
sore itu setelah mebersihkan diri laila duduk di tempat tidurnya memeriksa ponselnya ternyata banayak pangilan masuk dan pesan .
Laila membalas satu persatu pesan yg ada , ada satu pesan yg membuat dia terpaku yaitu pesan dari Dewi .
Laila mencari kontak seseorang dan mencoba menelponya tapi tidak bisa karena sibuk , Laila mengirim pesan singkat berharap di baca ternyata Hanay di liahat ..
Laila menutup ponselany menaruhnya di atas meja merebahkan dirinya .
tidak lama darmawan mereka duduk di sofa .
" Lo ko enggak ganti baju " tanya bi Inah .
" lupa bawa baju " ucap Darmawan
" oh " sela bi Inah .
apa lupa bawa baju , kebiasaan yg sering di lakukan emang sudah pikun apa seperti orang tua fikir Laila melihat sinis kepada darmwan .
" bi Inah pulang sekarang " tanya darmwan
" kenapa " tanay bi Inah .
"pak Iwan lagi keluar " jawabnya lagi .
" tunggu pak Iwan saja " jawab bi inaha .
tidak lama dokter masuk untuk memeriksa Laila di di dampingi oleh perawat .
" bagai mana dok " tanya Darmawan.
" baik , sekarang istrinya sudah sehat , mungkin besok boleh pulang , untuk malam ini masih di sini karena ada satu obat yg harus di minum " ucap dokter tersebut .
" terima kasih dok " jawab Darmawan .
" sama sama pak " dokter pun pergi meninggalkan mereka .
tidak ada yg di lakukan mereka Hanay diam terasa canggung dengan suasana di dalam kamar yg begitu sepi , tidak lama pak Iwan datang mebawa kantung berisi baju Darmawan .
" maaf ini " pak Iwan menyerhkan kepada darmwan .
" terima kasih pak " ucap Darmawan .
" karena pak Iwan sudah datang saya permisi dulu non ," sambil mengbil sekantung pakai kotor Laila dan barang lainya .
" kok buru buru bi " tanya Laila yg tidak ingin di tinggal berduan bersama Darmawan apa lagi kalau sudah malam .
" mau mebereskan rumah non " ucap bi Inah .
" apa yg mau di bereskan " tanay Laila
" eh itu non " bi Inah ragu sambil memandang Darmawan.
" aku Menganti tempat tidurmu dengan yg lebih besar " ucap Darmawan .
" apa , siapa yg mengizinkanya , itu rumah ku berani nya kamu Menganti barang barang kau " ucap Laila marah .
" tempat tidurmu terlelu sempit , jadi aku mengantinya " ucap Darmawan cuek .
" yg suruh kamau tidur di ranjang ku siapa " tanya Laila begitu marah .
" intinya aku tidak mau tidur di lantai " ucap darmwan lagi tidak mau mengalah, pak uwan dan bi Inah Hanay saling pandang melihat Laila yg begitu marah kepada darmwan .
" kalau enggak mau tidur di lantai , tidur di rumahmu sendiri " ucap Laila .
" untuk apa tidur di rumah sendiri , kalau ada rumah istri " ucap darmwan .
" apa , yg mau jadi istrimu itu siapa " tanya Laila geram .
" sudah sudah , non istirahat aja , nanti sakit lagi " ucap bi Inah menengakan Laila yg kesal dengan Darmawan yg sudah mulai .
" sekarang bibi pulang dulu " bi Inah memeluk Laila .
Laila Hanay mengangguk sambil menatap tajam ke arah darmwan yg berdiri menutup pintu kamar .
Laila memalingkan wajahnya dengan kesal .
darmawan berajak ke kamar mandi mebersihkan dirinya Menganti pakainya yg baru di belikan oleh pak Iwan .
setelah rapi Darmawan keluar dan duduk di sofa menonton tv , terdengar azan magrib . Darmawan pergi ke kamar mandi mengambil air wudhu dan keluar dari kamar , untuk pergi ke mushola rumah sakit
Laila bersiap bertayamum setelah selesai di sholat Laila mengeluarkan Alquran kecil melantunkan ayatnya dengan merdu .
__ADS_1
di luar Darmawan mendengar suara merdu Laila yg terdengar sayup, Darmawan menghentikan langkahnya Hanay berdiri di depan pintu mendengarkan Laila mengaji tanpa harus menganggu nya .
setelah selesai Lila membuka mukenahnya merapikannya dan meletakanya di samping bantalnya beserta Alquran kecilnya .
tidak lama terlihat Darmawan masuk .
" sudah makan " tanay nya .
" belum " ucap Laila singakat .
darmwan membuka rantang makan yg di bawa bi Inah memasukan nasi dan sayur yg ada .
" ayo makan " darmwan menyodorkan sendok ke arah mulut laial .
tanpa ada perlawan dari Laila langsung membuka mulutnya .
" sini biar Aku saja " ucap laial menarik piring di tangan darmwan. .
" itu ada makan " ucap Laila menunjuk rantang yg satunya yg ada di bawah .
" kalau tidak makan nanti sakit ,aku tidak mau merawat orang sakit " ucap Laila Sabil memakan makanya .
darmwan mengambil rantang yg ada di bawah meletakany di atas meja dan memakannya tanpa ada perdebatan tersa kalau di dalam ruangan itu karena Laila dan darmwan tidak berkata kata Hanay diam .
setelah solat isya Lila berusah memejamkan matanya tapi tidak bisa karena Darmawan belum kembali ada rasa takut menyelimuti laila berusah turun dari tempat tidur dengan membawa tiang infusan berjalan mencari remot tv mengeraskan suaranya dan kembali duduk di atas ranjangnya ,
Laila bersenandung menghibur hatinya tapi rasa takut terus meghantuinya melihat di sekeliling terdengar suara membuat Laila makin ketakutan dengan menutup semua badanya dengan selimut .
tidak lama Darmawan masuk melihat Laila di di dalam selimut dengan tubuh sedikit bergetar darmwan membuka selimut Laila yg terpejam sambil mengis .
" hey kenapa " darmwan menepuk pundak Laila .
Laila kaget langsung memeluk darmwan dengan erat membuat darmwan tersengal .
" aku takut , huaaa, kenapa perginya lama sekali " ucap laila .
" aku tadi di taman , sudah tidak apa apa " darmwan mengelus pundak Laila .
terdengar jantung Laila berdegup kencang karena takut membuat darmwan tersemyum .
setelah tenang Laila melepaskan pelukannya " maaf " sambil mengusap air matanya .
" tidak apa apa , kalau masih takut sini Akau peluk lagi " goda darmwan .
" bisa telpon bi Inah , baterai ku habis " ucap laial pelan
" untuk apa menelpon bi Inah " tanya darmwan .
" aku tidak bisa tidur " ucap Laila tertunduk.
" kan ada Aku " ucap darmwan dengan ter senyum .
Laila merebahkan badanya mebelakangi darmwan .
beberapa saat Laila bergerak dengan gelisah Menganti posisi tidurnya mebenrakan bantalnya entah apa lagi yg di lakukan membuat darmwan terganggu .
" ada apa , masih tidak bisa tidur " ucap darmwan .
menganguk pelan .
darmwan mengeser kursi mendekati Laila duduk dekat di sampingnya .
" sekarang tidur " ucap Darmawan yg masih memeprhatikan tv .
Laila mengeser bantalnya mendeka ke pinggir Tempat tidurnya perlahan memegang lengan darmawan yg bersender di tempat tidurnya dan memejamkan matanya terdengar napas teratur Laila yg sudah terlelap dalam mimpi .
darmwan ingin berajak dari duduknya tapi karena tangan Laila yg memegang lenganya mengurung kan niatnya untuk berpindah menatap wajah Laila yg tertidur pulas , Darmawan mematikan tv dan merebahkan kepalanya di samping Laila memejamkan matanya hingga terlelap .
pagi sekali darmwan bangun melepaskan perlahan tangan Laila untuk solat subuh di mushola rumah sakit dan cepat kembali sebelum laila bangun .
dengan santai darmwan duduk di sofa .
Laila yg bangun terlihat sedikit bingung , mencari sesuatu .
" mana " guman Laila .
" mencari apa " tanay darmwan .
" mukenah sama Alquran ku " jawab laila.
" di atas meja " ucap Darmawan .
__ADS_1
" kok bisa di situ " tanya Laila.
" kamau tidur terlalu mepet ke pinggir jadi Aku singkirkan " ucap darmwan
" oh " jawab Laila singkat seperti biasa setelah solat Laila membaca Alqur'an ya pelan karena ada darmawan di sana .
darmwan mendengar lirih ayat yg di baca laila sampai selesai .
pagi itu setelah di periksa Laila boleh pulang, setelah Darmawan meyelesaikan administrasinya mereka pun pulang .
sesampainya di rumah Laila di ajak bi Inah masuk ke kamarnya untuk beristirahat .
Laila melihat benar tempat tidurnya di ganti dengan yg lebih besar dan lebih empuk dan nyaman Laila merebahkan dirinya di bantu bi Inah .
" non istirahat , nanati saya sipakan makan siang " ucap bi Inah .
" iya bi " jawab Laila singkat .
terasa nyaman tidur di tempat tidur sendiri guman Laila .
tidak lama darmwan masuk ke kamar Laila membuat Laila kaget .
" mau apa " tanya Laila .
"mau mandi " ucap Darmawan .
" mandi di luar " ucap Laila .
" apa " darmwan kaget .
" iya , biasnya kan mandi di luar " jawab Laila .
darmwan bingung sambil mengambil handuk dan ingin membuka lemari , Darmawan di kejutkan lagi dengan
" mau ngapain " tanya Laila .
" ambil baju " jawab Darmawan .
" bukanya itu lemari aku " tanya Laila
" iya emang kenapa " tanya Darmawan .
" berarti semua baju Akau di situ " ucap Laila lagi .
darmwan menyala lemari lebar lebar memperlihatkan isi lemari laila yg tersusun rapi .
" liahat , ini baju kamu dan ini baju aku " jelas Darmawan menunjuk deretan baju .
" sejak kapan baju kamu tersusun di situ " tanya Laila bingung baru dua hari menikah sudah berani menguasai kamar .
" sejak Aku membeli tempat tidur yg kamu duduki " jawab darmwan santai mengambil bajunya dan menutup kembali lemari .
Laila turun dari tempat tidurnya berjalan mendekati darmwan ,
" ini rumahku , siapa yg mengizinkan untuk mengaturnya " ucap laila yg marah .
" sejak kamu menjadi istriku " ucap darmwan mengoda Laila dan pergi meninggalkannya dengan tersenyum .
" dasar kamu , tidak tau diri , yg memaksa Aku menjadi istrimu itu kamu bukan Aku " terik laial kesal .
dengan geram laila membanting pintu kamarnya menguncinya dari dalam dan menghempaskan diri di atas kasur sambil memikul bantal dengan keras .
" Lo kok mandinya di luar pak " tanya bi Inah .
" Laila lagi marah bi " jawab darmwan tertawa.
" oh " jawab bi Inah .
setelah mandi darmawan duduk di meja makan menemani bi Inah yg sedang memasak .
" bi besok saya akan pulang , mungkin satu Minggu lagi saya akan kembali " ucap darmwan .
" pak Iwan akan tinggal di sini " jelasnya lagi .
" baik pak " jawab bi Inah .
" bi , tolong jangan panggil saya pak " ucap darmwan .
" maaf jadi apa " tanya hi Inah .
" terserah saja asal jangan pak , terkesan Akau lebih tua , padahal masih muda " canda darmwan .
__ADS_1
" baik den" jawab bi Inah .
darmwaan Hanay tersenyum .