
waktu berlalau dengan cepat Darmawan sering mengajak anak ankanya untuk menginap di rumah nya di kota y tanpa Vera meskipun Vera tidak sibuk , karena Vera jarang mau ikut alasannya karena capek atau Hanay mau ngumpul dengan teman teman nya , karena sudah biasa Laila tidak terganggu akan ke datangan anak anak Darmawan mereka semakin akrab sedangkan Laila mulai membuka diri dengan seseorang pria yg di kenalkan oleh Dewi ,
meskipun masih belum bisa membuka hati tapi Laila mencoba untuk melupakan alm suaminya ,
" la , ponselmu enggak aktif " ucap Dewi .
" aktif Bu kenapa " tanya Laila.
" enggak , ini tedi Tel" ucap Dewi .
" oh , iya Bu nanati saya telp balik " ucap Laila yg meraih ponselnya .
sebenarnya ponselnya mati , Laila bergegsas menyalakan ponselnya , Laila sengaja mematikan ponselnya karena dia tidak suka selalau di Tel Hanay menanyakan sesuatu yg tidak penting , yah mungkin saat ini lalai tidak menghiraukan tedi karena hanya memandang Bu Dewi yg memperkenalkan mereka Laila sempat berpikir untuk mengutarakan hatinya yg belum siap menerima orang lain tapi belum terlaksana karena kesibukan mengurus pekerjaannya, mungkin lain waktu pikir Laila .
siang itu Laila menelpon dengan Hanay menyapa dan menayakan seadanya laila lebih banyak mendengar tedi yg bercerita ke timbang Laila yg Hanay menjawab dengan singkat .
sudah dua bulan Darmawan tidak mengajak anak ankanya karena dia tidak ada urusan di kota y , siang itu dengan urusan mendadak Darmawan berkunjung mengadakan rapat dan bertemu dengan beberapa teman kerja , dengan jadwal yg sangat padat, selama dua hari Darmawan sibuk dengan kerjaanya ,
siang itu Darmawan selesai rapat di kantornya , dan ada jadwal makan siang di luar dengan beberapa teman kerja.
" oke saya setuju dengan perjanjiannya ,terima kasih " ucap Darmawan dengan bersalamam .
mereka mengakhiri makan siangnya, dan kembalai ke kantor masing masing .
Darmawan yg sudah berada di kantornya memeriksa kembalai beekas yg ada di hadapannya dan membuka leptopnya ,
" permisi ,pak apa ada lagi yg bapa butuhkan " ucap sekertarisnya yg berdiri di depan nya ,
Darmawan menutup leptopnya melirik jam tanganya
" tidak , terima kasih " ucapnya dengan bersandar di kursinya .
" kalau begitu saya permisi " ucap sekretarisnya .
Darmawan hanya mengangguk dengan memijit kepalanya ,
Darmawan dengan santai berjalan menuju lobi kantornya menaikai mobil mewahnya melajukanya perlahan menyusuri jalan tanpa di dampingi oleh pak Iwan ,
tanpa sengaja Darmawan melihat sesosok wanita yg dia kenal dengan berdiri di samping mobilnya sambil melihat ke arah ponselnya .
Darmawan menepikan mobilnya dan turun .
" kenapa " sapa Darmawan .
" ini mogok " ucap Laila dengan sibuk dengan ponselnya .
" ya sudah tinggal saja , biar Aku antar pulang " ucap Darmawan mengeluarkan tanda rambu dalam bagasi mobilnya .
" ayo naik " ucap Darmawan .
Laila yg baru sadar akan sosok di sampingnya adalah darmawan bingung
" tunggu Akau masih menghubungi .." belum selesai Laila berucap
" sudah tinggal saja , nanti biar di urus " ucap Darmawan masuk ke dalam mobil
Laila hanya mengikuti dan duduk di belakang .
" maaf ya saya bukan sopir " ucap Darmawan yg mengerakan jari tangannya di setir mobil menunggu Laila pindah ke depan .
" saya kan cuma numpang , yg mau antar saya pulang itu siapa " ucap Laila
" ya sudah kalau tidak mau silahkan turun, " ucap Darmawan santai .
Laila yg mulai geram hanya melihat di sekeliling memang Dareh di sekita itu kalau sore sudah terlihat sepi dan jarang ada taksi yg lewat karena jam juga menunjukan sudah sore , Laila Hanay menarik napas membuka pintu mobil keluar dan duduk di samping Darmawan dengan menutup pintu sengaja agak keras , Sambil membuang muka .
dalam perjalan Laila hanya melihat ke arah jendela, melihat itu Darmawan Hanay tersenyum kecil melihat ke arah depan sambil sekali kali mencuri pandang ke arah Laila yg tidak memeprhatikanya ..
di perjalanan Laila melihat seorang nenek tua membawa bakul di punggungnya , tanpa aba aba Laila menepuk tangan Darmawan .
" stop sebentar " ucap Laila Sabil membuka kaca mobilnya .
Darmawan yg kaget Hanay mengikuti kata Lila dengan menepikan kendaraanya , Laila membuka pintu dan keluar mendekati nenek yg tidak Darmawan Hanay melihat Laila yg berbica dengan nenek tua tersebut dan mengeluarkan beberpa lembar uang di dalam dapetnya dan membungkus semua barang yg ada di balik nenek tersebut , apa yg di lakukan oleh yg di lakukan olehnya pikir Darmawan memeperhatikam Laila dengan seksama.
setelah selesai Laila meninggalkan nenek tua tersebut dan masuk kembali ke dalam mobil .
" sudah " ucap LAA santai meletakan bungkusan di bawah kakainya .
" apa itu " ucap Darmawan .
" cuman sayuran " ucap Laila tanpa melihat ke arah Darmawan.
" oh , kenal " ucap Darmawan lagi .
" yah , di bilang kenal enggak juga , tapai tau nenek itu sering lewat daerah sini " ucap Laila santai .
" oh " ucap Darmawan .
setelah sampai di rumah Laila Darmawan menurunkannya Laila pun keluar dari mobil ,
" terima kasih atas tumpangannya " ucap Laila berlalau .
" tunggu , mobilnya akan di antar besok siang " ucap Darmawan lagi .
Laila yg binggung karena di belum menelpon bengkel langgananya.
" oh ya terima kasih sekali lagi " ucap Laila .
Darmawan keluar dari mobilnya yg sudah terparkir rapi di pinggir jalan mengikuti Laila dari belakang .
Laila yg sadar Darmawan berada di belakangnya menoleh ke belakang,
__ADS_1
" mau ke mana " tanya Laila .
" mau mampir " ucap Darmawan santai .
" maaf , apa " tanya Laila lagi.
" mau mampir enggak boleh " jawab darmawan.
" emmmm, boleh tapi ini sudah sore " ucap Laila .
" kan enggak boleh sore sore keluyuran di jalan , jadi saya putuskan untuk mampir dulu " ucap Darmawan .
" yg bilang situ keluyuran siapa , kan mau pulang ke rumah " ucap Laila agak keras karena kesal .
" ya sudah kalau tidak boleh mampir , saya numpang ke kamar mandi boleh " ucap Darmawan tersenyum menggoda .
Laila yg tidak habis pikir hanya membalikan badanya masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Darmawan yg sudah biasa dengan rumah Laila ,
" bi " teriak Laila
"ya non " ucap bi Inah .
" ini tolong " Laila menyerahkan kantung keresek kepada bi Inah .
Laila masuk ke dalam kamarnya meletakan tasnya di atas meja dan merebahkan badanya sejenak dari lelah .
setelah mandi Laila solat magrib dan keluar dari kamarnya menuju dapur ,
mengambil sayur yg dia beli dari nenek tua di pinggir jalan ,
memasak sayur tersebut di tambah lauk tempe goreng .
setelah selesai Laila memnaggil bi Inah ,
" bi makan " ucapnya sambil duduk di meja makan menaruh masaknya .
" non pak Darmawan enggak di suruh makan " ucap bi Inah yg duduk di samping Laila.
Laila kaget mendengar perkataan bi Inah sambil menoleh ke belakang melihat sosok Darmawan yg duduk di sofa dengan santai , apa yg dia lakukan di sini membuat Laila tambah kesal dengan kelakuan Darmawan yg semakin hari semakin berani .
" biarkan saja bi " ucap Laila yg mulai makan makanya .
" tapi engak enak non " ucap bi Inah .
" kalau ngerasa lapar pasti minta makan " ucap laila .
" non ajak makan bersama ya " ucap bi Inah .
" bi biarkan saja , lagian siapa yg suruh dia mampir " ucap Laila berbisik .
" tapi tadi katanya antar non pulang " ucap bi Inah lagi .
" yg minta antar saya pulang siapa bi , mobil saya mogok , saya lagi telp taxsi terus dia datang , maksa supaya ikut " ucap Laila mulai mengeraskan suaranya .
" terserah bi Inah " ucap Laila kesal .
bi Inah tersenyum sambil bangkit dari duduknya memanggil Darmawan .
" ayo pak makan seadanya " ucap bi Inah .
Laila yg lahap memakan makanya tidak memperdulikan Darmawan yg duduk di hadapannya .
" makasih bi " ucap Darmawan yg melihat ke arah Laila yg tidak menghiraukannya .
Darmawan mengambil piring yg ada di hadapannya mengambil lauk dan sayur yg ada dan menyantapnya .
dengan wajah memerah Darmawan tetap lahap memakan makanya .
" maaf pak sayurnya pedas ya " ucap bi Inah .
" enggak enak " ucap Darmawan meneguk beberpa kali minuman yg ada di dekatnya .
" biasa kalau non Laila yg masak pasti pedas karena suka yg pedas " ucap bi Inah menyodorkan air putih ke arah Darmawan .
dengan cepat Darmawan menambahkan nasi ke dalam piringnya melahap nya meskipun keringat menetes di dahinya .
Laila yg melihat Hanay tersenyum itu lapar apa doyan guman laila .
" tambah lagi " ucap bi Inah .
" sudah cukup " ucap Darmawan dengan meregangkan tanganay di atas meja terasa penuh isi perutnya biar pun Hanay tumis kangkung dengan lauk tempe terasa nikmat menurutnya .
Laila dan Bu Inah merapaikan meja makan meskipun Darmawan masih duduk di sana .
" sudah selesai , sekarang mau apa lagi " ucap Laila ketus .
Darmawan Hanay tersenyum ,
" kalau sudah kenyang ya tidur " ucap Darmawan santai .
" yah silahkan pulang " ucap laila .
" jadi di usir nie" ucap Darmawan tertawa.
" iya emang kenapa " ucap laila .
" sebentar lagi , perut ku rasa mau meledak " ucap Darmawan mengelus perutnya yg namapak buncit .
" kebanyakan alasan , pulang sana " ucap Lila mulai marah .
" non , biarkan saja dulu pak Darmawan istirahat bentar lagi juga pulang " ucap bi Inah yg melihat tingkah Laila yg tidak suka dengan darmawan .
__ADS_1
" ya Allah bi tadi katany cuma mau ke toilet , ternyata numpang makan , sudah di kasih makan enggak mau pulang , apa mau nginap sekalian di sini " ucap Laila lagi .
" yah kalau di bolehkan " ucap Darmawan menyela padahal dia tau Laila sedang marah .
" apa , enggak pulang sana , siap yg bolehkan anda menginap " Laila merasa kesal dengan Darmawan .
Darmawan beranjak dari duduknya pergi meninggalkan Laila yg dari tadi sudah mulai kesal menuju ruang tengah membuka dua kancing baju bagian atasnya dan bersandar di sofa dengan santai.
Laila yg kesal dengan tingkah Darmawan Hanay menarik napas dalam masuk ke kamarnya mengerjakan pekerjaannya kantornya setelah selesai Laila menelpon Rena .
tidak teras sudah mulai larut , Laila keluar kamarnya mengambil segelas air putih dan meminumnya sambil melihat di sekelilingnya ternyata lampu ruang tengah masih menyala , apa bi Inah lupa mematikannya pikir Laila dengan berjalan Laila berniat mematikan lampu ruangan yg masih menyala , ternyata lalia kaget melihat Darmawan tertidur pulas di sofa dengan melipat tananya tanpa mengunakan selimut pakain yg di pakainya pun masih sama dengan pakaian sore apa orang ini tidak mandi fikir Laila mendekati Darmawan perlahan memastikan dia tertidur .
Laila berjalan menuju kamarnya mengambil selimut dan bantal kembali ke ruang tengah .
" pak , pak banagun " ucap Laila perlahan .
Darmawan yg Hanay bergerak sedikit membalikan badanya ke samping membelakangi Laila yg sedang berdiri .
" pak , pak " ucap Laila agak keras .
Darmawan bergerak menoleh ke arah Alila yg sudah berisi sambil memegang selimut dan bantal .
" maaf saya ke tiduran " Darmawan segera bangkit dari tidurnya mengusap matanya .
" enggak apa , lagian juga sudah malam , ini banyak sama selimut " ucap Laila menyerahkanya .
" terima kasih " sambil meregangkan badannya .
" ehhh , enggak mandi " ucap Laila pelan.
" oh , sudah jam berapa ," tanay Darmawan .
" jam 10 " ucap laial .
" bisa pinjam handuk , badanku lengket " ucap Darmawan bangkit dari duduknya .
" sebentar " Laila kembali memegang handuk dan baju kaos serta celana pendek lagian juga enggak mungkin dia bawa baju ya pastilah ujung ujungan pinjam untung sisa baju bekas almarhum suami Laila masih ada .
" ini " ucap Laila .
" bi belum tidur " Laila mengetuk pintu kamar bi Inah .
" ya non belum " ucap bi Inah yg masih mengunakan mukenah nya membuka pintu .
" ada apa non " ucap bi Inah .
" bi , itu pak Darmawan kok enggak pulang " ucap Laila .
" oh , tadi pas bi Inah keluar pak darmawan tertidur , jadi bibi enggak enak bangunkan "ucap bi Inah .
" oh , ya ujung ujungnya " ucap Lila agak kesal.
" biar saja non " ucap bi Inah lagi .
" kalau terus terusan kan enggak enak bi, lagian dia punya rumah sendiri , ngapain nginap di sini segala , kurang kerjaan " ucap laila yg merebahkan diri di dekat bi Inah .
bi Inah melanjutkan bacan alqurannya yg terhenti dengan Laila yg di sampingnya .
tanpa di sadari bi Inah Laila terlelap tidur dengan pulasnya.
bi Inah bergegas membuka mukenahnya dan bersipa memeriksa ke kemabali rumahnya dengan keluar dari kamar ,memeriksa ke dapur dan ke ruang tengah di lihatnya Darmawan selesai mandi berada di depan leptopnya ,
" oh ya bi saya enggak bisa tidur, biar nanati saya yg matikan lampunya " ucap Darmawan
" maaf apa lebih baik tidur di kamar saja " ucap bi Inah .
" biar di sini saja , sudah aada selimut sama bantal " Darmawan Hanay melihat leptopnya .
" biar saya bikin kan kopi " ucap bi Inah .
Darmawan Hanay mengangguk .
setelah selesai bi Inah mengantar kopi pamit untuk tidur bersama Laila yg sudah terlelap .
malam itu Darmawan tampak menyelesaikan pekerjaannya Samapi larut malam .
seperti biasa pagi dengan rutinitas laila yg bangun pagi menyiapkan sarapan setelah itu mandi dan makan lalu berangkat kerja yg di antar oleh Darmawan , sekalai jalan untuk pulang ke rumah berganti baju ,
" ini " ucap Laila menyerahkan kotak makan berwarna hijau lengkap dengan tempat air minum sebelum turun dari mobil dan berlalau meninggalkan Darmawan yg masih memakai baju semalam .
" apa ini " ucapnya .
" sarapan pagi " ucap Laila singkat berlalau .
Darmawan melatakan makan di sampingnya melajukan kendaranya untuk pulang ke rumahnya , setelah rapai Darmawan pergi ke kantornya .
" tolong ambilkan kotak makan saya di mobil " ucap Darmawan kepada sekertarisnya Karen Darmawan lupa membawanya .
kotak makan fikir sekertarisnya apa istrinya ada di sini sampai sampai di bawakan kotak makan tumben sekalai biasanay minta di sipakan .
sambil menenteng kotak makan sekertaris tersebut meneliti kotak itu penasaran .
" ini pak " ucap sekertarisnya berlalau .
" terima kasih " Darmawan masih melihat ke arah leptopnya .
karena penciuman Darmawan terusik dia menyingkirkan leptopnya ke samping mengambil kotak makan berwarna hijau membuka perlahan sambil menghirup aroma yg sedikit keluar , enak fikirnya .
Darmawan membuka penuh kotak makan melihat ternyata nasi goreng dengan beberpa isian dengan telur dadar di atasnya terlihat asap masih mengepul meskipun sudah berkurang ,
ternyata enak Darmawan melahap habis nasi goreng pas dengan porsinya dan meminum yg ada di botol ternyata teh yg tidak terlalau manis tapi pas dengan rasanya .
__ADS_1
Darmawan merasa baru pertama kalau ini dia menikmati nasi goreng yg menurut dia sesuai dengan seleranya , selama menikah dengan Vera , waktu menjadi pengantin baru Vera sering memasak makan buat dirinya tapi setelah melahirkan anak pertama Darmawan selalau di ladeni oleh para asistenya meskipun sekalai kali Vera menemani dia makan .