
Poligami
38
Yogi mencerna ucapan Kanina, karena memang selama menikah dengan dirinya Xena begitu menahan di dirinya dari laki-laki yang bukan halal baginya. Bahkam sering kali Xena menunduk saat berbicara dengan lawan jenisnya.
"Emm, mungkin saja sekarang dia sudah berubah Sayang. Bukankah sifat manusia itu bisa berubah kapan saja?" ujar Yogi.
"Emm, bisa jadi apa yang kamu katakan ini benar Sayang," jawab Kanina menyetujui.
"Dari pada mikiran hal yang tidak ada gunanya mendingan kita bahas hal lain saja Sayang. Tadi kamu beli apa saja, hmm?" tanya Yogi namun, jauh di lubuk hatinya dirinya sunguh penasaran dengan apa yang dikatakan istrinya tentang Xena.
__ADS_1
"Ini aku tadi beli nuget ayah, sosis sama bakso ayam Sayang. Yang lainnya juga aku beli Mas," Yogi menganggukkan kepalanya. Menyimak namun pikirannya menuju pada mantan istrinya yang seharusnya tidak boleh lagi dirinya pikirkan.
"Aku masukkan belanjaan ini ke kulkas dulu ya Mas, tidak apa bukan jika aku tinggal? Atau kamu mau minum teh, kopi atau jus Sayang?" tawar Kanina.
"Tolong buatkan Mas kopi Sayang," Kanina menganggukkan kepalanya. Lantas beranjak dari hadapan suaminya.
Sepeninggal Kanina, Yogi asik memikirkan ucapan Kanina tadi. Banyak prasangka-prasangka yang kini berkeliaran di kepala Yogi tentang Xena mantan istrinya.
"Mas kok melamun sih? Apa ada sesuatu yang kamu rasakan?" tanya Kanina setelah meletakkan kopi suaminya.
"Ahh, tidak ada Sayang. Mas hanya memikirkan masalah pekerjaan yang sedikit sulit Mas pecahkan." kilah Yogi dengan memaksakan senyumnya.
__ADS_1
Kanina mengangguk. "Baiklah Mas, aku tinggal lagi ya Mas, aku masih ada kerjaan di dapur." Yogi menganggukkan kepadanya.
Semenjak Xena bercerai dari suaminya, pekerjaan dapur Kanina yang ambil alih meski dirinya kurang bisa tapi dia berusaha semampunya. Sebelumnya sudah ada art yang di sewa Yogi namun di pecat Kanina lantaran art itu terlihat ganjen dan selalu memperlihatkan tubuhnya kepada sang suami membuat Kanina naik darah. Makannya sampai sekarang urusan perut Kanina yang memasak sedangkan urusan membersihkan rumah sudah ada.
Yogi menyesap kopi yang di buat istrinya dengan pikiran menerawang. Ingin sekali Yogi keluar dari rumah dan mencari keberadaan mantan istrinya dan menanyakan ada hal apa sehingga wanita itu kembali lagi ke kota ini. Ada tujuan apakah mantan istrinya itu kesini lagi, apakah untuk meminta harta gono-gini yang tidak pernah dia berikan. Atau meminta hak Arumi sebagai putrinya? Jika mencari kerja apakah itu benar sedangkan Yogi tahu jika mertuanya memiliki boutique yang bisa di kelola Xena lantaran Xena anak semata wayang mereka.
Pusing memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak mendasar Yogi memilih menuju kamarnya untuk menenangkan pikirannya yang tiba-tiba saja memanas dengan berendam di dalam bhatup.
Sedangkan di kediaman Xena, wanita itu tengah berkumpul bersama suami dan putrinya di ruang tamu sambil menonton film kartun Upin dan Ipin kesukaan Arumi sang putri. Arumi duduk di sofa single sedangkan Xena dan Randa duduk berdampingan dan saling menggenggam tangan masing-masing. Sesekali pasangan itu melemparkan senyum manis membuat mereka malu-malu kucing.
TBC
__ADS_1