POLIGAMI

POLIGAMI
45


__ADS_3

Poligami


45 Pertemuan Xena/Yogi


Xena dengan perut buncitnya berjalan dengan hati-hati menuju mini market bersama putrinya untuk memenuhi keinginan Arumi yang ingin memakan es krim, karena stok di rumah yang sudah habis membuat mereka memilih keluar dari rumah.


"Umma, nanti arum mau es krimnya dua ya?" pinta gadis kecil itu dengan memperlihatkan dua jarinya yang mungil.


"Baiklah, tapi nanti Arumi boleh memakannya satu dan yang satunya di tinggal buat besoknya ya?" Arumi mengangguk patuh dengan ucapan Xena.


Sesuai dengan ucapan Arumi tadi, saat ini gadis kecil itu tengah menikmati es krim di taman yang tidak jauh dari minimarket begitupun dengan Xena yang tiba-tiba saja menginginkan es yang sama dengan putrinya.


"Xen," Xena yang menjilati es krimnya mendongak kala suara yang amat di kenalnya memasuki gendang telinganya.

__ADS_1


"Iya Mas," jawab Xena setelah tahu siapa yang kini berada tak jauh dari mereka.


Laki-laki berparas tampan itu memilih duduk dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari putri serta mantan istrinya. Menatap kedua orang itu dengan sarat akan rindu serta rasa penyesalan yang tidak akan ada obatnya.


Cukup lama Yogi memperhatikan Xena maupun Arumi dengan dalam. Menikmati sedikit waktu yang dapat di gunakan Yogi.


"Mas mau ngomong sesuatu Xena, apakah boleh?" izin Yogi dengan ragu.


Xena mengangguk. "Silahkan Mas, tapi jangan terlalu lama karena aku akan segera pulang." Disana tidak hanya ada mereka bertiga, melainkan ada beberapa pengunjung yang juga tengah duduk tidak jauh dari mereka.


Kedua orang itu menatap Yogi dengan pandangan biasa, tidak ada rasa apapun yang mereka rasakan. Apalagi Arumi yang jelas anak kandung laki-laki itu hanya terlihat biasa-biasa saja bahkan tidak ada rasa bahagia kala laki-laki yang merupakan ayah kandungmya itu mengatakan kata rindu untuk dirinya.


Xena tidak membalas ucapan Yogi, lagian dirinya tidak tahu harus mengatakan apa. Jujur saja rasa cinta itu untuk laki-laki itu sudah terkikis habis dan sekarang di gantikan dengan rasa cinta untuk suaminya.

__ADS_1


"Arumi, ayah rindu sama kamu, Nak. Maafkan semua kesalahan yang dulu ayah lakukan sama kamu, Sayang," ujarnya dengan rasa penyesalan yang amat dalam.


Arumi yang namanya di sebut menatap wajah sendu Yogi yang kini tengah menatap dirinya. "Arum sudah memaafkan Ayah, jadi Ayah tidak perlu lagi menyesali apa yang sudah terjadi kala itu." jawabnya bijak.


Yogi langsung saja tersenyum manis mendengar ucapan putrinya. "Terima kasih Sayang, terima kasih sudah memaafkan Ayah yang banyak salah ini." Yogi berdiri dengan wajah ceria dan hendak memeluk putrinya namun, gadis kecil itu malah menghindar seakan tidak ingin di peluk oleh Yogi.


Yogi terdiam melihat reaksi putrinya yang seakan engan dirinya peluk. Padahal baru saja putrinya itu mengatakan jika dia sudah memaafkan dirinya. Tapi, kenapa saat dirinya hendak memeluk tubuh kecil itu malah menghindar.


"Kenapa Sayang?" tanya Yogi bingung.


"Umma ayo kita pulang, Baba pasti saat ini sudah sampai di rumah. Katanya tadi pagi hari ini Baba cepat pulang dari sekolah Umma," Bukannya menjawab pertanyaan Yogi, Arumi malah mengajak sang ibu untuk pulang.


Xena menatap putrinya yang seakan engan dengan keberadaan Yogi di sisi mereka. Bahkan es krim yang tadi dimakan Arumi kini sudah tergelak mengenaskan di atas rerumputan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2