
Waktu tengah menunjukkan pukul jam delapan malam, saat itu Aini berada di ruang keluarga bersama Aryo dan Nadia. Aini duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu begitu pula dengan Aryo dan Nadia mereka duduk berhadapan dengan Aini.
sepanjang hari ini Aryo tidak mengizinkan Aini berkata apapun perihal kedatangan nya kerumah itu.
Aryo menyuruh nya agar beristirahat dahulu. Aryo mengira Aini pasti sangat kelelahan akibat perjalanan nya kemari karna melihat wajah Aini yang sedikit pucat. begitu pula dengan Nadia ia tidak bertanya apapun mengenai kedatangan nya.
Saat itu di ruangan keluarga itu seteleh mereka usai makan malam Aryo meminta Aini menjelaskan maksud kedatangan nya.
dengan sopan Aini menutur kan mengapa Ia datang kekota menjumpai paman nya dan menceritakan kepergian ibu nya yang kala itu membuat Aini sangat putus asa. hingga keterkejutan nya mengenai Ia telah di jodohkan dengan seorang pria.
" maaf kan paman mu ini Aini?!" ujar Aryo menatap sendu kearah Aini. Aryo merasa bersalah karna tidak bisa membantu keluarga Aini kala itu. bukan karna Ia tidak mau tapi apalah daya selama ini Aryo tidak mengetahui keberadaan mereka.
" Om tidak perlu meminta maaf ke pada ku karna ini semua bukan kesalahan om"
" tapi Aini ! Om merasa menjadi manusia yang tidak tau balas budi!"
" maksud om?" ani mengernyit kan kening nya seraya menatap mata paman nya itu.
" begini Aini, Om tau pasti ibu mu belum menceritakan kebenaran mengenai paman mu ini" Aryo mulai mengungkap siapa diri nya, mengapa Ia bisa menjadi adik dari ibu ningrum.
Ningrum ibu nya Aini adalah anak dari Keluarga Aji pangestu namun karna satu kesalahan hingga istri Aji pangestu tidak bisa hamil lagi. karena istri pangestu sangat menginginkan seorang anak laki - laki, akhir nya berkat desakan dari istrinya itu Aji pangestu mengadopsi seorang anak dari panti asuhan dan di beri nama aryo...
setelah mereka tumbuh dewasa yang saat itu ningrum berusia dua puluh lima tahun dan aryo berumur dua puluh tiga tahun. Ningrum di lamar oleh Andre Irawan. setelah dua tahun menikah ningrum dan andre di karunia seorang putri yang saat itu baru berumur delepan bulan.
kehidupan mereka sangat bahagia karna kehadiran Aini di tengah- tengah mereka. namun suatu ketika rekan bisnis andre yang tak lain adalah keluarga Al hamid. keluarga Al Hamid adalah keluarga terpandang mereka mempunyai beberapa perusahaan terbesar di kota P, bahkan ada juga anak perusahaan nya yang berda di luar negri salah satu nya zepang. mereka datang bertamu hendak menjalin tali silaturahmi. lebih tepat nya ingin membicarakan perjodohan Aini dan anak nya Azmi Al Hamid. bahkan dari nama nya saja sudah bisa di tebak kalau keluarga mereka adalah keluarga yang religius.
Andre dan Hamid sepakat jika kelak anak mereka besar nanti mereka akan di nikah kan.
Mendengar hal itu, Aji pangestu keberatan. Aji pangestu tidak mau cucu nya menikahi anak dari keluarga Al Hamid. karna sebagaimana yang Ia ketahui bahwa keluarga Al Hamid sangat terbuka dengan tradisi poligami.
__ADS_1
Aji pangestu tidak mau kalau cucu nya menjadi korban poligami.
Ningrum berusa untuk membujuk ayah nya, Ia juga mencoba menjelaskan prinsip poligami yang mungkin di salah artikan oleh ayah nya.
sebenarnya keluarga Al hamid terbuka dengan poligami itu karna ada beberapa alasan salah satu nya ingin mengikuti Sunah Rosul tetapi masih dalam alasan yang ketat bukan mengikuti hawa nafsu.
Aji pangestu tetap kekeh dengan pendapatnya hingga membuat ketegangan antara Andre dan Aji Pangestu. Diantara mereka tidak ada yang ingin mengalah, bagi Andre menjodohkan Aini dengan Azmi adalah keputusan yang tepat. karna tidak gampang masuk di keluarga itu, keluarga yang tidak hanya kaya raya dan terpandang juga keluarga yang selalu mengedepankan agama.
" lalu paman! apa yang terjadi selanjut nya?" tanya Aini penasaran.
" kakek mu mengusir ibu dan ayah mu keluar dari rumah" jelas Aryo dengan nada sedikit tekan.
Aini sedikit syok mendengar penjelasan paman nya. Ia tidak menyangka bahwa selama ini keluarga nya memiliki kehidupan yang penuh dramatis.
" setelah ibu dan ayah mu pergi kakek mu sering sakit- sakitan dia selalu memikirkan ibu mu Aini."
" lalu di mana kakek sekarang?" tanya Aini yang mulai tersentuh hati nya.
" meniggal..!"
" ya! Aini"
Dada Aini terasa sakit perasaan yang sama terulang lagi, menyedihkan! Bahkan keluarga yang belum pernah Ia jumpai di renggut oleh Nya...
kenapa? kenapa semua ini harus terjadi pada ku?! apa salah ku? hingga takdir kebahagiaan tidak berpihak kepadaku?!
ucap Aini di dalam hati nya.
"Sudahlah...! lupakan itu semua! sekarang yang lebih penting adalah perjodohan mu dengan Azmi" ujar Aryo mengalihkan suasana.
__ADS_1
Nadia yang dari tadi berada di sisi Aryo hanya bisa terdiam Tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia lebih memilih menjadi pendengar ketimbang menjadi nara sumber dari cerita itu.
" perjodohan?!"
" ya Aini!"
"sebenarnya hati kakek mu mulai luluh setelah beberapa tahun kepergian ayah dan ibu mu. Kakek mu berusaha untuk mencari keberadaan kalian, Dia juga meminta tolong kepada keluarga Al Hamid untuk mencari kalian. namun sayang usaha kakek mu tidak mendapatkan titik terang...
kalian hilang bagai di telan bumi" tutur Aryo sangat panjang lebar membuat Aini berfikir keras mencerna perkataan paman nya.
"sebelum kakek mu meninggal Ia berpesan jika suatu saat nanti saya berjumpa dengan kamu Aini maka lanjutkan lah perjodohan itu" Aryo sedikit menekan suara nya. " dan itu permintaan terakhir dari nya" lanjut Aryo kembali.
Aini menarik nafas dalam - dalam mencoba mengisi udara keparu -paru nya yang mulai terasa sesak. Aini tidak percaya bagaimana mungkin Ayah dan kakek nya menjodohkan nya dengan pria yang tidak Ia kenal bahkan tidak Ia cintai.
Apa yang harus Aini lakukan? haruskah Ia menolak perjodohan itu?! tetapi perjodohan itu permintaan terakhir dari mendiang ayah dan kakek nya. Aini benar- benar di lema akan hal ini.
percakapan mereka cukup menyita waktu tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam..
tubuh mereka seakan meminta hak agar mereka di istirahatkan.
ya! malam berlalu menyisakan teka - teki kehidupan yang mana kala esok akan menjadi titik dasar di mana Aini harus memutuskan kehidupan apa yang ingin Ia lalui...
haiii readers.....👋👋👋
trimakasih sudah baca cerita ku....
mohon tinggalkan jejak ya....!
like, komen, rate bintang 5
__ADS_1
jangan lupa juga klik favorit agar tidak ketinggalan cerita ku....😊😊😊😊