
Laila memeiringkan badanya membelakangi daarmawan , entah apa ke salah yg di lakukan sehingga cobaan ini terjadi membaut Laila tidak habis fikir dengan semua yg terjadi , Laila memejamkan mata dan membukanya lagi menarik nafas panjang ,istri yah sekarang Laila sudah menjadi istri seseorang yg tidak dia cintai malah ada rasa benci menyelimuti di hatinya , kenapa kau pertemukan Aku dengan nya yg selalu membuat aku dalam masalah , Laila berfikir jauh mengingat kembalai memori dia pertama kali bertemu dengan Darmawan yg di perkenalkan oleh suminya, apa yg harus di lihat dari segi sososk Darmawan tidak ada kesan menarik di fikiran Laila yg harus membuat dia mencintainya untuk sementara ini mungkin.
nasi sudah menjadi bubur untuk apa di sesali , entah ke depannya seperti apa bagi Laila sudah terlanjur mungkin harus di jalani tidak terasa air matanya mengalir sambil menahan tangis supaya tidak terdengar oleh darmawan di menyembunyikan wajahnya di bantal menengelamkan dalam dalam sambil meremas keras bantal yg ada ..
darmwan Hanay diam sebenarnya dia tau bahwa Laila menagis berdiri mendekati Laila menggeser kursi dan mendudukinya .
" maaf atas keputusan ini " ucap darmwan lirih .
Laila yg mendengar itu mengelap air matanya.
" sejujurnya , kehidupan rumah tangga ku tidak mempunyai masalah , Hanay masalah kecil, yah masalah kecil menurut ku , mungkin ini semua salahku , terlalu banyak menuntut akan sesuatu, tapi Akau memerlukan itu , kalau kamu tidak keberatan tolong janagn memutuskan ini , yah mungkin Akau terlalau banyak bicara , menurutku ini rumit dan sudah terlanjur " ucap darmwan diam .
Laila yg tidak menangapi ucapan darmwan Hanay diam dalam tangis pilunya .
" aku harap kita bisa melewati ini " ucap Darmawan .
melihat Laila tidak menanggapinya darmwan Hanay diam, diam mungkin itu yg untuk sementara di lakukan pikir Darmawan .
" sementara ini aku akan tinggal di rumah mu untuk memastikan kamu baik baik saja " jelas Darmawan melihat ke arah Laila .
" tolong jangan buat Aku seperti ini , aku tidak suka kamu diam , paling tidak protes apa yg perlu kamu protes " ucap Darmawan .
Laila tidak menjawab hanya diam tanpa bergerak .
Darmawan berdiri perlahan mendekati Laila dan melihat membungkukkan badanya . "teryata dia tidur jadi aku tadi ngomong sendiri " ucap Darmawan meperhatikan wajah Laila yg sudah terlihat seperti biasa lebam di pipinya sudah tidak terlihat dan dan bibirnya masih terlihat membekas hitam sedikit .
ada ras kasihan karena terseret dalam masal rumah tangganya ( nano nano + pahit )
darmwan membenarkan selimut Laila terasa penat yg di rasa ,lelah membuat badanya terasa remuk mencoba merebahkan diri di samping Laila memejamkan mata untuk beristirahat sejenak .
tidak teras menjelang sore mereka terlelap bersama melepaskan beban fikiran masing masing .
tidak sengaja bi inah dan pak Iwan masuk melihat Laila dan Darmawan yg sedang tertidur pulas perlahan Bu Inah meletakan rantang makan dan membersihkan bekas yg sudah kotor . meletakan pakain Laila yg bersih dan keluar perlahan .
belum sempat bi Inah keluar Laila sudah terbangun dari tidurnya dengan posisi yg masih sama membelakangi Darmawan yg terlelap tidur di sampingnya .
Laila berbalik tapi menyentuh kepala Darmawan laila melihat Darmawan kaget terbangun sambil mengucek matanya .
" ada apa " tanya darmwan .
__ADS_1
" ada bi Inah " ucap Laila ikut kaget .
Darmawan yg melihat ke arah bi Inah Hanay tersenyum sambil membungkukkan kepalanya .
" ada apa bi " tanya Darmawan .
" antar makan sama baju bersih non Laila " ucap bi Inah.
" pak Iwan mana " tanya Darmawan.
" di luar " ucap bi Inah kembalai mendekati Laila yg bangkit dari tidurnya membantunya bersandar.
" oh , saya mau pulang ambil baju , ganti, bi inah di sini dulu " jelas darmawan keluar.
" non sudah makan " tanya bi Inah .
" belum , nanti saja bi masih kenyang " jawab Laila .
" bibi bawakan sup " jawab bi Inah .
" bi Tel pak Iwan , pak Darmawan dari tadi siang belum makan , cuma makan sisa bubur Laila " ucap laial .
" oh ya sudah " ucap Laila .
" non , bagai mana " tanya bi inah .
Laila menggeser badanya sedukit dan tau maksud pembicaraan Bu inah.
" enggak tau bi , ayah sama ibu tidak masalah , tapi Laila belum siap , lagian bibi tau kalau jadi istri muda itu jadi omongan , saya juga bingung " ucap Laila .
" saya juga kaget non atas kejadian kemarin , tapi , menurut saya pak Darmawan itu baik , mungkin jalani saja dulu " ucap bi Inah .
" untuk menjalani nya itu Laila belum siap , sebagai seorang istri Laila harus melaksanakan kewajiban Laila , itu yg Laila tidak mau bi terpaksa dalam menjalani hubungan " jelas Laila .
" yah nanati bisa di bicarakan non , yg penting non sehat dulu " ucap bi Inah.
" oya bi katanya pak Darmawan akan tinggal di rumah " ucap Laila .
" yah wajar kan sudah suami istri , non masih panggil pak Darmawan dengan bapak " tanya bi Inah .
__ADS_1
" mau panggil apa lagi bi " tanya Laila sedikit marah .
" cuma bercanda " bi Inah tertawa membuat Laila tambah marah .
" mau mandi non " tanya bi Inah .
" nanti bi masih panas , lagian tangan Laila masih perih sedikit " Sabil menunjukan tanganya.
" oh , mau makan buah non " tanya. bi Inah .
" boleh " ucap Laila singkat .
Laila merasa tenang kalau berada di samping bi Inah yg selalau menghiburnya .
mereka berbincang bincang layaknya teman dekat senyum manis Laila mulai terlihat .
ternyata pak Iwan dan Darmawan tidak pergi ke mana mana mereka berbicara di taman rumah sakit .
" maaf pak Darmawan tidak ganti baju " ucap Iwan .
" Aku lupa membawa Baju ganti , tolong belikan " jelas darmawan .
" sebenarnya pak Darmawan menikah dengan non Laila karena apa " tanya pak Iwan
" di sini saya merasa bertanggung jawab akan non Laila , karena dulu pak Tomi baik kepada saya membantu keluarga saya , anak saya di kuliahkan sampai selesai , jadi saya sudah menanggapinya seperti anak saya sendiri " jelas Iwan .
" saya juga tidak tau pak , kejadian itu begitu tiba tiba , tapai saja janji akan membaut Laila bahagia " ucap Darmawan lirih .
" saya harap begitu , dia wanita yg tegar " ucap Iwan mengusap air matanya .
" kenapa pak Iwan menagis " tanya Darmawan .
" saya mengingat bebrap tahun lalu , kejadian yg menimpa anak perempuan saya , yg membantu adalah non Laila " ucap Iwan .
Darmawan berpikir begitu baikah sifat Laila yg dari orang tuanya , bi Inah sampai pak Iwan menyebutnya orang baik , Samapi almarhum Tomi juga berkata seperti itu .
timbul rasa penasaran di hati Darmawan untuk terus mempertahankan Laila .
apa ini sudah takdirnya di pertemukan dengan Laila .
__ADS_1
" tolong ya pak belikan baju saya " ucap Darmawan .