kalian " ucap Darmawan Sabil mengemasi barangan dan pergi meninggalkan bi Inah.
Darmawan sore itu juga pulang ke kota x bersama Vera di dalam perjalan mereka hanya diam membisu .
setelah spai di rumah Darmawan tidak melihat kedua anaknya .
" bi mana Rafa dan Dafa " ucap Darmawan .
" di tempat Omanya " ucap saalh satu pembantunya .
tidak lama Dewi turun Sabil menenteng koper besar .
" untuk apa kamu menayakan anak anak, mereka akan tinggal bersama ku " ucap Vera .
tanpa komando para asisten pergi meninggalkan mereka berdua .
" sayang , apa apan ini , aku menikahi dia atas permintaan mu , tapi kenapa kamu bersikap seperti ini " ucap Darmawan .
" itu yg kamau mau " ucap Vera .
" atas paksan mu " ucap Darmawan memandang tajam ke arah Vera yg Hanay diam .
" baik , sekarang apa lagi yg kamau mau " tanya darmawan .
" aku Hanay ingin bersam anak anakku , " ucap Vera lagi .
" tapi kamu masih sah istriku " ucap darmawan .
" untuk saat ini Akau perlu menenagkan diri " ucap Vera lagi .
" seharusnya Akau yg menenagkan diri , di paksa menikah atas kemawan mu , Hanay melihat bukti di depan mata tapi tidak mau mendengar penjelasnya , " ucap Darmawan.
" jadi kamu menyalahkan aku " ucap Vera .
" ya , aku menyalahkan mu , kamu sendiri yg membikin didnding di antara kita , aku sudah sabar selama ini , aku juga ingin di perhatikan oleh istri , aku juga ingin di rawat kala sakit ,aku juga ingin setiap Akau pulang kau berada di rumah , semua aku ingin semua , bersama mu, bersama anak anak , itu yg Akau inginkan , saat ini tidak ada sekecil pun di hati ku untuk menduakan mu " ucap Darmawan menjelaskan akan ke ke inginanya yg sering sudah di beritahukan kepada Vera .
" cukup , aku sudah tidak ingin membahas itu lagi , sekarang bersenang senanglah dengan wanita simpananmu " ucap Vera berlalau di hadap darmawan .
Darmawan Hanay terduduk di sofa meremas rambutnya dan mengepalkan kedua tanganya merebahkan badanya dengan menutup kedua matanay menarik napas panjang .
" maaf , ada apa pak " pak Iwan meliaht pak Darmawan yg begitu frustasi.
" pak besok bapak pindakh ke kota y , mengawasi kantor di sana , yg di sini biar di urus yg lain dan mengurus segala kebutuhan Laila " ucap Darmawan
"apa , maaf saya belum mengerti " ucap pak Iwan binggung .
" saya dan laila sudah menikah tadi siang " jawab daramwan bersender memijat kepalanya .
" apa , menikah " pak Iwan tercengang .
" iya , panjang ceritanya , besok saya akan menemui kedua orang tuanya untuk meminta restu " ucap darmawan lagi .
pak Iwan yg masih bingung meninggalkan Darmawan yg memejamkan matanya , Laila menikah dengan pak Darmawan apa benar fikir pak Iwan mengeluarkan ponselnya menelpon bi Inah .
lama pak Iwan berbicara dengan bi Inah mencari kebenaran yg ada .
sore itu Laila bangun dengan tubuh terasa sakit berjalan keluar kamar melihat ni Inah yg sedang memasak .
" non sudah bangun , sini makan dulu dari siang non belum makan " bi Inah memapah Laila duduk di kursinya ..
" aku tidak lapar bi " ucap Laila .
" non makan dulu biar sedikit " ucap bi Inah lagi .
" enggak bi , Laila mau mandi " ucapnya lesu .
" tolong ambilakan handuk sama baju saya ya Bu " ucap Laila .
" oh ya baik non " bi Inah berlari ke kamar Laila mengbilk apa yg di butuhkan ya dan keluar lagi memberikanya kepada Laila .
__ADS_1
" non enggak mandi di dalam. " tanya bi Inah.
" enggak bi" Laila bangkiat dari duduknya bergegas mandi setelah rapi Laila eluar dari kamar mandi masuk lagi ke dalam kamar bi Inah merebahkan dirinya di sana , melihat tuannya seperti itu bi Inah merasa kasihan .
ke esokan harinya Laila Hanay berdiam diri di dalam kamar bi Inah tampak mata masih memerah dan sembab bekas biru di wajahnya masih terlihat wajah cantiknya terlihat pucat .
" assalamualaikum " sapa pak Iwan .
" waalaikumsalam " ucap bi Inga yg membukakan pintu .
" pak " sapa bi Inah .
" non laial mana " tanay pak iwna .
" di kamar " ucap bi Inga pelan .
pak Iwan berjalan melihat ke dalam kamar Laila yg Hanay berbaring sesekalai menyeka air matanay memeluk bantal memandang sayu ke luar jendela .
" non , apa kabar " tanay pak Iwan pelan
Laila menoleh ,
" pak Iwan " Laila memeluk pak iwan dengan erat dan menagis sejadi jadinya pak Iwan sudah laila anggap sebagai orang tua , sedangkan pak iwan pun begitu.
" yang sabar ya non , saya sudah tau semua ceritanya " ucap pak Iwan .
" bagai mana kata orang tua saya pak , saya belum berani ngasih tau mereka , saya takut " ucap laial menagis .
" itu sudah di atur non , pak Darmawan sudah ke rumah ayah dan ibu non , untuk meminta restu dan menjelaskan semuanya " ucap pak Iwan .
" apa " Laila terbelalak mendengar ucapan pak Iwan .
" iya siang ini mereka akan datang mengunjungi non bersama pak darmwana " ucap pak Iwan lagi .
Laila mematung apa Darmawan begitu serius dalam hal ini apa yg dia mau Laila mengutuk darmwan membaut dia berada dalam masalah ini .
siang itu Laila menagis di pelukan ibunya yg lembut membelai kepala putrinya itu .
dan ayahnya hanya diam melihat ke adaan Laila .
" maaf kamu jadikan anak ku istri ke dua " ayah Laila mengawali pembicaraan .
" iya istri ke dua , tapi sah atas persetujuan istri pertama ku " ucap darmwan tegas .
" aku harap kalau tidak akan menyakitinya, " ucap ayah laila .
" saya berjanjia " ucap darmwan singkat .
" tapai Akau tidak setuju , aku ingin cerai " ucap Laila berteiak .
" sabar sayang tidak semuada itu , ibu tau alasnya dia menikahi mu " ibu Laila memeluk anaknya yg masih mengis .
" tapai saya tidak Sudi menikah dengan nya " ucap Laila .
" ayah Hanay berharap , dia bisa menjaga kamau dengan baik " ucap ayah laial .
Laila mengis di pelukan ibunya karena dari kemaren di tidak memakan sesuatu membuat tenaganya kian lemah dan jatuh pingsan , membuat kedua orang tuanya panik termasuk darmawan.
dengan cepat Darmawan mengendong Laila dan membawanya ke rumah sakit terdekat karena Laila tidak makan dan ke adanya lemah oleh dokter Laila di sarankan untuk di rawat.
setelah beberapa jam laila membuka matanya melihat di sekelilingnya ruanganya tampak berbeda dengan bau yg begitu menyengat .
" sayang sudah banagun syukurlah " ucap ibunya .
" Laila di mana Bu " tanya lagi sambil meringis memegang tanganya yg terpasang infus .
" kamu di rumah sakit , " ucap ibunya .
Laila Hanay melihat ke.sekelilingnya .
" ini makan dulu " ibunya menyodorkan sendok ke mulut Laila .
" enggak Laila enggak lapar " sambil membuang wajahnya .
" sayang kalau kamau tidak makan , kamu akan sakit " ucap ibunya.
" ya sudah ibu akan pulang besok ibu akan ke sini lagi " ucap ibunya bersipa .
Laila mencium tangan ayah dan ibunya memeluk mereka .
" hati hati " ucap Laila .
" istriahat " ucap ibunya sambil berlalau .
Laila Hanay mengangguk melihat ayah ibunhya menghilang di balik pintu . merebahkan badanya mencoba untuk berbaring sekalai kali dia meringis karena tanganay teras perih
dengan sibuk memperhatikan tanganya Laila mengelus di bagian yg sakit dengan lembut tiba tiba dia melihat cincin yg melingkar di jari manisnya berusaha membukanya sayang tersangkut karena tanganya yg di infus .
Laila berblik kesal sambil menahan perih .
" sudah makan " ucap Darmawan yg sudah berdiri di belakang Laila .
Laila tidak memeperdulikanya Hanay membelakanginya .
" ini bi Inah bawakan bubur , aku tau makan di rumah sakit itu tidak enak " ucap darmwan mengeluarkan makan dan menaruhnya di dalam piring dan duduk di samping Laila .
" ayo makan , setelah itu minum obat " ucap Darmawan menyodorkan sendok ke mulut Laila memaksanya untuk membuka .
" tidak Akau tidak lapar " ucap Laila mendorong sendok .
" sejak kapan kamu tidak lapar , ayo buka mulutnya " ucap Darmawan .
" Aku tidak lapa " ucap Laila kesal.
" tidak lapar baik , halo dok pasien di kamar sakura no 1 , tidak mau meminum obatnya " ucap Darmawan .
__ADS_1
" tunggu apa yg kamu lakukan " Laila menoleh ke Darmawan .
" menelpon dokter, kenapa " tanya Darmawan .
" enggak " ucap Laila lagi
" baik dok terima kasih " ucap Darmawan menutup ponselnya .
" apa kata dokter " ucap Laila penasaran.
" kalau kamau tidak makan usus mu akan di potong karena mengkerut akibat dari kemarin kamu tidak makan " ucap Darmawan santai .
" apa , di potong , tunggu Hanay tidak makan , bisa di potong " ucap Laila dengan wajah sedikit takut .
" iya , mau, silahkan tidak makan sampai besok" Darmawan meletakan mangkuk bubur di atas meja dan duduk di sofa menonton tv .
Laila yg takut akan ususnya di potong , pasti sakit Laila mengelengkan kepalanya dengan wajah takut melihat ke arah darmwan yg asik menonton tv .
dengan menggeser sedikit badanya mencoba meraih mangkuk bubur yg ada di meja berusaha supaya tidak tumpah .
" mau makan , sini " ucap Darmawan yg sudah ada di sampingnya .
" aku bisa makan sendiri " ucap Laila .
" dasar keras kepala , ini " Darmawan menyodorkan sendok ke arah mulut Laila yg mau tidak mau membuka mulutnya karena tidak ingin usus nya di potong , melihat Laila dengan lahap memakan bubur darmwan tersenyum geli , ternyata dia lucu dan polos.
setelah maka dan meminum obatnya Laila merebahkan dirinya lagi sekalai kali dia meringis , Darmawan yg dari tadi memperhatikan mendekati Laila .
" kenapa " tanya Darmawan .
" perih " ucap Laila mengusap tanganya .
" sini ," Darmawan melihat tangan Laila yg sedan terpasang infus melihat di bagian dekat jarum terpasang membengkak merah daemawan langsung memencet bel yg ada di dekat meja .
tidak lama perawat datang ,
" ada apa " tanay perawat
" tanganya membengkak " darmwan memperlihatkan tangan Laila .
" oh maaf saya akan perbaiki , sedikit agak sakit , bisa di tahan sebentar " ucapnya .
Laila Hanay mengangguk memalingkan wajahnya sedangkan darmwaan berdiri di sampingnya .
" auuhhh" Laila dengan reflek memeluk lengan darmawan menyembunyikan wajahnya sambil menutup mata .
" sakit " rintih Laila .
" tahan , sedikit lagi " ucap perawatnya .
" auuhhh sskait " jerit Laila keras sambil memegang erat lengan darmawan .
dengan cekatan Darmawan mengusao lembut dan meniup perlahan bagian yg Bengkak karena perawatnya sudah selesai Hanay mengangguk dan pergi tanpa sepengetahuan laila yg masih terus memeluk lengan darmawan .
" sudah " ucap Laila
" apa masih sakit " tanya Darmawan .
" sedikit " jawab Laila yg masih menutup matanya dan masih memeluk lengan darmawan .
darmwan. terus mengusap dan meniup membiarkan Laila memeluk lengannya ternyata dia wanita penakut , dan manja pikir Darmawan yg mencoba memahami Laila .
" sudah " tanay Laila .
darmwan Hanay diam terus meniup perlahan .
" sudah " ucap Laila lagi sambil membuka matanya dan melihat tidak ada lagi perawat di sampingnya , Laila melepas pelukannya menjauh dari Darmawan dan menarik tangannya yg di genggam oleh Darmawan .
" sudah tidak sakit " ucap Laila .
" baiklah sekarang istirahat " Darmawan pergi meninggalkan Laila duduk di sofa merebahkan badanya .
Laila yg melihat gerak gerik Darmawan merasa kasian
" sudah makan " tanya Laila .
" belum " jawab Darmawan singkat .
Laila berpikir lagi di sana hanya mereka berdua bi Inah dan pak Iwan tidak kelihatan .
" mu makan " tanay Laila .
" makan apa " tanya Darmawan
" ini " Laila menunjuk sisa bubur bikinan bi Inah .
" apa di kra Akau orang sakit " ucap darmwan melotot .
" buat mengganjal perut , nanati kalau sakit " ucap laial pelan tanpa melanjutkan ucapanya , Darmawan yg tau maksud perkataan Laila berjalan mendekatinya mengambil mangkuk sisa bubur dan memakanya .
" lumayan " ucapnya menghabiskan bubur .
" lapar " tanay Laila .
" sedikit , sudah di ganjal sama bubur " ucap Darmawan .
Laila Hanay melihat Darmawan meletakan mangkunya dan kembali duduk di sofa .
" sekarang istirahat " ucap Darmawan tidak melihat ke arah Laila .
" tidak mengantuk " Laila melihat lagi ke arah darmwan .
" Hem " Hanay itu yg di ucapkan Darmawan .
Laila merebahkan badanya menatap langit langit yg berwarna putih bersih pikiranya melayang.
__ADS_1