POLIGAMI

POLIGAMI
P. 35


__ADS_3

Poligami


35


"Xen, bangun kita sudah sampai," Randa menggoyangkan tubuh istrinya yang tengah tertidur. Dirinya sebenarnya engan untuk membangunkan sang istri yang tampak pulas, tapi dirinya juga tidak mungkin membiarkan Xena tertidur di dalam mobil apalagi banyak barang-barang mereka yang harus di keluarkan.


"Emmm, sudah sampai Bang?" tanya Xena sembari mengucek matang dengan kedua tangannya.


"Sudah, ayo kita turun."


Xena menganggukkan kepalanya, "Iya Bang,"


Xena dan Randa mengeluarkan barang-barang mereka yang lumayan banyak. Memasukkan ke dalam rumah yang tidak terlalu besar itu. Namun, rumah tersebut tampak nyaman dan tentram.


"Apa kita akan tidur di sini Umma, Baba?" tanya Arumi yang sesekali menguap.

__ADS_1


Randa menggunkan kepalanya. "Iya, apa Arumi suka rumahnya? Maafkan Baba yang belum bisa ngasih tempat tidur yang nyaman buat Arumi ya? Maafkan Baba yang membawa Arumi dan Umma ke rumah yang bahkan belum menjadi hak kita melainkan rumah yang harus baba bayar setiap bulannya."


"Tidak apa kok Baba, Arun senang kok tinggal di sini. Iya kan Umma?" Arumi beralih pada sang ijin yang setia berdiri di sampingnya.


Xena mengangguk. "Iya Nak, kamu benar. Aku tidak masalah kok Bang tinggal di sini asalkan itu bersama kamu. Bahkan kecil dari ini pun rumahnya yang mampu kamu sewa pasti aku akan ikut. Yang terpenting itu kita bisa bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, itu sudah lebih dari cukup Bang," jawab Xena dengan menipiskan bibirnya.


"Terima kasih, karena kalian berdua sudah mengerti bagaimana keadaan baba. Jika kita nanti punya rezki, kita akan buat rumah impian buat keluarga kecil kita." Randa memeluk tubuh sang istri dengan haru. Tidak menyangka jika sang istri akan memiliki sifat yang selembut ini. Apalagi menerima dirinya yang bahkan belum bisa sepenuhnya membuat anak dan istrinya nyaman.


"Sama-sama Bang,"


Siang harinya Randa membawa sang istri serta putrinya untuk membeli bahan dapur yang memang sudah habis. Apalagi di hari terakhir sebelum mereka menikah, Randa tidak membeli bahan masakan karena takut tidak bisa di pakai lagi nantinya. Maka dari itu hari ini mereka akan membeli kebutuhan perut mereka.


"Umma nanti arum mau beli sosis sama bakso ayam ya?" pintanya dengan antusias.


"Baiklah Sayang, apapun nanti yang Arumi mau kita beli," jawab Xena dengan tersenyum begitupun dengan Randa yang tampak bahagia dengan kehadiran istri serta anaknya.

__ADS_1


Kehidupan sepi yang selama ini Randa rasakan kini sudah mulai bewarna dengan kehadiran istri serta putrinya. Jika sebelum menikah dengan Xena, Randa tidak terlalu berharap akan sebuah pernikahan seperti ini. Tapi, inilah takdir Allah yang begitu indah di berikan kepadanya. Istri sholehah serta putri yang juga solehah. Betapa beruntungnya Randa mendapatkan mereka berdua di dalam kehidupannya.


Akhirnya mereka sampai di supermarket yang tidak terlau jauh dari rumah mereka. Randa, Xena dan juga Arumi memasuki supermarket yang memang agak luas itu dengan berbagai bahan makanan yang lengkap. Jadi mereka tidak perlu lagi berpindah tempat lain agar bisa membeli bahan makanan yang tidak ada di sana.


Tujuan pertama mereka pada bagian daging, Xena mengambil satu kilo daging ayam serta satu kilo daging sapi yang akan mereka konsumsi selama satu minggu kedepan. Selanjutnya Xena menuju pada bagian sayuran, mengambil beberapa ikat sayur yang tampak masih baru.


"Umma, arum mau yang ini," tunjuk Arumi pada lobster yang terbungkus di dalam plastik.


"Baiklah, apa ada lagi?" tanya Xena mendapat gelengan dari Arumi. "Abang mau yang lain?" kini Xena beralih pada suaminya yang setia membawa keranjang belanjaan.


"Tidak Xena, itu saja." Xena mengangguk.


Sedangkan di sudut lainnya ada seseorang yang setia memperhatikan ketiga orang itu dengan pandangan yang tidak bisa di tembak. Cukup lama dia memperhatikan keluarga Xena sebelum meningalkan tempat itu sebelum ketahuan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2