
tap jempol dulu sebelum baca oke!!!!_😊😊😊
***
Di kediaman Aryo terlihat Nadia sedang mempersiapkan hidangan di meja makan di bantu dengan Asiten rumah tangga nya bik Ana.
Sementara Aini sedang mempersiapkan diri di dalam kamar nya.
Aini terlihat sedang mengenakan jilbab panjan berwarna dusty ungu yang di padukan dengan stelan dres dusty pink tua, warna yang sangat feminim.
Alexy memperhatikan penampilan nya di cermin, sejenak Ia tersenyum namun senyum itu di patah kan oleh kenyataan bahwa Ia telah di jodohkan dengan pria yang tidak Ia kenal.
Alexy menatap dalam cermin itu, tatapan nya melayang menembus ruang dan waktu.
flashback on
"Aini, persiapkanlah dirimu karena nanti malam keluarga Al Hamid akan makan malam disini"
" iya om" jawab Aini singkat.
sebelum nya Aryo sudah memberitahukan ke pada Hamid Perihal kedatangan Aini, Hamid terkejut tak menyangka Orang yang selema ini masih Ia cari- cari ternyata datang sendiri dengan suka rela.
begitu pula dengan ibu nya Azmi. Ia sangat senang hingga membuat nya tidak sabar untuk melihat sosok Aini sekarang ini. sosok yang ia yakini bahwa Aini adalah jodoh yang tepat untuk anak nya Azmi.
Aini membongkar seluruh isi dalam tas pakaian nya ia Mencari-cari pakaian yang cocok ia kenakan nanti malam.
Hhuuufff!
Aini menghela nafas nya, Ia terlihat frustasi.
" Apa yang harus Aku kenakan?, Aku sudah tidak punya baju yang bagus"ujar Aini berbicara sendiri pada diri nya.
" atau aku pakai yang ini aja?!"
terlihat sebuah pakaian yan berwarna hitam pekat namun ia letakan kembali. Aini berfikir jika Ia mengenakan pakaian itu Ia akan tetlihat seperti orang yang menghadiri acara pemakaman.
" jadi pakaian apa yang harus aku kenakan?!" Aini benar- benar tidak tau harus berbuat apa
Di sisi lain tampak Nadia yang sedang memperhatikan Aini dari celah pintu kamar Aini yang sedikit terbuka.
Nadia tau bahwa Aini sangat kebingungan menentukan pakaian apa yang akan ia kenakan.
Nadia mencoba mendekati Aini yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur nya.
" Aini, apa yang sedang kamu lakukan nak?" tanya nadia berpura - pura tidak mengetahui keadaan Aini.
" tidak ada tante, aku hanya mau merapikan pakain ku saja" Aini juga berbohong, ia tidak mau membebani istri paman nya itu.
" Aini temani tante ke Mall yuk, belanja untuk nanti malam!"
__ADS_1
" ke Mall tante!"
" iya, kamu keberatan?"
" tidak Tante! baiklah kalau begitu"
Di sebuah mall yang cukup luas, yang tidak jauh dari kantor Azmi berada Terlihat Aini dan Nadia sedang berada di toko pakaian.
Nadia Memilihkan stelan dres berwarna dusty pink tua lengkap dengan hijab nya bewarna dusty ungu suatu kombinasi warna yang lembut sesuai dengan pribadi Aini yang lembut.
ketika puas berbelanja Nadia dan Aini pun beranjak pulang, ketika mereka berda di pelataran parkir Nadia tiba- tiba teringat sesuatu.
"Aini, kamu bisa tunggu di sini sebentar?"
" kenapa Tante?"
" Tante lupa membeli sesuatu"
" Apa itu tante" tanya Aini penasaran.
" sudah! nanti kamu tahu sendiri!"
Nadia berlalu meninggalkan Aini di pelataran parkir.
Disaat Aini sedang menunggu tante nya tiba- tiba ada seorang pria yang menabrak tiang penyanggah bangunan hingga membuat buku- buku yang di bawa pria itu berserakan.
Aini melihat hal itu dan berlari menghampiri pria itu yang tidak jauh dari dari keberadaan nya. Ia mencoba membantu Pria itu tanpa memperhatikan wajah pria yang ia tolong itu.
" ya sama- sama" jawab Aini dengan lembut,
Pria itu terkesima mendengar suara Aini yang terdengar lembut di telinga nya. Ia memandang wajah Aini dengan lekat, Ia berusaha merekam wajah Aini untuk beberapa saat untuk Ia simpan ke dalam memory otak nya.
" Maaf! sini saya bantu membawakan buku itu"
" bisakah?"
"tentu, kenapa tidak?"
Aini langsung saja menumpuk buku - buku itu di atas tangn nya. begitu pula dengan pria itu. Pria itu mendahului Aini menuntut Aini agar mengekori nya.
sesampainya di depan salah satu toko yang tidak luas, Pria itu menghentikan kaki nya.
" ini toko ku!"
ujar Pria itu memperkenalkan toko buku nya dan sesat kemudian pria itu mengajak Aini masuk kedalam toko nya.
Aini terperangah melihat isi dalam toko ini yang telah di ubah seperti perpustakaan. suasananya menenangkan belum lagi aroma pewangi ruangan di ruko itu sangat menyejukan hati. Hingga sesaat ia lupa bahwa tadi Tante Nadi menyuruhnya agar menunggu di pelataran pakir.
"maaf Mas saya harus pergi!" cepat - cepat Aini meletakan buku itu di atas meja yang sudah tersedia di situ.
__ADS_1
pria itu menghentikannya.
" tunggu! nama Aku Bima" pria itu memperkenalkan nama nya, seraya mengulurkan tangan nya kehadapan Aini. namun saya Aini tidak membalas uluran tangan itu, Ia lebih memilih menyatukan kedua telapak tangannya dan di arah kan kehadapan tangan Pria yang bernama bima itu.
" Aini!" jawab aini singkat, Ia sangat khawatir bila Tante Nadia mencati nya.
" Baiklah Aini, kuharap kita bisa bertemu lagi".
" In Shaa Allah, Mas!"
"emmm!"
"Kalau begitu saya permisi dulu...?!"
Bima menganggukkan kepala nya dan Aini berlalu menyisakan kenangan pertemuan mereka yang diam - diam Bima mulai mengagumi Aini yang baru saja ia Kenal.
Aini tergesa- gesa berlari sampai pada saat Ia berda tepat di depan toko suvenir, Ia mendadak menghentikan langkah kaki nya. Aini melihat ada seorang pemuda yang sedang tersungkur di tumpukan kardus yang basah akibat air menetes dari atap bangunan itu.
Aini mencoba menghampiri pemuda itu dan mencoba menolongnya lagi- lagi Ia harus berurusan dengan orang yang jatuh.
Aini tidak tau bahwa pemuda yang Ia tolong itu adalah Azmi yang telah di jodohkan dengan nya. yang Ia tahu saat ini bahwa Pemuda itu adalah calon suami dari seorang wanita yang kini tengah berada di dekat pemuda itu.
Setelah terlibat percakapan kecil dengan orang yang di bantu nya itu. lalu Aini kembali dimana Tante Nadia menyuruh nya menunggu.
dan ternyata tante nadia belum juga kembali perasaan Aini cukup tenang sekarang..
Flashback off
" Aini, kamu cantik sekali! " puji Tante Nadia yang kini telah hadir di kamar Aini. Aini Benar-benar terlihat cantik dengan dres pilihan Nadia.
"terimakasih Tante"
"kamu kenapa kok terlihat lesu?"
" tidak apa- apa tante, aku hanya sedikit gugup"
" tenang ya semua pasti akan baik- baik aja, dan tante jamin kamu pasti akan menyukai calon suami mu itu"
Aini tersenyum tipis mendengar perkataan tante nya. Ia berusaha tenang tidak ingin terlalu mendramatisir keadaan.
***Hallo Readers....👋👋👋
terima kasih udah baca ceritaku
jangan lupa tinggalkan jejak ya...
like,komen, rate bintang 5 dan vote
dan jangan lupa juaga klik favorit agar selalu Up cerita ku.
__ADS_1
Oke....! 👌👌👌😊😊😊***