POLIGAMI

POLIGAMI
27


__ADS_3

siang itu dengan wajah datar Laila mengantar Darmawan di depan pintu dan melepas kepergiannya , dengan malas Laila kembali ke kamarnya .


sudah empat hari Laila di rumah karena kejadian itu Dewi memberi ijin Laila selama satu Minggu .


karena bosan Laila membuka ponselnya terlihat di sana banyak pesan masuk ,sambil duduk di sofa Laila membalas satu persatu pesan itu , banyak yg menayakan kabarnya yg tidak biasanya izin terlalau lama .


termasuk Dewi.


Laila membalas pesan Dewi dengan singkat .


tiba tiba pinselanya berdering ternyata Dewi menelpon.


" iya Bu , baik "laila


" syukurlah " Dewi


" maaf Bu saya izinnya terlalau lama " Laila


" enggak , biar kamau bisa beristirahat " Dewi.


" iya Bu " Laila


" la maaf ya , kemaren tidak bisa membela kamu " Dewi


" enggak apa Bu ," dewi


" La maaf ya kemaren , sebenarnya yg menyuruh Vera ke rumah mu aku , karena kamau bilang Darmawan sakit " Dewi


" iya Bu , enggak apa " jawab Laila lirih sebenarnya dia tidak ingin membahas kejadian itu tapai karena ada sedikit ke ingin tahuan Laila tentang istri pertama Darmawan Laila terpaksa .


" sebenarnya apa yg terjadi la , apa kamau sama Darmawan sudah , maaf ya la " Dewi


" demi tuhan Bu saya sama pak Darmawan tidak pernah melakukan hal hal yg tidak tidak , saya sadar meskipun saya janda tapi saya punya harga diri Bu , itu kejadian Hanay di lihat sepenggal saja " jawab Laila dengan nada sedikit meninggi menahan emosi .


" maaf la tapi " Dewi


" maaf Bu kalau ibu menuduh saya melakukan yg seperti di bilang ......


" Vera nama istri Darmawan Vera " Dewi


" iya ibu Vera , salah Bu pada saat itu pak Darmawan sedang sakit pada malam sebelumnya dia sempat saya bawa ke klinik dekat rumah , karena dia sendiri jadi saya sarankan untuk menginap , " jelas Laila


" tapi kamau tidak melakukan sesuatu kan " Dewi .


" demi Allah Bu , saya mandi karena saya terkena muntahan pak Darmawan " ucap Laila lagi menegaskan .


" jadi " Dewi


" ya tuhan ibu , tolong percaya saya " Laila mencoba menyakinkan Dewi .


" tapi ku dengar Darmawan sering menginap di rumah kamau " Dewi masih tidak percaya.


" iya memang sering tapi saya tidak segila itu , mau merebut suami orang ," jelas Laila


" begini la , aku sama Darmawan itu seperti adik Akau sendiri tapi kalau kejadian ini benar tentu saja aku sebagai Kakak marah , tapi menurut ku Vera lebih gila lagi kenapa dia mengizinkan kamau menikah dengan Darmawan , aku bingung akan persoalan ini ," Dewi mengurut keningnya .


" saya sudah menjelaskan semua , saya rasa untuk saat ini penjelasan saya mungkin tidak ada artinya ," jelas Laila


" saya tau la , ya semoga Darmawan bisa menjelaskan semua kepada Vera dan saya juga berharap Vera bisa mengerti akan hal tersebut " jelas Dewi


lama mereka berbincang dengan serius akan masalah itu .


sedangkan Darmawan yg telah tiba di kediamannya menaruh kopernya dan mebersihkan badan mengenakan baju dengan rapi dan keluar dari kamarnya , tanpa berbicara satu kata pun .


para asistenya Hanay melihat menatap kepergian tuanya yg begitu tergesa gesa .


di dalam perjalan Darmawan tidak memikirkan akan kejadian itu dia hanya berpikir akan bertemu dengan buah hatinya dan bertemu dengan Vera .


dengan sedikit rasa canggung Darmawan keluar dari mobilnya berjalan menuju pintu berusaha bersikap santai setelah pintu terbuka Darmawan berjalan masuk di sambut oleh seorang asisten rumah tangga mertuanya .

__ADS_1


" maaf sudah di tunggu di ruang kerja " sambil menunjukan arah .


Darmawan Hanay mengikuti di belakang Sabil mencoba terlihat tenang .


setelah mengetuk sebentar pintu pun di buka dan Darmawan di persilahkan masuk , dengan mengucapkan terima kasih Darmawan masuk perlahan melihat di sekeliling Hanay terlihat mertuanya tidak ada yg lain


Darmawan mendekati dan mencoba meraih tangan dan menciumnya dan duduk berhadapan .


melihat wajah mertuanya Darmawan tampak sedikit canggunga .


" bagai mana kabarnya " tanay mertuanya .


" baik ma " jelas darmawan santai berusaha menutupi ke gelisahanya .


" kita langsung saja " ucapnya dengan menegakan badanya menunggu penjelasan dari Darmawan .


" saya sudah menikah untuk yg kedua kali , atas persetujuan Vera " ucap Darmawan lantang .


mertuanay Hanay melihat menatapnya dalam tidak ada kata kata yg terucap .


melihat itu Darmawan menarik napas panjang .


" maaf , sebenarnya itu cuma ke salah pahaman saja , Vera tidak mau mendengar penjelasan " ucap Darmawan .


" siapa gadis itu " tanay mertuanya .


" dia bukan gadis , dia seorang janda yg di tinggal suami dan anaknya " jelas Darmawan .


" lalu " ucap mertuanya meminta penjelasan lebih .


" dulu saya mempunyai seorang asisten kepercayaan , yg pernah menolong mama waktu kecelakaan , dan mendonorkan darah untuk oprasi mama , Tomi " ucap daawan terdiam .


wanita itu terkejut dan penasaran mendengar cerita Darmawan .


" janagn Hanay masalah ini ,kamau menyangkut pautkan dengan Tomi " ucap mertuanya


" jangan bercanda wan , saya meminta penjelasan kepada kamu , ini masalah rumah tangga kamu " ucap mertuanya mulai geram.


" iya ma , Tomi sudah meninggal bersama anaknya karena kecelakaan " jelas Darmawan .


wanita paruh baya itu kaget dengan memegang dadanya, setelah kejadian itu mertuanay melanjutkan pengobatan di luar.


" maksud kamu apa wan , mama tidak mengerti " ucapnya


" ma , setelah kejadian itu Tomi mengalami kecelakaan dan mama masih dalam pengobatan di luar negri " ucap Darmawan .


" ya tuhan " wanita itu menutup mulutnya tampak kesedihan terpancar di matanya .


" maaf ma pada saat itu kamai sepakat tidak memberi tahu mama " ucap Darmawan .


" terus apa hubungannya " tanay mertuanya lagi


Darmawan menarik napas panjang ,


" saya menikahi istri Tomi , dengan paksan Vera " ucap Darmawan


Darmawan menjelaskan panjang lebar kejadian itu mengharapkan mertuanya mengerti .


" saya akan menceraika Laila , setelah Vera mengerti " ucap tegas Darmawan .


tiba tiba pintu terbuka lebar nampak Vera berjalan anggun mendekati mereka dan duduk di samping mamanya .


" untuk apa di jelaskan " jawab Vera memalingkan wajahnya tidak mau melihat wajah darmwan .


merak Hanay saling menatap melihat Vera yg keras kepala .


" sudah bersenang senang rupanya " dengan mencibirkan bibirnya .


" sayang apa maksud mu " tanya Darmawan .

__ADS_1


" tidak perlu berkelit pasti kamu bahagia kan , mendapatkan wanita muda , aku sudah tau tindak tanduk mu" ucap Vera meremehkan .


" Vera janah gegabah , kamau menikahkan Darmawan karena kamau yg memaksa " ucap mertuanay .


" mama aku tidak memaksa , tapi Akau melihat buktinya dengan mata kepala ku sendiri mereka berdua di dalam kamar " ucap Vera geram menahan emosi.


" tapi kamu tidak menanyakan kepada mereka kan " tanay mertuanya .


" ma untuk apa menayakan , sudah jelas , janagn percaya pembelaanya dia Hanay mau melindungi wanita sialan itu " dengan nada meninggi .


Darmawan Hanay diam tanpa ada pembelaan dia tau Vera sangat marah kepadanya .


" Vera tolong kamau selesaikan semua urusan rumah tangga mu sekarang ," ucap mamanya .


" untuk apa ma" tanya Vera .


" untuk apa , mama tanay kamau menyuruh darmwan menikah lagi untuk apa , setelah menikah kamau malah seperti ini , untuk apa coba , dengar Vera keputusan mu itu salah , "mamanya mencoba menjelaskan .


" itu sudah keputusan Vera , dan mas Darmawan juga mau " ucap Vera .


" tapai kamau yg memberi dia pilihan kan " ucap mamanya .


" mama kenapa memihak kepadanya , aku kan anak mama , di sini Aku yg jadi korban


kenapa mama menyudutkan aku " tanya Vera mulai mengis


" mama tidak menyudut kan kamau , mama hanya ingin kamu mau mendengar penjelasan Darmawan " ucap mamanya mengelus rambut Vera .


" cukup ma , aku tidak mau mendengar penjelasannya , aku sudah terluka aku mengira selama ini dia sayang sama Akau , tapi apa dia malah berduan dengan wanita murahan itu , pantasan selama ini dia menginginkan Akau supaya mengurangi kegiatan ku , ternyata ini yg dia mau " jelas Vera mengis .


" sayang apa maksud mu , aku tidak akan pernah melakukan hal itu ," Darmawan berdiri mencoba memeluk Vera tapi dengan cepat Vera menepis tangannya .


" jangan bohong kamu , ini Hanay akal akallan kamau kan " Vera menunjuk Darmawan.


" sayang tolong dengar penjelasan ku sekalai ini " darmwan meraih tangan Vera namun Vera melepaskanya .


" sana pergi kamau , aku tidak perlu penjelasan dan janagn kembalai, jangan harap kamu bisa bertemu dengan anak anak " ucap Vera .


" Vera , jangan keras kepala , kasihan anak anak mereka dekat dengan papanya " ucap mamanya .


" iya ini kan yg. dia mau anak anak dekat dengan mamanya sekarang, jadi janagn berharap kamau bisa bertemu dengan mereka " ucap Vera tegas .


" sayang fikirkan lagi , oke kalau kamau tidak terima Aku dengannya ,aku akan menceraikannya sekarang juga " ucap Darmawan meyakinkan entah apa yg di fikirkan Darmawan di kepalanya saat ini adalah anak anak dan tidak ingin berpisah dengan Vera .


" haa percuma aku tidak akan menerima mu lagi , untuk apa kamau susah susah datang ke mari " ucap vera congkaka.


" Vera , janagn sampai kamau menyesal " ucap mamanya dengan mata memerah hampir melayangkan tanganya .


" untuk apa aku menyesal , dia bermain di belakang ku ma" ucap oera berteriak sambil menagis .


" sabar sayang , coba kamau fikirkan lagi " mamanya memeluk Vera erat .


" untuk apa ma" Vera tersedu .


Darmawan Hanay terduduk lemas melihat Vera yg mengis .


di dalam diam Darmawan mengusap wajah dan mengacak rambutnya tampak begitu lusuh karena kedatanganya untuk menjelaskan semua ternyata Vera masih bersikeras menuduhnya bersalah dan untuk bertemu dengan anak anaknya pun sudah tidak ada kesempatan .


" wan sementara ini biarkan Vera di sini dulu " ucap mertuanya .


" iya ma " jawab Darmawan lemas .


" dan untuk anak anak tunggu waktu yg tepat biarkan Vera menenangkan diri nya dulu " jelas mertuanya .


" aku masih perlu penjelasan lagi untuk ini , dan akan menelpon Dewi " sambil menepuk pundak Darmawan mertuanya meninggalkanya .


Darmawan menarik nafas panjang , besok papa Vera akan datang akan panjang persoalannya.


Darmawan keluar dari ruang kerja dan kembalai melajukan kendaraannya pulang ke rumahnya dengan wajah penuh prustasi .

__ADS_1


__ADS_2