POLIGAMI

POLIGAMI
Menunggu Taxi


__ADS_3

Sudah dua bulan lama nya setelah pernikahan Azmi dan Aini namun mereka masih saja seperti orang asing tidak seperti pasangan suami istri lainya.


Azmi selalu saja menghindari Aini, Ia tidak punya waktu untuk Aini barang sekejap pun. Ia lebih suka menyibukkan diri nya di kantor berkutat dengan berkas- berkas pekerjaan nya, bahkan kerap kali Azmi memutuskan untuk tidur di kantor dari pada pulang kerumah nya.


Sementara Aini, Ia selalu saja menunggu, bersabar dengan sikap Azmi. sejak Azmi mengatakan Ia mencintai Wanita lain, Aini tentu nya tidak ingin memaksakan perasaan suami nya itu karena sejauh ini pula Ia masih belum tau bagaimana perasaan nya terhadap Azmi suami nya itu.


akan tetapi ada satu hal yang selama berumah tangga dengan azmi yang selalu membuat hati nya cemas.


yakni Umi nya Azmi yang terus bertanya kapan Aini akan mengandung dan memberikan cucu kepada nya. setiap kali mertuanya itu menanyakan hal itu, Aini hanya bisa terdiam dan tersenyum kecut tidak tau harus memberi jawaban apa.


Bagaimana bisa Ia mengandung jika selama ini Azmi tidak pernah mau menyentuh tubuh nya?


Aini terus saja di desak oleh mertua nya itu, tapi aini tidak tau harus berbuat apa.


tidak mungkin ia menceritakan kalau selama ini mereka tidak pernah melakukan hubungan suami - istri. entah apa yang akan mereka fikirkan nanti jika mereka tau kalau selama ini suami ku tidak pernah menyentuh ku? batin Aini.


❤❤❤


Hujan begitu deras malam itu Aini tengah berada di salah satu mini market yang cukup jauh dari rumah nya. berhubung mini market yang berada tak jauh dari rumah nya tutup terpaksa Ia harus pergi ke mini market yang cukup jauh dari rumah nya.


Kala itu Aini tengah menjinjing dua plastik keperluan dapur yang Ia beli di mini market itu. Namun sial nya saat Ia keluar dari mini market itu Ia terhenti di depan mini market itu karna hujan.


" hujan, taxi juga ngak ada! bagaimana ini? gimana cara nya aku bisa pulang?" gumam Aini.


jalanan begitu lengang karna hujan seperti nya pergerakan manusia seakan di batasi oleh derai air hujan itu.


hujan begitu lebat, sesekali suara gemuruh terdengar hingga pecah mengilat membelah gelap nya malam memekakan telinga.


Hingga kerap kali suara gemuruh itu datang Aini seketika menutup kedua telinganya, Ia begitu takut.


" apa yang harus aku lakukan sekarang? ini udah mulai larut" gumam Aini. Ia melirik jam tangan yang melekat di lengan nya 21:30 waktu yang cukup membuat Aini semakin cemas.


Ia takut kalau Azmi pulang tidak mendapati nya di rumah, maka Azmi akan sangat kesal.

__ADS_1


" ya Allah, bagaimana ini? apa aku harus jalan kaki saja dulu? mungkin di perempatan jalan nanti Ada taxi" gumam Aini kembali, Ia akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki.


Aini basah kuyup, Ia tidak membawa payung, tubuh nya bergetar menahan dingin nya hujan, meski pakaian yang Ia kenakan tertutup, namun tetap saja karana basah pasti dingin nya angin seakan merontokkan tulang karna begetar hebat. bibir nya mulai kelihatan pucat, saat sudah sampai di perempatan jalan pun taxi tak kunjung datang.


Aini semakin frustasi dengan keadaan nya, Ia benar- benar tidak tau harus berbuat apa. Ia juga tidak bisa menghubungi Azmi karna Ia sama sekali tidak memiliki ponsel.


tidak jauh dari perempatan jalan itu terdapat bangunan yang sepertinya udah tutup karena sudah malam, Aini mencoba berteduh di bangunan itu. untung nya di daerah itu cukup ramai, ada juga yang sekedar berteduh di tempat itu sama hal nya dengan Aini.


Sesekali Aini melirik jam tangan nya, Ia begitu cemas kalau suami nya akan marah pada nya pasal nya hal ini belum pernah terjadi meskipun selama ini Azmi tidak pernah marah dengan nya namun tetap saja hati nya jadi mencemaskan hal itu.


Aini terus saja menunggu berharap taxi datang agar ia bisa segera pulang kerumah nya. sudah 20 menit Aini menunggu taxi di tempat itu namun tidak hasil.


tin...tin..


terdengar suara klakson mobil yang kini berhenti tepat di hadapan Aini. tak lama seorang pemuda tampan keluar dari dalam mobil itu dengan membawa payung.


pemuda itu mendekati Aini yang tengah menatap nya terheran- heran dengan pemuda yang mendekatinya itu.


" Aini! "


" oh! seperti nya kamu sudah lupa dengan aku"


" maaf Mas saya ngak ingat siapa mas"


" masih ingat ngak sama perpustakaan mini ku?"


"perpustakaan?"


" ya, kamu ingat?"


Alexy mengerutkan kening nya mencoba mengorek kembali ingatan tentang perpustakaan yang di katakan pemuda itu.


" Mas Bima!" ujar Aini senang bisa kembali mengingat kenangan lama nya.

__ADS_1


" akhirnya kamu ingat juga sama saya" ujar Bima pemuda yang dulu pernah Aini tolong karna menabrak tiang. semenjak hari itu mereka tidak pernah bertemu meskipun begitu Bima selalu berharap Ia bisa bertemu kembali dengan wanita cantik yang telah menolong nya dan takdir mempertemukan mereka kembali membuat Bima yang saat itu melihat seyum Aini membuat hati nya berdebar tak karuan.


" iya mas, maaf ya sebelum nya"


" iya ngak apa- apa kok" ujar Bima dengan lembut seraya menyunggingkan senyum nya, " oh ya kamu maukemana?" lanjut Bima kembali.


" saya mau pulang mas tapi ngak ada taxi" jawab Aini dengan nada frustasi


" kalau boleh saya saja yang antarkan kamu pulang"


" ngak mas, terimakasih.. nanti saya merepotkan.." jawab Aini sungkan, sebenarnya bukan hal itu aja tapi ada rasa takut terbesit di benak nya wajar saja karena bima juga pemuda yang tidak begitu ia kenal.


" ngak apa kok, saya tidak merasa di repotkan"


" tapi mas"


" sudah ngak usah takut, saya ngak makan orang " ujar bima seraya tersenyum manis. saat itu juga wajah Aini merona malu karena fikiran nya mudah terbaca, " lagi pula ngak baik seorang wanita masih berada di luar rumah di jam segini"


Aini langsung saja melirik jam tangan nya, jam sudah menujukan pukul 22:15.


perasaan Aini semakin tidak nyaman Ia benar- benar dilema dengan situasinya saat ini.


" Baiklah Mas, saya ikut sama Mas" ujar Aini tidak ingin banyak berfikir lagi. mereka menaiki mobil itu lalu mobil itu melaju menerobos deras nya air hujan.


di dalam mobil Aini duduk di depan di sebelah Bima tidak banyak yang mereka bicarakan hanya sedikit membicarakan tentang perpustakaan mini milik Bima.


Entah mengapa Aini dan Bima memiliki kesamaan menyukai buku- buku, ada beberapa buku yang mereka bahas sehingga diam- diam Bima semakin menyukai Aini wanita yang sudah dua kali bertemu dengan nya ini yang mampu menggetarkan hati nya.


Hallo ...👋👋👋


terimakasih udah baca cerita ku...


jangan lupa tinggalkan jejak ya..

__ADS_1


like, komen, rate bintang 5 dan vote


juga klik favorit agar tidak ketinggalan cerita ku...🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2