
Poligami
39 hamil
Waktu terus berlalu, minggu kini sudah berganti bulan dan sudah empat bulan lamanya Xena menyandang status sebagai seorang istri dari Randa sang suami. Selama ini rumah tangga mereka tampak baik-baik saja tanpa ada gangguan sama sekali. Dua minggu yang lalu, kedua orang tua Xena datang mengunjungi dirinya karena Xena yang tidak terlalu sehat lantaran dirinya yang tengah hamil muda.
Allah begitu cepat memberinya titipan seorang anak di rahimnya. Empat bulan menikah, empat bulan pula usia kandungan Xena. Waktu itu saat dimana keadaan Xena tengah dalam masa suburnya lantaran sehari sebelum menikah Xena selesai dalam masa datang bulannya.
"Umma, apa dedek bayi masih lama keluar dari perut Umma?" Arumi mengusap lembut perut Xena yang sudah tampak membuncit.
Xena mengusap surai putrinya lembut. "Iya Nak, kita akan bertemu dengan dedek bayi lima bulan lagi. Apa Arumi sudah tidak sabar bertemu dedek bayi?" tanya Xena sambil tersenyum kepada putrinya.
"Iya Umma, arum sudah tidak sabar untuk bertemu dedek bayi. Biar arum ada temannya untuk bermain." jawabnya dengan suara lembut. Jangan lupakan tanganya yang masih terus mengelus perut buncit Xena.
__ADS_1
"Sabar ya Nak, hanya lima bulan lagi Arumi pasti akan bertemu dedek bayi. Arumi akan bisa bermain dengan dedek bayi sepuas Arumi," ujar Xena mengelus pipi chubby sang putri yang kini tengah mendongak ke arahnya.
Arumi menganggukkan kepalanya patuh, lalu menyenderkan kepalanya pada tubuh Xena sambil memejamkan matanya.
Sore harinya seperti biasa Randa pulang dengan baju dinas mengajarnya, tidak lupa laki-laki yang sudah berstatus kepala keluarga itu membawa keresek yang kini ntah apa isinya, karena biasanya berisi martabak jagung permintaan sang istri.
"Humaira," Randa menghampiri istrinya dan memeluk tubuh sang istri yang setiap saat dirindukannya itu. Menghirup bau stroberi yang menyeruak dari tubuh sang istri yang sangat di sukai Randa.
"Apa dedek bayi rewel hari ini, Humaira?" tanya Randa mengelus perut buncit istrinya. Sungguh dirinya sama halnya dengan Arumi yang ingin segera bertemu dengan anak mereka yang belum di ketahui jenis kelaminnya itu.
Xena menggeleng. "Alhamdulillah Bang, dedek bayi seperti biasa tidak pernah rewel." jawab Xena dengan menipiskan bibirnya membentuk sebuah senyuman.
"Alhamdulillah Humaira, yuk ke depan tadi abang beliin buat kita semua kentucky," Randa meraih pinggang sang istri untuk semakin merapat pada tubuhnya.
__ADS_1
"Pekerjaan aku belum selesai Bang, gimana kalau Abang duluan ke depan nanti aku nyusul?" saran Xena mendapat gelengam dari suaminya.
"Nanti saja selesaikan pekerjaannya Humaira, biar nanti juga abang bantuin. Kasihan dedek bayi sudah pasti lapar," ujar Randa mengelus perut sang istri beberapa kali.
Dengan patuh Xena menganggukkan kepalanya beberapa kali membuat Randa mengembangkan senyum manisnya. Sepasang suami istri itu melangkah menuju ruang tamu dimana putri kecil mereka tengah duduk santai di depan makanan yang di beli Randa.
"Umma, Baba beliin kita kentucky," ujarnya dengan binar bahagia. Bahkan beberapa kali Arumi melirik kresek yang berisi makanan kesukaannya itu.
Xena mengangguk. "Iya Nak," jawab Xena duduk di samping putrinya diikuti Randa, sang suami.
Akhirnya mereka memakan kentucky itu bersama hingga habis tanpa sisa. Bahkan Arumi sampai merebahkan tubuh kecilnya di atas sofa karena terlalu kekenyangan.
TBC
__ADS_1