
Poligami
47
"Mas wajah kamu kenapa kusut begitu?" Kania yang datang dari dapur menatap heran suaminya. Tidak bisanya suaminya berwajah murung serta tidak semangat seperti ini.
"Mas hanya lelah saja Sayang," jawab Yogi sembari duduk di sofa.
__ADS_1
Kanina mengikuti suaminya untuk duduk di samping laki-laki itu. Menatap intens wajah suaminya yang dirasa Kanina tengah membohongi dirinya.
"Kamu cuman lelah atau ada hal lain yang sekarang tengah kamu pikirkan Mas? Kamu bisa cerita sama aku dari pada kamu simpen sendiri yang ada kamu malah sakit." ujar Kanina mengusap lembut lengan suaminya.
"Tadi aku ketemu sama Xena dan putri kami Sayang," jawab Yogi jujur yang membuat wajah Kanina sedikit berubah namun, wanita itu lekas mengembalikan wajahnya seperti semula karena tidak ingin suaminya mengetahui perubahan pada wajahnya. Jujur saja ada sedikit rasa sakit kala suaminya menyebut kata putri kami meski memang benar anak itu anak kandung suaminya bersama mantan istrinya.
"Terus?" tanya Kanina penasaran.
__ADS_1
"Kamu yang sabar Sayang, dan sekarang kamu tidak perlu memikirkan anak kamu itu Sayang. Toh apapun perbuatan kamu dulu tidak akan bisa dia lupakan dan terbukti sekarang kan? Bahkan untuk menatap kamu saja dia enggan. Sekarang yang perlu kamu pikirkan masa depan kita, dan kita akan terus berusaha agar aku segera hamil dan kita akan memiliki anak Sayang. Kamu mau kan?" Kanina memegang tangan suaminya lembut.
Mendengar ucapan Kanina, Yogi melepaskan tangan istrinya itu lalu menatap wajah cantik istrinya tidak suka.
"Dia itu putriku, Sayang. Tidak mungkin aku tidak akan memikirkan darah dagingku sendiri. Sekarang hanya dia satu-satunya putri yang ku miliku. Kalau menunggu kamu hamil itu ntah kapan, ini sudah lama sejak kamu keguguran waktu itu tapi hasilnya masih sama. kamu belum juga hamil Sayang. Aku lelah berharap dengan hal yang tidak pasti." ujar Yogi tanpa memikirkan perasaan istrinya.
"Kamu pikir aku nggak lelah menunggu Mas? Kamu pikir aku tidak berusaha agar segera hamil ha? Aku berusaha Mas, aku berusaha dan sekarang kamu mengatakan kata tidak pasti? Emang kamu Tuhan yang tahu akan takdir hidup seseorang? Tolong jaga ucapan kamu Mas, sumpah kamu bikin aku sakit hati tahu nggak!!" Kanina beranjak dari dekat suaminya. Hatinya terlalu sakit mendengar kata-kata yang amat dirinya benci itu. Tanpa sadar air mata Kanina mengalir dengan sendirinya. Ini benar-benar kata yang paling menyakitkan yang di ucapakan Yogi kepadanya.
__ADS_1
Wanita mana yang tidak merindukan sosok seorang anak yang hadir di rahimnya, wanita mana yang tidak ingin mendengar suara tangis bayi di rumahnya. Tidak ada, setiap wanita pasti memiliki keinginan memiliki seorang anak begitupun dengan Kanina. Lantas apa yang bisa dirinya perbuat jika Tuhan belum memberikan dirinya kepercayaan untuk yang kedua kalinya. Haruskah dirinya marah kepada takdir yang begitu kejam kepadanya? Lalu apakah kemarahan itu akan memberikan hasil yang baik nantinya? Jawabannya jelas saja tidak.
TBC