
siang itu laial tidak keluar kamarnya karena kesal dengan Darmawan bi Inah mebawakan makananya ke dalam kamar menemani Laila makan sedangkan Darmawan makan bersama p ak Iwan , setelah makan Darmawan pergi kekantornya untuk mengurus sesuatu karena selama kejadian itu Darmawan tidak pergi ke kantor , setelah mengadakan rapat dadakan Darmawan memeriksa semua pekerjaannya sampai malam .
sedangkan Laila Hanya mengurung diri di kamar .
setelah selesai Darmawan pulang di jemput pak Iwan .
Darmawan duduk di Sofanya dia tau Laila marah padanya .
" maaf den mau makan " tanay bi Inah .
" nanti bi saya mau mandi dulu " jawab Darmawan berjalan menuju kamar Laila .
Darmawan perlahan membuka pintu kamar tapi tidak bisa karena di kunci .
darmwan berbalik menuju meja makan ,
" makan sekarang den " tanya bi Inah .
" iya bi " ucap Darmawan .
setelah makan Darmawan duduk di sofa ruang tengah menyalakan tv jam sudah menunjukan pukul sebelas malam .
bi Inah tau kalau Laila menunci pintu kamarnya membawakan Darmawan selimut beserta bantalnya .
"maaf den ini " ucap bi Inah .
" oh ya bi terim kasih " darmwan merebahkan badanya .
malam itu Laila merasa haus bangun dari tidurnya keluar untuk mengambil air minum setelah selesai minum Laila melihat ruang tamu masih menyala , laila berinisiatif mematikan lampu tapi melihat Darmawan yg tertidur pulas di sofa dengan baju yg belum di ganti , Laila merasa kasihan dia lupa bahwa darmwan sudah menjadi suaminya dan tinggal satu rumah dengannya .
Laila pergi ke kamarnya menyiapkan air panas dan kembali lagi ke luar , perlahan membangunkan Darmawan.
" pak ,pak , bangun " ucap Laila pelan .
darmwan membuka matanya melihat Laila sudah berdiri di hadapannya .
" emmm" Hanay itu ucap Darmawan Karen mengantuk .
" mandi dulu , sudah saya siapkan airnya " ucap Laila .
darmwan bangkit dari tempatnya berjalan sempoyongan karena masih mengantuk mengikuti Laila yg mebawa bantal dan selimut menuju ke kamarnya .
Darmawan duduk di tempat tidur merebahkan diri dengan malas.
" cepat mandi , nanti airnya dingin , ini handuknya " ucap laial menyerahkan henduk kepada darmwan yg melangkah ke kamar mandi , setelah selesai darmawan keluar dengan megelap rambutnya yg basah .
" aku tidur di luar " ucap darmawan .
Laila Hanay diam melihat ke arah darmwan .
" mana selimaut dan batalku " ucap darmwan
" dasar kamu , sudah beli kasur sebesar ini untuk apa " tanya laila .
darmwan yg mendengar perkataan Laila menjadi bingung mentapnya tidak percaya .
__ADS_1
" ya tidur di sini , tapi jangan berharap yg lebih , " ucap Laila merebahkan badanya mebelakangi Laila
darmwan yg tidak percaya berjalan naik di atas tempat tidur merebahkan dirinya disamping berbalik membelakangi laila.malam itu mereka tidur satu kamar dan satu kasur .
waktu subuh sudah tiba Laila membuka matanya melihat ke arah jam waktunya solat , Laila merasa ada yg aneh , ternyata tangan darmwan melingkar manis di pinggangnya dengan napas yg perlahan berhembus di bagian lehernya membaut dada Laila berdebar kencang dengan sedikit menoleh ke belakang melihat darmwan tertidur pulas .
Laila menarik sedikit tangan darmwan dan menarunya di bawah dan perlahan Laila turun dari tepat tidurnya berjalan menuju kamar mandi .di dalam kamar mandi Laila membasuh wajahnya menyiramnya beberpa kali menenagkan degup jantungnya menarik nafas panjang dan membuangnya menatap wajahnya di cermin dan kembali membasuh wajahnya berulang kali .
apa ini tanya Laila dalam hati .
tidak lama Laila keluar melihat darmwan sudah bangun .
" solat berjamaah " ucap darmwan berjalan ke kamar mandi .
sambil memasang mukenahnya Laila mengelar sejadah untuk darmwan , lalau mereka solat bersama setelah solat darmwan darmwan mengulur tanganya pada Laila tanpa berpikir Laila langsung mencium nya .
setelah selesai merapikan semua Laila keluar dari kamar menuju dapur membuka lemari pendinginnya .
" ternyata semua habis " guman Laila .
dia berjalan masuk ke kamarnya mengambil jaket dan memasangnya .
" mau ke mana " tanay darmwan .
" mau ke pasar " ucap laila mengambil dompetnya .
" aku ikut " ucap Darmawan .
Laila berjalan ke luar kamar di ikuti darmwan .
dengan memgambil kunci motor Laila mengeluarkan motornya.
" naik motor " tanya darmwan
" iya " ucap Lila .
" kenapa engak mobil " darmwan mengaruk kepalanya .
" udara pagi itu segar jadi harus di nikmati " jawab Laila .
" tapi kalau belanjanya banyak susah bawanya " ucap darmwan yg tidak bisa naik motor ada rasa malu kalau dia di bonceng Laila .
Laila melihat ke arah darmwan memang benar ucapanya fikir Laila .
" ya sudah naik mobil " Laila masuk meletakn kunci motor dan keluar kembali masuk ke dalam mobil .
sesampainya di pasar laila berbelanja banayak dari buah sayur ikan daging semua di beli darmwan kewalahan mebawa barang belanjaan Laila .
setelah sampai di rumah Darmawan meletaka semua belanja Laila di atas meja , dan laila menyiapak bubur ayam menaruhnya di mangkuk menyodorkan kepada darmwan yg sudah menunggu dan langsung melahapnya sedangkan laila kembalai ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi Laila kembalai lagi ke dapur , menata semua belanjaanya ke dalam lemari pendingin .
setelah selesai darmawan pergi ke kamar untuk mandi dan keluar sudah berpakain rapi.
" aku berangkat " ucap darmwan mendekati Laila .tanpa ada kata kata dari Laila Darmawan berlalau .
" pak ayo " ucap darmawan .
__ADS_1
rencana nya Darmawan akan pulang ke rumahnya siang itu menyelesaikan permasalahannya dengan Vera dan berjumpa dengan anak anaknya, yg beberapa hari ini berhubungan lewat Tel saja .
dan akan menjelaskan permasalahanya dengan mertua nya yg sudah menghubunginya beberapa waktu lalu.
rencana itu belum di beri tahukan ya pada Laila , siang itu setelah selesai tugasnya dan mengadakan rapat singkat Darmawan pulang ke rumah Laila bersama pak Iwan .
Laila yg sudah selesai memasak , berada di belakang membersihkan kebun kecilnya yg sudah di tumbuhi rumput di bantu bi Inah
darmwan pulang mebersihkan dirinya dan berganti pakain mencari di mana keberadaan laial .
" pak liat laila " tanya darmawan .
" di belakang pak " jawab pak Iwan
darmwan langsung ke belakang mencari Laila
di lihatnya Lila yg sibuk memindahi pot bunga
menyusunya dengan rapi.
darmwan mendekat membuang daun yg menempel di kepala Laila.
" aku mau ke kota x selama satu Minggu , pak Iwan biar di sini " ucap darmawan
Laila yg Hanay menoleh menghentikan kegiatanya memandang darmwan yg sudah berpakain rapi .
" kenapa " tanya Darmawan heran .
" kenapa baru ngomong " tanay Laila.
darmwan bingung melihat Laila yg menatapnya .
" aku sudah terlanjur belanja banayak " ucap Laila .
Darmawan makin bingung .
" huhhh kalau kamau pergi siapa yg mau memakanya " tanya Laila .
" ya pak Iwan sama bi Inah " jelas Darmawan .
" huh ," laial meninggalkan Darmawan .
" kenapa " tanya darmwan mengikuti Laila .
"ya sudah kalau mau pergi ya pergi " ucap Laila kesal.
darmwan bingung kenapa dengan sikap Laila yg sering berubah ubah .
Laila mencuci tanganya dan masuk ke dalam kamar duduk di atas tempat tidur .
" kenapa" tanya Darmawan .
" kalau merencanakan seseutu harus di bicaran dulu " ucap Lila
" maaf , untuk hari ini , aku harus menyelesaikan urusan ku di kota x " ucap Darmawan berdiri di depan laila.
__ADS_1
" ya sudah silahkan " ucap laial membelakangi darmwan, melihat tingkah Laila yg sepertinya sudah menerimanya membuat Darmawan ingin segera menyelesaikan urusanya bersama vera .