POLIGAMI

POLIGAMI
34


__ADS_3

malam itu darmawan merasa apa yg dia lakukan terhadap Laila sangat tidak wajar meminta untuk tidur dalam satu kamar membuat Laila begitu terluka, rasa ke lelakianya memberontak hasratnya ingin di penuhi dengan cara memanfaatkan Laila dengan kata istri ke dua yg telah di nikahnya membuatnya memanfaatkan situasi itu hanya dengan kata istri sah.


lamunan darmawan jauh terbang mengingat masa masa bahagianya dengan Vera apa lagi saat mereka bergumul panas di ranjang membuat darmawan frustasi .


dengan berjalan ke luar kamar darmawan menuju dapur meneguk segelas air yg di ambilnya sambil duduk di meja makan, matanya tidak mau terpejam, lamunannya buyar mendengar suara lirih di balik kamar bi inha yg sedang mengaji di tengah malam, darmawan bangkit dari duduknya menuju kamar mandi mengambil air wudhu untuk solat berusaha menenangkan diri.


sedangkan Laila tengelam dalam tangisnya di atas sajadah dengan memanjatkan beberapa pertanyaan dan doa untuk yg maha pencipta.


pagi itu Laila sedikit bangun agak siang keluar kamar sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya mendapati bi inah yg sudah menyiapkan makana.


" bi saya makan di kantor saja ya " ucap Laila terlihat matanya sedikit bengkak dan merah.


" iya non sudah saya silakan bekalnya, ini sama jusnya juga " ucap bi inah yg sedang merapikan bekal Laila yg sudah masuk ke dalam plastik.


" makasih ya bi, saya berangkat duluan ya " Laila meraih tasnya dan bekal yg di berikan bi inah.


" non naik apa " tanya bi inah karena semenjak menikah dengan darmawan Laila selalu di antar .


" saya sudah pesan taksi bi itu sudah di depan " ucap Laila sambil memaki sepatunya dan berjalan keluar.


" hati hati " ucap bi inah melihat Laila sudah berlalu.


sedangkan darmawan baru keluar dari kamar mandi mendapati bi inah yg masih melakukan pekerjaannya di dapur .


setelah selesai dia menuju meja makan.


" makan den "


" iya , Laila mana kok enggak kelihatan " Darmawan menelisik.


" udah berangkat den"


" udah berangkat pagi sekali, naik apa " tanya darmawan heran.


" naik taksi den tadi "


darmawan hanya menarik napas panjang mungkin untuk saat ini dia tidak ingin di ganggu biarkan saja , pikir darmawan sambil menikmati makanannya.


siang itu darmawan bersiap untuk pulang ke kota x karena dafa sakit, permintaan untuk menjenguk anaknya yg di kirim oleh mertuanya karena Vera bersikeras tidak ingin melihat darmawan.


darmawan berpamitan sama bi inah saja karena Laila terus menghindarinya.


pagi hari Laila terlihat segar dengan cekatan Laila menurunkan gorden yg ada menganti semua seprai yg ada merapikan kamarnya membuka jendela yg lebar membuat angin berhembus dengan kencang masuk ke kamarnya membuat udara terasa segar.


Laila begitu semangat tampak peluh di dahinya.


" bi kalau ada kurir londry datang tolong suruh ambil plastik ini ya "


" iya non "


" bi kita ke panti yuk udah dua minggu ini saya enggak ke sana "

__ADS_1


" baik non "


" tapi kita mampir dulu ke toko beli barang makan buat anak anak "


setelah beres Laila turun sambil menjinjing tasnya.


" ayo bik"


" iya non ayo bibi sudah siap "


setelah bi inah masuk


" bi kenapa rumahnya di kunci " tanya Laila heran.


" kenap non kan enggak ada orang " jawab bi inah


" haaaaa tapi"


" pak darmawan udah dua hari ini tidak di rumah katanya kembali ke kota x, anaknya sakit " jelas bi inah.


" haaa siapa yg sakit " tanya Laila sedikit khawatir


" enggak tau non, pak darmawan enggak pamit sama non " tanya bi inah heran.


" emmmmm pamit " ucap Laila pelan.


" oh ya sudah "


Laila merasa bersalah mengabaikan darmawan beberapa hari ini karena rasa kesalnya membuatnya melupakan Darmawan.


setelah itu dia melihat lihat beberapa tempat yg masih dalam pembangunan.


tanah Luas 5 ha lebih setengah yg tidak di hitung oleh Laila karena di hibahkan menjadi mesjid besar di dekat panti.


terletak antar perbatasan kota dengan suasana masih asri , dulunya panti tersebut di rancang seperti pondok pesantren yg mana ada bangunan asrama. penghuninya pun di bagi menjadi dua laki-laki dan perempuan.


kamar yg ada pun sesuai umur, untuk anak bayi sampai 7 tahun terletak di bagian bawah sedangkan lantai dua untuk usia 8 sampai dengan 15 tahun , dan lantai tiga di pakai untuk anak anak yg sudah dewasa.


menurut Laila anak yg di lantai dasar biar dekat dengan umi dan abi pengasuh sedangkan yg di lantai dua di jaga oleh kakak kakak pembina yg berada di lantai ke tiga .


tugas pun di berikan secara bergantian.


yg sudah masuk ke sekolah perguruan tinggi wajib mengelola beberapa ruko kecil sebagai tambahan, dan lahan yg ada di gunakan menanam beberapa sayur dan yg lainya untuk memenuhi kebutuhan sayur yg di kelola semua anak anak panti beserta pengawas yg ada.


Laila berencana untuk membuat taman hiburan buat anak anak, setiap tiga bulan sekali agenda rutin jalan jalan buat menyenangkan anak anak panti.


semua di kelola oleh seorang ustadz kepercayaan alm suami Laila.


masih di ruangannya Laila meneliti apa yg di hadapannya .


"assalamualaikum " sapa seorang wanita bercadar dari luar dan langsung masuk ke dalam ruangan

__ADS_1


"wassalamu'alaikum"Laila menoleh


" umi " Laila bangkit langsung menghampiri wanita tersebut dan mencium tangannya dan memeluknya dengan erat di disertai usapan lembut dari wanita bercadar.


" nak kok kerja terus ini umi bawakan makan ayo makan dulu "sambil meletakan donat kentang dan dimsum yg masih berasap.


" ya Allah umi enggak usah repot repot "


" ayo makan mumpung masih panas, ini cemilan anak anak " ucap umi.


" oh jam berapa sekarang" tanya Laila.


" sudah hampir asar nak " jelas umi.


" iya kah berarti aku "


" iya ayo makan dulu setelah itu kita solat berjemaah ya"


" iya umi"


" nak jangan terlalu sibuk lagian sudah punya suami kok masih kerja "


" umi jangan ngomong kayak gitu ah Laila enggak suka "


" kenapa sayang"


" Laila enggak suka, lagian siapa juga yg suka sama dia " cibir Laila.


" duhhh anak umi yg cantik, jangan ngomong kayak gitu nanti kedengaran orangnya malu lo "


" biar aja um, lagian saya tidak mau kok di paksa "


" sayang jangan kayak gitu dong, lagian kan sudah sah"


" udah ah mi jadi enggak **** makan nie, bahas yg lain kenapa "


" oke oke apa "


" emmmmmm Laila ada rencana mau bikin taman bermain di depan panti yg banyak tanaman buahnya, nah maksud Laila sekalian buat tambahan anak anak kita bikin taman sekalian warung warung kecil, untuk tanaman buahnya Laila akan tambah lagi nanti untuk area belakangnya, kan lumayan mi di jual sama di makan buat anak anak "


"alhamdulilah rencana bagus itu nak, umi tanya dananya dari mana " tanya wanita itu.


" ini mi Laila lihat ke keuntungan yg kita punya dari mini market yg di kelola anak anak lumayan jadi untuk sementara uangnya dari Laila dulu nanti baru sisanya pakai uang ini "


" sayang umi dan abi bangga sekali sama kamu semua uang yg ada kalau kelola dengan baik dan kesejahteraan anak anak-anak panti serta para pengurus sangat kamu jaga sekali, alhamdulilah mudah mudahan terus seperti ini ya nak "


" umi Laila hanya ingin anak anak di sini keluar dari panti sudah mapan hidupnya dan mempunyai pendidikan yg layak dan bisa menghidupi keluarga mereka " jelas Laila


untuk peraturan Laila tidak mengijinkan anak anak panti di adopsi oleh orang lain kecuali anak itu sendiri yg mau tidak ada pemaksaan itu juga harus dalam pengawasan dalam 1 tahun setelah itu baru boleh di lepas oleh panti.


untuk pendidikan anak anak panti bersekolah di sekolah umum menurut usia mereka masing masing dengan adanya kerja sama ada pengurangan biaya untuk mereka .

__ADS_1


dari tingkat tk sampai tingkat perguruan tinggi mereka di antar jemput dengan fasilitas dari panti.


panti asuhan Laila adalah salah satu panti yg begitu megah dengan peraturan yg ketat dan dengan pendidikan yg sangat layak untuk penghuninya karena di konsep seperti pondok pesantren .


__ADS_2