
Duarrrrrr!
suara petir menggelegar menambah ketakutan Aini pada saat itu.
tubuh Aini bergetar hebat, ia hampir tak merasakan kaki nya yang kebas itu.
wajah nya yang begitu pucat dan kini kepala nya terasa berdenyut- denyut...
Tapi Azmi benar- benar tidak perduli dengan ke adaan Aini, fikiran nya telah di penuhi oleh amarah..
" apa kamu tau ini sekarang jam berapa?" tanya Azmi dengan suara yang cukup lantang.
" maaf Mas.." jawab Aini dengan suara yang bergetar.
"Maaf!!!!"
Azmi sedikit berteriak menandakan kemarahan nya. namun Aini hanya bisa tertunduk lesu mendengar suara suaminya yang mulai meninggi tanpa Ia sadari mata nya mulai membentuk sebuah bendungan.
" Beginikah kelakuan mu saat aku tidak ada dirumah!"
" tidak Mas!"
"lalu apa yang aku lihat hari ini? bukan kah persis seperti perempuan tak beradap!"
Seketika Aini menengadahkan wajah nya menatap mata Azmi, Ia tidak percaya kata- kata itu keluar dari mulut suami nya yang selama ini tidak pernah berucap kasar seperti itu.
" Astagfirullah, Mas! Saya tidak sehina seperti yang Mas bayangkan!" ujar Aini sedih dan kini bendungan yang di topang oleh mata nya itu kini telah pecah membasahi pipi nya yang pucat itu.
" tutup mulut mu!" teriak Azmi seraya menunjuk wajah Aini dengan tangan nya. bersamaan dengan itu lagi- lagi petir membahana memekakkan telinga.
sesekali kilat menyapu kekelaman malam dengan cahaya nya yang sesaat itu.
Azmi kembali menarik tangan nya, membalikan tubuh nya membelakangi Aini yang masih tegak di pintu rumah itu. Ia tidak ingin menatap wajah istri nya itu.
" apa kamu fikir aku orang bodoh! siapa lelaki yang mengantarkan mu itu?!"
" maaf Maz dia hanya teman ku"
teman? benarkah itu? setau ku dia baru datang di kota ini lalu bagaimana bisa Ia memiliki teman? mungkinkah teman nya yang ada di desa**...? batin Azmi bertanya - tanya
Azmi terus saja memojok kan Aini, ia tidak perduli dengan keadaan Aini yang sangat memprihatinkan. Aini hanya bisa menangis dalam diam nya, Air matanya
terus mengalir membasahi wajah yang tampak seperti mayat hidup itu.
Aini merasakan kepala nya begitu pusing, penglihatan nya juaga mulai kabur...
tiba - tiba
Bruuughhh!!!!
Aini tergeletak tak sadarkan diri di lantai hingga membuat barang yang di bawa oleh nya berserakan di lantai rumah itu. seketika Azmi pun terkejut melihat kedaan Aini yang tiba- tiba pingsan.
Azmi mendekati Aini yang tengah pingsan itu. ia sentuh kening, panas itu yang dirakan Azmi pada tubuh aini.
__ADS_1
ternyata Aini demam tinggi.
" Aini!" ujar Azmi seraya menepuk- nepuk pelan pipi Aini, mencoba untuk menyadarkan Aini dari pingsan nya.
Namun Aini tidak merespon, tubuh Aini semakin kejang karena kedinginan
" apa yang terjadi pada mu Aini?" ujar Azmi kembali dengan panik nya.
tidak ingin berfikir lama lagi, Azmi langsung saja mengendong tubuh Aini membawa nya kedalam kamar.
setelah sampai di kamar Ia meletakan Aini di atas ranjang. Azmi baru menyadari bahwa pakaian yang Aini kenakan basah karena hujan.
Buru - buru azmi mengambil pakaian ganti untuk Aini, Ia hendak menggantikan pakaian basah yang di kenakan oleh Aini namun saat tangan nya hendak melepas kancing baju gamis itu refleks Ia menarik kembali tangan nya.
Azmi merasa ragu untuk membuka pakaian Aini pasal nya selama ini Aini adalah istrinya yang belum pernah Ia sentuh tapi Azmi benar- benar tidak tega melihat keadaan Aini.
Dengan terpaksa Azmi mulai membuka pakaian Aini satu- persatu.
tubuh nya bergetar saat melihat pemandangan indah di depan matanya..
dada nya terasa bergemuruh, bergejolak kala mata nya melihat kemolekan tubuh istrinya yang selam ini di balut dengan pakaian yang tertutup.
Ia tidak menyangka selam ini istri nya memiliki tubuh yang sangat indah.
nalurinya sebagai pria normal kini menjelajahi kesadaran nya.
"Astagfirullah..." gumam Azmi seraya memejamkan mata nya mencoba mengembalika alam sadar nya.
Azmi menghela nafas nya dalam - dalam dan menarik nya kembali menghirup oksigen memenuhi paru- paru nya.
kini Azmi merasa perasaan nya mulai stabil. Ia kembali mengganti kan pakaian Aini dengan yang kering walaupun terlihat tangan nya yang bergetar saat menyentuh kulit putih mulus milik Aini.
*****
Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang menyapa dengan hangat nya.
Aini mengerjap- ngerjapkan matanya karena diterpa cahaya matahari yang menyilaukan...
Aini terperanjat melihat Azmi yang tengah berada di sisi nya, Ia mengucek - ngucek mata nya tak percaya melihat suami tengah tertidur lelap dengan memeluk nya. Aini sempat berfikir itu halu sinasi nya namun ketika Ia mencubit pipi nya dan merasakan sakit barulah Ia Menyadari bahwa yang ada di hadapan nya saat ini benar - benar suami nya.
Ada rasa bahagia di hati aini pasal nya selama ini suaminya itu tidak pernah memperlakukan nya seperti itu.
Aini merasa nyaman berada di dalam pelukan Azmi suami nya itu. Ia menatap wajah Azmi yang tepat berada di hadapan nya itu,
tampan...
puji Aini di dalam hati nya, Ia terus memandagi wajah Azmi lekat - lekat, terbesit rasa kagum di dalam hati nya
Maha kuasanya engakau ya Allah, mencipatakan suami hambamu ini begitu sempurna...
lagi- lagi batin Aini memuji wajah suami nya itu. tak cukup hanya menatap wajah Azmi, Aini mendarat kan satu kecupan manis di bibir Azmi akan tetapi Aini tidak menyadari bahwa sedari tadi Azmi telah terjaga dari tidur nya.
Deeegghh ... deeeggghhh
__ADS_1
jantung Azmi seketika berdebar kencang mendapat kecupan yang mendadak dari Aini karena hal ini kali pertama seorang wanita selain ibu nya yang mencium nya.
Ada rasa bahagia di hati Azmi entah apa alasan nya Azmi sendiri juga tidak tahu. Ia cukup menikmati kecupan singkat itu tanpa Ia sadari tubuh nya mengisyaratkan hal yang lebih.
Azmi berusah tetap tenang dengan tetap menutup mata nya, Ia tidak ingin Aini mengetahui bahwa ia telah terjaga dari tidur nya.
Azmi yakin jika Ia membuka mata nya sudah dapat di pastikan mereka berdua pasti akan salah tingkah. azmi lebih memilih menikmati Alur yang manis ini tanpa harus berkata, tanpa harus memberi tanggapan.
Aini merasakan ada gemuruh di kantong kemih nya, Ia ingin beranjak dari ranjang nya menyelesaikan tuntutan di daerah kewanitaan nya itu.
Ia sudah tidak bisa menahan nya lagi.
saat Ia hendak beranjak dari peraduan nya seketika Ia lansung saja histeris...
Aaaaaa!
Aini histeris melihat tubuh nya yang tak terbalut sehelai benang pun.
Azmi terkejut dan terlonjak melihat Aini di samping nya yang kini tengah terduduk seraya meremat selimut tebal di dada nya yang ia pakai untuk menutupi tubuh nya yang telanjang itu.
" ada apa Aini? " tanya Azmi berpura - pura tidak tahu mengapa Aini terkejut.
" ma...ma..mas! sa..saaya mengapa bisa begini?" Jawab aini seraya mengarah kan pandangan nya kearah tubuh nya..
Azmi terkekeh melihat ekspresi wajah Aini yang kelihatan begitu panik.
" memang nya mengapa Aini?" azmi ingin sedikit mengarai Aini.
" Mas, apa semalam kita "
Aini menghentikan kata- kata nya Ia melirik ke arah Azmi ternyata Azmi tengah bertelanjang dada. Aini semakin panik, ia mencoba masuk kedalam selimut itu mencoba mencari kebenaran nya sendiri.
Azmi yang melihat itu merasa geli dengan sikap Aini, ia terkikik seraya menarik selimut yang menutupi tubuh Aini,
wajah Aini merah merona ia benar - benar salah tingkah.
" Hilangkan semua yang ada di fikiran mu itu! karena aku tidak melakukan nya sampai sejauh itu, bahkan kalau menurut ku, kamu lah yang terlalu jauh mengambil tindakan"
" haaa! maksud nya Mas?"
" iya, sepertinya aku harus meminta pertanggung jawaban karena seseorang telah mencuri kesempatan di bibir ku!"
wajah Aini semakin memerah menahan malu, karena suaminya itu mengetahui aksi nya tadi.
***Hallo readers....👋👋👋
terima kasih sudah baca cerita ku
jangan lupa tinggalkan jejak ya
like, komen rate bintang 5 dan vote..
jagan lupa juga klik favorit agar tidak ketinggalan cerita ku....🙏🙏🙏😊😊😊***
__ADS_1