POLIGAMI

POLIGAMI
kebahagiaan Om Aryo


__ADS_3

Telihat sangat cerah kala matahari menyapa dengan cahaya kehangatan nya. Cahaya- cahaya itu seakan mencoba menyapa Aini yang kini tengah duduk termangu menatap keluar jendela, tatapan yang kosong. fikiran nya melayang seolah menembus ruang dan waktu..


Aini teringat pesan terakhir ibu nya bahwa ia harus menjumpai paman nya yang berada di kota. selama ini Aini tidak mengetahui bahwa ibu nya memiliki saudara laki\- laki karna orang tua nya tidak pernah memberitahukan hal itu. yang ia tahu selama ini ibu dan ayah nya sama\- sama anak tunggal, lalu bagaimana cara nya ibu nya memiliki adik? terbesit tanya di benak Aini.



Sudah seminggu setelah pemakaman ibu nya. Aini berencana menjumpai paman nya yang berada di kota **P**, sebelum nya aini telah mempersiapkan diri nya agar bisa berangkat lebih awal Ia tidak mau terjebak macet di kota...


Dengan berat hati Aini pergi meninggalkan tempat yang selama ini penuh kenangan bersama orang tua nya. kebahagiaan, kedukaan selalu ia jalani dengan ikhlas karena hal itulah yang selema ini di ajarkan oleh ibu ningrum ke pada Aini, ikhlas dan tawakal menjalani hidup


Sepanjang perjalanan Aini selalu menggenggam sepotong kertas di tangan nya kertas itu berisikan alamat rumah paman nya.


sesampainya aini di halaman rumah paman nya, Aini mencoba melihat kembali kertas yang ada di tangan nya.. ya! itu adalah alamat yang benar..


Aini mencoba menekan bell yang berda di dinding pagar rumah itu, tak lama keluarlah seorang wanita yang memakai celemek di tubuh nya. Aini berfikir mungkin itu pembantu rumah ini.



Wanita itu tergopoh\- gopoh menghampiri aini. wanita itu menyunggingkan senyum nya menyapa Aini.


" maaf nona..! ada perlu apa ya" tanya wanita itu dengan sopan sebelum membuka pagar rumah itu.


" maaf bibi... apa benar ini rumah pak Aryo Kusuma?"


" benar nona, nona siapa ya?" tanya wanita itu penasaran.


"saya Aini irawan, keponakan nya beliau.."


Wanita itu heran karena tak menduga bahwa majikan nya itu memiliki keponakan. selama ini tidak pernah ada yang bertamu kerumah itu mengaku keluarga pak aryo. tapi berbeda dengan istri majikannya itu hampir setiap minggu keluarga nya datang bertamu. inilah kali pertama keluarga pak aryo datang mengunjungi nya.


sejenak pembantu itu terdiam menatap penampilan aini, ia memperhatikan dari atas hingga kebawah. Aini memakai gamis berwarna biru muda senada dengan jilbab panjang yang ia kenakan, cukup cantik dan menawan. bagi sebagian lelaki yang menatap nya mungkin lebih memilih menjadikan nya istri dari pada pacar.


"bibik....?!"


" ah.. iya... maaf nona...?!" pembantu itu terkejut mendengar suara Aini, ia terlalu takjub dengan penampilan Aini karana di jaman sekarang ini sangat sulit menemukan wanita seperti Aini.


" maaf nona, nama anda siapa tadi?"

__ADS_1


"Aini irawan"


"baiklah, tunggu sebentar saya akan memberitahukan kepada tuan" Aini mengangguk lalu pembantu pergi meninggalkan Aini yang tengah berdiri diluar gerbang untung nya cuaca tidak terlalu panas jadi kalau hanya menunggu sebentar tidak masalah untuk Aini.


disisi lain di dalam sebuah ruangan terlihat seorang lelaki paruh baya sedang menatap layar laptop nya. ruangan itu cukup luas, di sisi dinding terdapat sebuah lemari yang berisikan buku\- buku yang tersusun rapi. ada juga piala \- piala yang berjajar rapi di dalam lemari itu.


tuk...tuk..


terdengar suara ketukan dari balik pintu ruangan itu.


"ya?"


"maaf tuan, diluar ada yang mencari tuan, kata nya dia keponakan tuan" tutur pembantu itu dari balik pintu tanpa berani membuka pintu itu.


" keponakan?!" lelaki paruh baya itu yang tak lain adalah pak Aryo mengernyitkan kening nya.


"Iya tuan! kalau tidak salah tadi nama nya Aini irawan". seketika Aryo menutup laptop nya dan menghampiri


cklek! pintu yang tadi nya tertutup kini terbuka aryo melihat


pembantunya itu yang berdiri di sisi pintu.


" i...iya tuan" jawab pembantunya itu tetbata - bata menaggapi respon majikan nya yang berlebihan.


" jadi dimana dia sekarang?"


" di luar tuan!"


" kenapa ngak di suruh masuk....?!" ujar Aryo sedikit kesal, geram dengan sikap pembantu nya karana membiarkan keponakan yang selama ini ia cari - cari


di biarkan menunggu diluar..


" cepat suruh dia masuk!" perintah aryo dengan nada kesal. baru saja pembantunya ingin pergi Aryo mencegat nya.


" e..ee...hhh tunggu! biar saya aja yang kesana kamu panggilkan istri saya beritahu dia Aini datang, ok!"


" siap pak!" jawab pembantu ala gaya tentara tak lupa mengakat tangan nya memberikan hormat...

__ADS_1


aryo sempat tertawa melihat tingkah pembantunya yang lucu. namun secepat nya ia belalu meninggalkan ruangan itu dan setengah berlari menjumpai Aini.


setelah sampai di depan pintu Aryo melihat Aini yang tampak menunggu nya di luar gerbang. aryo mencoba mendekati Aini dengan perlahan, memastikan kebenaran fikiran nya bahwa yang iya lihat saat ini adalah Aini irawan anak dari kakak angkat nya ningrum.


"Aini...!" ujar Aryo hingga mengalihkan pandangan Aini yang sejak tadi membelakangi gerbang hingga tidak menyadari kehadiran paman nya Aryo.


" iya om"


Aryo lekas membuka gerbang untuk aini dan mempersilahkan nya masuk.


Rumah itu cukup besar berlantai dua. ada taman mini di sekitar rumah nya di dalam taman itu banyak bunga- bunga yang tengah bermekaran. Aini terus berjalan besisihan dengan Aryo. ingin rasa nya Aryo memeluk Aini namun ia urungkan karena takut Aini akan merasa tidak suka perlakuan paman nya. bagi Aryo ini adalah hal yang sangat membahagiakan, keluarga yang selama ini ia cari - cari dan dirindukan nya akhirnya bersua juga. tanpa Aryo sadari di ujung mata nya menyembul bening- bening kristal karna mersa tak percaya akan kehadiran Aini. namun dengan sigap ia menyeka air matanya dengan tangan nya.


sesampainya di dalam rumah Aini mengedarkan pandangan nya kedalam rumah itu seketika mata nya bertemu dengan sebuah figura yang lumayan besar. didalam figura itu terdapat foto keluarga yang terdapat aryo di dalam nya lalu seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik, namun di sebelah wanita itu terlihat seorang pemuda yang memakai jas kompak dengan aryo menarik perhatian Aini. ia bergidik memandang tatapan pemuda yang di foto itu mata yang berwarna hitam seperti mata elang yang siap menerkam.


"Ma..! ma...?!" Aryo berteriak memanggil istri nya.


"iya pa! mama di sini...!"


terlihat seorang wanita paruh baya turun dari lantai dua datang menghampiri mereka.


akhirnya Aini tahu bahwa wanita yang ada di foto tadi adalah istri nya Aryo karna wajah dan postur tubuh nya sama persis dengan wanita yang kini berada di hadapan nya.


" perkenalkan ini istri om, nadia..." aryo memperkenalkan istri nya. Aini tersenyum dan meraih telapak tangan nadia dan menyapukan sebuah ciuman di punggung tanagan nadia..


awal nya nadia terkejut melihat yang di lakukan aini ketika mencium tangan nya, namun ia lepaskan senyum bahagia nya dan memeluk Aini..


tak percaya bahwa Aini adalah anak yang sopan, bahkan selama ini anak kandung nya tidak memperlakukan diri nya seperti itu....


Hai...👋👋👋...!!!


trimakasih sudah baca ceritaku....


jangan lupa tinggalkan jejak ya...!


like, komen, rate bintang 5 and vote.


jangan lupa juga klik favorit agar tidak ketinggalan cerita nya...

__ADS_1


😊😊😊💗💗💗👇👇👇


__ADS_2