POLIGAMI

POLIGAMI
44


__ADS_3

Poligami


44


Xena menemani putrinya menonton televisi, hari ini ada rapat guru sehingga putrinya kembali libur setelah satu hari yang lalu libur juga.


"Sayang boleh Umma nanya sesuatu nggak?" tangan Xena lembut kepada sang putri.


Arumi menatao ibunya dengan kening mengernyit bingung. "Umma mau nanya apa?" tanyanya dengan suara khas anak-anak milik dirinya.


"Arumi rindu tidak sama Ayahnya?" Jujur saja Xena sedikit takut menanyakan hal ini kepada putrinya, apalagi selama ini mantan suaminya itu tidak pernah mengajak putrinya bermain, yang ada mantan suaminya itu memperlakukan putrinya selayaknya bukan putri kandungnya sendiri.


"Ayah?" ulang Arumi menatap Xena. Kini mata cantik gadis kecil itu sudah terfokus pada sang ibu yang juga tengah menatap dirinya.


"Iya Ayah, Sayang," jawab Xena sambil mengangguk.

__ADS_1


Arumi terdiam dengan pikirannya sendiri, lalu menggelengkam kepalanya. "Tidak Umma, Ayah itu jahat tidak sayang sama arum," jawabnya tegas.


Xena mengusap kepala putrinya berulang kali. "Arumi mau dengerin umma tidak?" tanya Xena sambil tersenyum manis.


"Dengerin apa Umma?" tanya Arumi penasaran.


"Bagaimana buruknya perlakuan Ayah sama Arumi dulu Arumi harus tetap memaafkan Ayah ya Nak?" ujarnya Xena lembut.


Aru menggelengkan kepalanya. "Tidak Umma, Ayah itu jahat. Ayah hanya peduli sama Bunda tapi tidak dengan arum bahkan Ayah sering kali memarahi arum jika berbuat sedikit kesalahan." ungkap Arumi yamg kembali mengingat kelakuan Yogi kala itu.


"Kenapa Rasulullah mau memaafkan orang yang sudah jelas-jelas berbuat jahat kepadanya Umma? Padahal orang-orang itu jahat sedangkan kita tidak?" tanya Arumi, gadis kecil Xena yang sudah tumbuh cantik.


"Hmm karena Rasulullah itu baik," jawab Xena.


"Baik?" ulang Arumi heran.

__ADS_1


Xena lekas menganggukkan kepalanya. "Iya Sayang, Rasulullah itu sangat baik dan juga berhati mulia. Rasulullah tidak pernah marah kepada mereka yang berbuat jahat kepadanya. Jadi Arumi harus bisa memafkan Ayah ya seperti Rasulullah yang senantiasa memaafkan orang-orang yang jahat kepadanya. Arumi mau masuk surga bukan?"


"Surga? Mau Umma mau, Arumi mau masuk surga bersama Umma dan Baba," jawabnya antusias.


Xena tersenyum mendengar ucapan putrinya. "Maka dari itu Arumi harus bisa memaafkan Ayah meskipun dulu Ayah sering kali memarahi Arumi, karena Allah itu suka sama orang yang pemaaf dan pintu surga akan terbuka lebar bagi mereka yang senantiasa memaafkan kesalahan orang lain. Apa Arumi mau memaafkan Ayah, Nak?"


Arumi segera menganggukkan. "Iya Umma arum mau maafkan Ayah karena arum mau masuk surga." jawabnya antusias.


"Arumi ikhlas memaafkan Ayah, bukan?" tanya Xena lagi.


"Iya Umma, arum ikhlas memaafkan Ayah," jawabnya.


"Alhamdulillah, terima kasih Sayang." Xena memeluk tubuh kecil putrinya dengan erat. Sungguh dirinya bangga memiliki putri seperti Arumi. Putri yang selalu menuruti ucapannya, sungguh Xena sangat bersyukur memiliki putri seperti Arumi. Ibu mana yang tidak bangga memiliki putri pemaaf seperti Arumi, Ibu mana yang tinggal bangga memiliki lutut penurut seperti Arumi. Hanya Ibu yang tidak besyukur yang tidak bangga memilikinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2