POLIGAMI

POLIGAMI
Wajah yang merona


__ADS_3

Disisi lain Azmi tengah memarkirkan mobil nya di garasi rumah nya. entah mengapa hari ini Ia memutuskan pulang kerumah nya lebih awal tidak seperti biasa nya.


Azmi membuka rumah nya dengan kunci yang ada pada nya. Ia masuk mendapati rumah nya yang gelap, Azmi berfikir mungkin Aini sudah tidur. Ia bergegas naik kelantai atas menyusuri anak tangga.


Setiba nya di depan kamar Azmi membuka pintu kamar itu dengan perlahan, ia tidak ingin membangunkan Aini fikir nya kerena engan harus berbicara kepda nya.


saat azimi masuk kedalam kamar nya ia mendapati kamarnya yang gelap juga terbesit rasa heran dalam benak nya.


" tumben Aini tidak menyalakan lampu kalau tidur, biasa nya dia sangat takut gelap" gumam Azmi mendapati kebisaan baru istri nya.


dengan terpaksa Ia menyalakan lampu itu dan seketika ia terkejut karena tidak mendapati istrinya di tempat tidur.


" Aini..!" ujar azmi mencoba menggil nama nya namun tidak ada jawaban


Azmi mencoba melihat kamar mandi tapi kosong tidak ada Aini di situ.


sedikit ada rasa kepanikan dalam hati Azmi karena tidak melihat istrinya di dalam kamar.


Ia memutuskan Untuk mencari di bawah di dapur barangkali Aini berada di sana fikir nya namun tetap saja saat berada di dapur Azmi tidak menemukan nya.


Ia pergi keruang keluarga berharap Aini juga ada disana yah lagi - lagi ia di buat kecewa karena sitri nya tidak ada di situ.


" Aini...?" ujar nya kembali


Azmi terduduk di kursi yang ada di ruang keluarga itu. berfikir keras kemana Aini pergi? Ia melirik jam tangan nya waktu sudah menujukan pukul 21:00.


" jam segini kemana Aini pergi?" gumam Azmi seraya melepaskan dasi yang sedari tadi membuat nya tidak nyaman, ia merasa gerah karena belum mandi. tapi karena memikirkan Aini, Ia sampai lupa untuk mengurus diri nya sendiri.


ahhh!


" mungkin dia pergi membeli sesuatu" gumam Azmi kembali berusaha meyakin dirinya bahwa Aini baik- baik saja. sebenar nya Azmi sedikit cemas dengan istri nya karna Ia tidak pernah melihat Aini di jam seperti ini tidak ada di rumah.


" sudahlah Aku lebih baik mandi dulu, mungkin sebentar lagi Aini akan pulang"


Azmi memutuskan untu beranjak mandi sambil menunggu kedatanga Istri nya itu. sedari tadi Azmi tak henti- henti nya memikir kan Aini karena hingga kini saat Azmi telah siap mandi pun Aini tidak kunjung pulang.

__ADS_1


Hujan diluarpun semakin lebat sesekali petir menggelegar menambah keresahan di hati Azmi. Azmi pergi keruang tamu berniat menunggu Aini di situ.


" kemana Aini pergi? ini benar- benar sudah larut!"


Azmi kini mulai kesal dan panik.


Ia ingin menelfon Om Aryo, namun Ia urungkan takut kalau Aini tidak bereda di sana malah menambah keruh suasan nanti nya. jika Aryo tau Aini hilang maka Ia pasti akan sangat panik.


Azmi juga tidak bisa menghubungi Aini lansung karena Ia tau bahwa Aini tidak memiliki ponsel.


" lalu siapa yang harus aku hubungi? Ummi? jika memang aini disana mengapa Ummi tidak menghubungi ku?" gumam azmi lirih.


" aku yakin Aini tidak berada disana! sudah lah lebih baik aku tunggu satu jam lagi, jika ia tidak pulang juga aku akan pergi mencari nya.


rrrrnnnggggg!


terdengar suara mesin berhenti di depan rumah Azmi, Azmi yang kala itu berada di ruang tamu mencoba mengintip dari balik kaca jendela.


ia penasaran siapa yang bertamu selarut ini atau jangan - jangan itu Aini batin Azmi menerka- nerka.


***


Bima yang melihat hal itu mencoba membantu Aini melepaskan safety bell itu. wajah Aini terlihat merona saat wajah mereka berdekatan bahkan nyaris saja bibir mereka bersentuhan, pandangan mata mereka bertemu, Aini merasa kan jantung nya berdetak kencang bagai bom waktu yang hendak meledak begitu pula sebalik nya Bima juga merasa kan hal yang sama bahkan tanpa Bima sadari nyaris saja ia hendak mencium Aini, sesat kemudian Aini mengalihkan wajah nya, ia begitu kikuk salah tingkah.


Bima juga demikian, ia sempat memejamkan mata nya saat Aini memalingkan wajah nya. meredam gejolak yang entah dari mana datang nya. Bima membenarkan posisi duduk nya, menatap lurus kejalan berharap Aini tidak menyadari kecanggungan nya.


" ini rumah kamu Aini?" tanya Bima memecah kecanggungan seraya mengedarkan pandangan nya pada rumah Aini. Bima sempat tertegun melihat rumah Aini yang mewah bahkan ia sempat melihat ada mobil mewah terparkir di sana.


" iya Mas, emmm.... trimakasih ya udah ngantarin saya pulang?"


" iya sama- sama" jawab Bima seraya menyunggingkan senyum nya. sebenarnya ada rasa heran di benak Bima, Aini sepertinya oang berada lalu mengapa dia harus menunggu Taxi? mengapa tidak meminta supir untuk menjemputnya batin Bima bertanya - tanya.


" kalau begitu saya masuk dulu"


" ya " ujar Bima seraya menganggukkan kepala nya tak lupa senyum manis yang terlukis di wajah tampan nya itu.

__ADS_1


kemudian Aini turun dari mobil itu dengan membawa barang- barang yang ia beli di mini market. sebelum nya Bima sempat menawarkan diri untuk membantu Aini namun Aini menolak dengan dalih kalau Ia tidak ingin merepotkan Bima lagi, lagipula rumah nya sudah di depan mata jadi tidak masalah kalau ia membawa barang- barang itu sendiri meski kembali di guyur hujan deras lagi.


Bima memperhatikan Aini yang masuk kedalam rumah nya meski sedikit rasa tak rela karna tak bisa berlama- lama dengan Aini. Sebenarnya ia berharap agar Aini menawarkan nya agar singgah kerumah nya untuk sekedar minum kopi namun harapan nya tidak terkabulkan ternyata Aini sama sekali tidak menawarkan apapun kepada nya.


Akhirnya dengan berat hati Bima berlalu meninggalkan pekarangan rumah Aini.


****~****


ccckkkllll!


suara pintu terbuka, Aini masuk kedalam rumah dan mendapati rumah nya dalam keadaan gelap. Aini sempat berfikir mungkin azmi suami nya itu belum pulang maka nya lampu nya tidak ada yang menyala.


Aini tidak sempat memperhatikan mobil Azmi yang terpakir di garasi karna barang bawaan nya begitu banyak hingga menyita perhatian nya. belum lagi keadaan tubuh nya yang sudah menggigil karena kedinginan hingga Ia tidak fokos lagi memperhatikan keadaan rumah nya.


buru- buru Aini menghidup kan lampu dengan menekan tombol yang tidak jauh dari pintu iya masuk tadi.


Ketika ruangan itu menjadi terang benderang Aini di kejutkan dengan sosok suami nya yang tengah duduk di ruang tamu yang tengah memperhatikan diri nya.


" Mas!"


" emm"


" Mas sudah pulang?" tanya Aini dengan nada serak nya mungkin akibat udara yang dingin.


Azmi tidak menjawab Ia bangkit dari peraduan nya mencoba mendekati Aini.


Azmi tidak memperhatika penampilan Aini yang basah kuyup.


Aini mengulurkan tangan nya hendak meraih tangan Azmi untuk mencium tapak tangan itu. namun sebelum terjadi Azmi telah terlebih dahulu menepis tangan Aini dan menatap mata Aini lekat- lekat.


tatapan mata Azmi begitu nanar melihat wajah Aini hingga membuat Aini ketakutan. aini menundukakn wajah nya tak berani menatap wajah Azmi.


bersambung.....


Mohon like, komen, dan vote...

__ADS_1


terimakasih buat yang udah baca cerita ku... 😊😊😊😊


__ADS_2