
Malam itu sudah menujukkan pukul 20:00, atau lebih tepat nya pukul delapan malam.
Di kediaman keluarga Aryo, sebuah mobil mewah berhenti di pelataran rumah itu.
Terlihat keluarga Al Hamid keluar dari dalam mobil itu.
Azmi dengan stelan Batik khas jawanya di padukan dengan celana Khaki tanpa lipit yang berbentuk Slim Fit terlihat sangat tampan. begitu pula dengan ayah dan ibu nya yang tampak begitu rapi.
sementara keluarga Aryo sudah berdiri di teras rumah untuk menyambut kedatangan mereka tapi tidak Dengan Aini, Ia masih berada dalam kamar nya. enggan unutuk turun, entah apa yang di fikirkan nya saat itu namun yang pasti raut wajah nya terlihat sangat cemas.
" Tante nadia, ini untuk tante!"
azmi memberikan sebuah bingkisan berwarna biru kepada Nadia.
Nadia mengambil bingkisan itu seraya mengucapkan trima kasih.
" apakah tante sedang berulang tahun?" kelakar nadia mengoda azmi
" tidak tante, itu hanya sesuatu ... ya...! semoga saja tante suka"
mereka semua tertawa dengan penuturan azmi.
Kini mereka sudah berada di ruang makan. Nadia menyuruh Bik Ana memanggil kan Aini karna terlihat hamid dan istrinya mencari - cari sosok gadis yang sangat mereka nantikan itu.
Hanya azmi yang terlihat santai di ruangan itu. mungkin karna Ia tidak mengetahui maksud dari acara makan malam itu.
Tidak lama kemudian Aini turun menyusuri anak tangga.
Azmi terkejut melihat sosok Aini.
seorang wanita yang membantu nya sore tadi.
" kenapa wanita ini ada disini?" gumam Azmi di dalam hati nya.
Berbeda dengan Hamid dan istrinya mereka langsung bangkit dari kursi peraduan nya mencoba mendekati Aini yang kini telah berda di ruang makan.
Kala itu Aini juga sama terkejut nya dengan Azmi bahkan mungkin Ainilah yang lebih terkejut, karna seingat dia pria yang kini tengah berada di ruang makan itu adalah orang yang sama yang ia tolong saat sore tadi lalu wanita yang berasama nya mengaku bahwa Ia adalah canlon istri pria itu
" jadi pria inikah calaon suami ku...?" terbesit tanya dalam hati Aini
__ADS_1
Aini berusaha tetap tenang, sebisa mungkin ia pancarkan senyuman hangat nya.
Ia mencari cari barangkali ada pria lain selain pria itu yang datang bersama keluarga Hamid.
Namun sayang harapan nya di patahkan oleh seorang pria paruh baya yang kini berada di hadapan nya. tidak mungkin kan pria paruh baya ini yang akan di jodoh kan pada ku!? karna menurut cerita Om Aryo keluarga Al Hamid hanya memiliki satu Anak, pertanyaan demi pertanyaan hadir dalam fikiran Aini meryapi setiap inti sel kepala nya membuat pekepala nya terasa berkedut- kedut.
" Aini...! ternyata kamu anak yang cantik, nak!" ujar ibu nya Azmi seraya merebahkan telapak tangan nya di pipi Aini
Awal nya Aini merasa canggung belum lagi kepala nya yang mulai terasa pusing namun ketika Ia menatap wajah ibu nya azmi yang kini tengah menyentuh kulit pipi nya seketika Ia teringat dengan sosok Ibu nya, Ia mulai merindukan Ibu nya..
Tanpa Aini sadari matanya mulai berkaca- kaca.
Aini merengkuh tangan itu lalu ia sapukan kecupan hangat di punggung tangan itu. Ibu nya azmi yang melihat hal itu merah tubuh Aini lalu Ia rengkuh di dalam pelukan nya. Ia semakin yakin bahwa Aini adalah jodoh yang baik untuk anak nya.
Hamid dan yang lain hanya bisa terpaku dengan fikiran masing-masing.
sementara Azmi semakin di buat penasaran.
Siapakah wanita yang bernama Aini ini?
Apa hubungan nya Dia dengan keluarga Om Aryo?
Ada banyak tanya di benak Azmi namun tidak satupun jawaban Ia dapatkan...
Azmi mencoba mendekati Abi dan Ummi nya itu yang kini tengah berada di sisi Aini.
"Azmi, ini Aini.." Azmi menatap wajah Aini lekat - lekat, namun Aini hanya bisa menundukkan wajah nya tak sanggup menatap mata Azmi yang punya seribu pertanyaan itu!
" Aini, ini anak Aby yang akan di jodohkan dengan mu!"
" Apa Aby"
sontak Azmi pun terbelalak mendengar penuturan Aby nya tak terkecuali Aini. Jantung nya mulai berdebar kencang tak karuan bagai bom waktu yang hendak meledak.
" iya! Aini adalah gadis yang sudah lama kami jodohkan untuk mu!"
lagi- lagi Azmi merasa terkejut dengan ucapan Abi nya.
" Bagaimana bisa Abi, Ummi?! kenapa selama ini aku tidak tau?!"
__ADS_1
"Begini! lebih baik kita duduk dulu nanti Om yang akan menjelaskan nya" Ujar aryo memecah ketegangan.
Azmi dan yang lain duduk di ruang tamu karna sudah tidak mungkin lagi mengadakan makan malam di saat suasana yang menegangkan ini.
Terlihat Aini duduk di samping Nadia sementara azmi berada di antara kedua orang tua nya. mereka saling berhadapan hanya sebuah meja kecil yang membatasi Aini dan Azmi. tidak lupa pula Aryo yang kini duduk di kursi tunggal yang tak jauh dari Aini.
" Azmi, Ini Aini keponakan nya Om, Aini dan keluarga nya sudah lama hilang ngak ada kabar sama sekali" Aryo mulai menjelaskan perihal kehidupan Aini. sesekali Ia mengerakkan tangan nya seakan membentuk Ekspresi nya.
Azmi tertunduk lesu, tatapan nya kosong, wajah nya tidak melukiskan kebahagiaan.
begitu pula dengan Aini, Ia tidak bisa berkata Apa - apa.
Hamid segera menentukan tanggal pernikahan mereka tanpa meminta persetujuan Azmi.
Hamid tidak ingin kesempatan kedua ini hilang begitu saja.
Akhirnya tanggal sudah mereka putus kan, bulan depan adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk segera minikah.
Ingin rasanya Azmi menolak perjodohan itu, namun Apa daya Ia tidak berani menolak keinginan orang tua nya terlebih lagi Ummi nya. Ia tau jika Ia menolak ke inginan Ummi nya itu maka sudah dapat di pastikan Ummi nya akan marah besar. Bukan hal itu saja yang di takuti nya, Ia juga takut jika sakit jantung yang di derita Ummi nya akan berakibat fatal bisa saja akan merenggut nyawa Ummi nya.
Azmi terlihat pasrah dengan keputusan orang tua. tidak ada hal yang bisa ia lakukan untuk membatalkan perjodohan itu.
" ya Allah! apa yang harus hamba mu ini lakukan?" batin nya Azmi berkata lirih.
***
Malam mulai larut, tidak terasa pertemuan malam itu banyak menyita waktu. keluarga Hamid kini berpamitan untuk pulang.
Di dalam mobil azmi hanya bisa diam tak bersuara begitu pula kedua orang tua nya itu. mereka larut dalam fikiran masing - masing.
Di tempat lain Aini tengah merebahkan tubuh nya di tempat tidur. Ia begitu lelah, merasa fisik dan otak nya tidak mau bekerja sama lagi dengan nya. Hingga saat ini Ia tengah tertidur larut di dalam mimpinya. entah itu mimpi indah atau mimpi buruk hanya Aini dan Tuhan lah yang tau.
Hai readers....👋👋👋
terimakasih udah baca cerita ku...
ayo donk di like, komen dan vote
agar saya tambah semangat nerusin ceritanya..
__ADS_1
jangan lupa juga rate bintang 5 , dan klik favorit agar selalu Up cerita ku....
Oke...👌👌👌😊😊😊