
Di sisi lain, di rumah yang tampak sederhana seorang wanita paruh baya terbaring lemah di tempat tidur...
ya dalam sebuah kamar yang tidak seberapa luas. di sisi dinding kamar terdapat beberapa foto Aini bersama wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Ibu nya Aini biasa di sapa ibu Ningrum.
" Aini lama lama sekali kamu pulang nak..?" suara lirih terdengar dari mulut ibu ningrum, ia sangat mencemaskan anak nya karena sudah larut begini anak nya tidak jua sampai dirumah.
diluar hujan semakin lebat, angin semakin kencang pohon- pohon yang berada di tepian jalan seakan beriak menikmati hujan. sesekali petir menyeruak membelah kesuyian malam. ibu Ningrum semakin cemas manakala ia melihat jam yang tengah menujukan pukul sebelas malam.
uhuk...uhuk...uhukkk....!
ibu Ningrum terbatuk ia merakan tenggorokan nya panas, gatal dan tak lama kemudian darah segar keluar dari mulut nya, ia cepat- cepat membersihkan mulut nya mengunakan kain yang tengah ia pakai untuk menyelimuti nya. terasa anyir hingga membuat kepala ibu ningrum berkedut sakit.
ibu Ningrum berusaha bangkit dari peraduan nya, ia hendak mengambil air minum yang berada di atas meja yang berada di sisi ranjang nya.
ruangan kamar itu terlihat redup karna pencahayaan yang di gunakan hanya lampu minyak tanah. keluarga itu tak sanggup untuk membayar tagihan listrik. hingga saluran listrik di rumah nya di putuskan secara sepihak.
kehidupan Aini dan Ibu nya benar- benar sangat sulit. terkadang tetangga mereka mengulurkan bantuan berupa beras dan sembako lain nya dan aini sangat berterima kasih akan hal itu.
untung nya mereka memiliki tetangga yang baik. ya meskipun aini terkadang sungkan menerima bantuan karna tidak ingin menyusahkan orang lain.
duarrrr....!!!!!
kembali suara petir menyeruak memekakan telinga hingga membuat ibu Ningrum yang tengah minum seketika tersentak menjatuhkan gelas nya karena terkejut. gelas itu pecah berserakan di lantai kamar.
"astagfirullah hal azim...!" ujar ibu Ningrum seraya mengelus dada nya.
ibu Ningrum mencoba membersihkan beling- beling kaca yang ada di lantai itu namun tak di sangka manakala ibu ningrum membungkuk kan tubuh nya, ia malah tersengkur di sisi ranjang.
aahhh!!!! desis ibu Ningrum.
__ADS_1
penglihatan nya mulai kabur, kepala mulai terasa berat, ia merasakn bagian tengkuknya perih mungkin terkena pecahan beling.
tak berselang lama kesadaran ibu ningrum hilang seutuh nya. ia tergeletak di lantai kamar tak sadarkan diri. dan tengkuk ibu Ningrum mengeluarkan darah segar dan mulai mengalir di lantai...
sementara Aini yang sejak tadi berjalan kaki dengan mengenggam kantong plastik yang entah apa isi nya sesekali ia berlari kecil berusaha agar cepat sampai di rumah nya. namun apalah daya! ia hanya seorang wanita yang tengah merasa kedinginan teramat sangat.
Aini basah kuyup, tubuhnya bergetar, gigi nya beradu seperti hentakan nada tak berdaya. wajah dan bibir nya pucat seperti tak di aliri darah setetes pun. ia memeluk tubuh nya sendiri mencoba memberikan kehangatan tapi sayang rasa dingin itu terus masuk menyeruak menembus sel- sel kulit menciptakan getaran pada tubuh aini
ketika suara petir membelah kesunyian bumi ia menangkup kan tangan nya menutupi telinga nya sebenar nya hal itu ia lakukan karna ia merasa takut karna jalanan tetlihat sepi tidak seperti biasanya penuh riuh dan kemacetan.
mungkin karena sudah larut malam fikir aini.
sudah dua jam lebih aini bejalan kaki. rumah majikan ibu nya cukup lumayan jauh. sebenar nya jika tidak dalam keadaan hujan aini mungkin hanya perlu berjalan kaki satu setengah jam namun apalah daya cuaca saat itu tidak ingin bersahabat dengan aini.
" alhamdulillah... akhirnya sampai juga"
aini mulai melangkahkan kaki nya kedalam rumah setelah membuka pintu dengan kunci cadangan milik nya.
dengan langkah perlahan Aini membuka pintu kamar ibu nya. pelan takut ibu nya terbangun dari tidur fikir aini.
Aini terperanjat melihat kondisi ibu nya yang tergelatak di lantai, mata nya melihah gumpalan darah di kain dan lantai. aini seketika mendekati ibu nya.
"ibu....??!!" teriak aini panik. ia merah tubuh ibu nya membawa nya kepelukan nya.
ia memandangi wajah ibu nya, tangan nya yang tepat berada di tengkuk ibu nya merasakan basah dan dingin. aini melihat hal itu.
" darah...! " desis aini. ia semakin panik, ia mencoba menguncang tubuh ibu nya berharap ibu nya sadar. tangan nya yang tengah berlumran darah membuat aini syok, air mata nya mulai mengalir di mata nya iya terisak tak tau harus berbuat apa...
Aini mencoba teriak meminta tolong namun suara nya tak terdengar oleg orang lain karan di kalahkan oleh suara hujan dan petir yang menggelegar di luar sana.
__ADS_1
Aini semakin frustasi tidak tau harus berbuat apa. ia memanggil- mangil nama ibu nya seraya menepuk ringan pipi ibu nya berharap ibu nya membuka mata.
malam itu jam sudah menujukan pukul dua malam. ibu aini kini terbaring di atas ranjang, terlihat lehernya terbungkus dengan perban. kain yang bersekan, beling- beling di lantai sudah di bersihkan walaupun tanpa di sadari Aini tadi kaki nya tertusuk oleh beling itu tapi aini juga sudah membersihkan nya.
Aini duduk di tepi ranjang tepat di sisis ibu nya. ia meraih tangan ibu nya dan mencium nya takala air mata nya menetes di pipi nya melihat keadaan ibu nya.
Aini yang tidak sanggup membawa ibu nya di rumah sakit untuk di rawat kini di tambah lagi keadaan yang tidak terduga ini sunggug membuat aini mersa tak sanggup lagi menjalani kehidupan nya. satu- satu nya yang membuat aini bertahan saat ini hanyalah ibu nya. jika ibu nya pergi maka Aini merasa tidak ada guna nya lagi hidup.
Aini terus berada di sisi ibu nya. ia memperhatiakan dada ibu nya yang naik turun menandakan bahwa ibu nya masih hidup. tangan aini mulai mengelus kepala ibu nya dengan lembut kemudian mengecup kening nya dengan hati- hati. kecupan kasih yang dalam dan sangat tulus.
" ibu maafkan Aini yang tidak mampu memberikan kebahagiaan untuk ibu...." ujar Aini dengan lirih tersirat kesedihan yang amat dalam di hati nya air mata nya yang terus mengalir seakan menutut hak nya hingga membuat aini tak bisa memaksakan diri untuk terjaga lebih lama lagi.
Aini pun tertidur di sisi ibu nya meninggalkan kesunyian malam dan larut kedalam mimpi.
hai semua....👋👋
terimakasih sudah baca cerita ku....
mohon dukungan dan krisan nya ya....
😊😊😊😊
jagan lupa tinggal kan jejak ya.....
like, komen, dan vote.
__ADS_1
salam santun dari ku untuk kita semua.....😇😇😇😊😊😊🙏🙏🙏