POLIGAMI

POLIGAMI
20


__ADS_3

kenyaman Darmawan berada di kota y membuat dia selelu berkunjung ke sana meskipun tidak ada kerjaan yg begitu mendadak dalam satu bulan Darmawan bisa berkunjung dua kali dan bisa Samapi satu Minggu berada di sana .


baru dua mingu Darmawan berkunjung di kota y , pagi ini dia pun akan berangkat kembali ke kita tersebut .


" sayang berangkat jam berapa " tanya Vera yg sedang berdandan .


" siang ini setelah urusan di kantor selesai " ucap Darmawan .


" oh , ada masalah di sana " ucap Vera .


" tidak Hanay kegiatan rutin " jawab Darmawan .


" oh , " jawab Vera singkat .


" pagi ini mau di anatar " tanay Darmawan .


" enggak usah , aku di antar sopir nanti sekalain antar anak anak ke tempat mama " jawab Vera .


" sayang , kamu tidak bisa mengurangi kegiatan mu itu , kasian anak anak " ucap Darmawan berdiri di belakan Vera .


" sayang kita kan sudah sepakat sejak dulu , aku enggak bisa jadi ibu rumah tangga yg seperti kamu mau , dari dulu Akau sudah terbiasa seperti ini , jadi jangan ungkit itu lagi , toh juga kebutuhan anak anak sudah Akau penuhi " ucap Vera .


" kebutuhan anak anak sudah kamau penuhi , tapi Akau butuh lebih dari pada ini " jelas Darmawan .


" sayang , kebuthan apa lagi yg kau mau " ucap Vera memandang darmawan kesal .


" aku butuh di layani , Aku butuh kasih sayang mu , dan Akau butuh kamau setiap saat " ucap Darmawan .


" kalau kamu meminta Akau harus berada di sampingmu , maaf aku tidak bisa , kamau tau sendiri Aku sibuk " ucap Vera


" kalau begitu berhenti bekerja " ucap Darmawan dengan nada tegas .


Vera yg mendengar itu langsung membanting sisir di atas meja .


" kenapa , setiap membahas ini kamau selalau meminta Aku untuk menjadi ibu rumah tangga yg seperti kamau mau , aku juga perlu seperti mereka , aku ingin berkarir menjadi wanita sukses " teraik Vera marah


" bukan bergitu maksud ku , aku meminta kurangi kegiatan mu yg selalau berada di luar rumah , hingga melupakan aku dan anak anak , aku tidak menuntut mu harus menjadi ibu rumah tangga seutuhnya , lihat baru dua hari kamau di rumah kamau sudah pergi lagi , anak anak lebih banyak dengan pengasuhnya , untuk kebutuhan kamu sudah berlebih apa lagi yg kamu mau ," ucap Darmawan yg menahan emosinya .


" sudah Akau sudah capek dengan keluhan mu yg selalu mempermasalahkan pekerjaanku " ucap Vera dengan mengambil tas dan kopernya menentengnya ke luar kamar meninggalkan Darmawan yg masih berdiri mematung melihat Vera yg berlalau .


Darmawan terduduk di tepat tidurnya mengacak rambutnya .


" papa papa , kita mau berangkat ke tempat Oma " ucap Dafa yg tiba tiba masuk kedalam kamar .


darmawan yg melihat Dafa berlari segera memeluk anaknya ,


" Dafa mau ke tempat Oma ," ucap Darmawan .


" iya , ayo " ajak Dafa menarik tangan Darmawan.


Darmawan melangkah mengikuti Dafa keluar kamar melihat Vera sudah mengendong Rafa bersipa siap .


" sayang Aku berangkat , Dafa Rafa ayo Salim papa " ucap Vera .


setelah salaim anak anaknya berlari ke arah mobil sedangkan Vera mencium Darmawan .


" maaf kalau Akau salah " ucap Darmawan pelan .


Vera Hanay menunduk sambil memeluk Darmawan berlaulu meninggalkan Darmawan yg terlihat berbeda dari biasanay .


" kita bahas ini setelah pulang " ucap Vera .


Darmawan Hanay melihat kepergian istrinya.


pagi itu Darmawan pergi ke kantor dengan kurang ramah duduk di kursi nya dengan diam memandang ke luar jendela dengan pikiran yg melayang .


" pak ada pak Iwan " ucap sekertarisnya .


" ya silahkan masuk " ucap Darmawan .


" ada apa pak " tanya pak Iwan.


" saya mau ke kota y , ada urusan , tolong urus di sini " ucap Darmawan .


" baik " ucap pak Iwan singkat .


sebelum berangkat Darmawan menyempatkan menjenguk anak anaknya di rumah mertuanya .


siang itu Darmawan melanjutkan untuk pergi ke kantor Dewi mengajaknya untuk makan di luar karena siang Darmawan tidak sempat makan .


"kamu sering berkunjung wan ," tanay Dewi .

__ADS_1


" cuman kunjungan rutin " ucap Darmawan singkat .


" oh Vera tidak ikut " tanya Dewi .


" kalau dia ikut enggak mungkin kakak di sini " ucap Darmawan singkat .


" ada apa wan , ada masalah " tanya Dewi


" enggak cuma Vera sangat sibuk " ucap Darmawan meras ada yg kurang tidak di lihatnya Laila , yah Laila kenapa akhir akhir ini Darmawan ingin melihat wajahnya .


" sibuk , apa lagi yg dia cari " ucap Dewi .


" karir " jawab Darmawan singkat .


" karir, apa keluarga tidak penting , dulu aku tidak ingin memegang perusahan ini karena amanah almaruh suami aku rela melakukanya demi anak anak yah sekarang kalau ada pilihan Akau lebih baik menjaga mereka dari pada bekerja " ucap Dewi .


" Vera lebih mengejar karirnya , sudah sering kali aku memberikan dia pilihan tapi dia lebih memilih karinya dari pada menjaga kedua anak kami , tapi apa boleh buat dia lebih suka seperti itu " ucap Darmawan panjang lebar .


" seandainya Aku pada saat itu di beri pilihan aku lebih memeilih anak anakku karena sekarang Akau lebih menyesal tapi tidak ada pilihan karena ini demi anak anak terpaksa " ucap Dewi mengingat kembalai saat suaminya berada di sampingnya .


" maaf , telah membuat Kakak sedih " ucap Darmawan .


" cuman masa lalu " ucap Dewi yg tidak memeperlihatkan wajah tuanya yg sudah berumur sekitar kepala empat , tetap cantik tidak ada pengganti dari almarhum suaminya dia menghidupui ketiga anaknya meskipun dia termasuk keluarga yg kaya raya.


" ternyata sudah sore , ayo pulang kalau tidak mampir ke rumah " tanya Dewi sambil meerapikan baju dan meneteng tas nya .


" tidak , " ucap Darmawan singakat .


" baik kalau begitu , ayo pulang antar aku ke kantor ambil mobil " ucap Dewi .


mereka melaju menuju ke kantor Dewi ini saat yg di tunggu Darmawan untuk melihat sosok Laila yg sangat menggangu pikiranya .


setelah selesai mengantar Dewi Darmawan menyusur ke area parkir dan di sekelilingnya untuk mencari orang yg dia tunggu sengaja meparkirkan mobilnya di ujung .


" wan enggak pulang " tanya Dewi melongo di jendela mobilnya .


" iya sebentar " ucap Darmawan .


Dewi melaju meninggalkan Darmawan di parkiran , hampir setengah jam Darmawan


menunggu tidak tampak sosok yg dia cari , akhirnya dia memutuskan untuk pergi karean area itu sudah mulai sepi , Sabil berjalan perlahan Darmawan berpikir kemana dia apa sudah pulang atau enggak masuk kerja pikir nya .


seperti biasa darmawan melintasi jalan dekat rumah Laila yg satu arah perlahan sambil melirik rumah laila yg terlihat sepi .


" saya makan di luar " ucap Darmawan kepada artnya .


artnya Hanay mengangguk .


malam itu Darmawan pergi ke taman kota yg pernah dia datangi bersama pak Iwan dan laila di sana memilih tempat yg agak sepi sambil memesan kopi, Darmawan melihat di sekelilingnya banyak orang berlalau lalang .


dengan mencoba menghubungi Vera yg selalu sibuk Darmawan mengirimkan beberapa pesan , setelah itu dia menelpon anak anaknya , Sambil berbicara Darmawan sekilas melihat seseorang yg dia kenal dengan terus melihat memastikan pandanganya Darmawan menyudahi pembicaraan dengan anak anaknya menutup ponselnya Sabil terus memeprhatikan sosok yg tidak jauh dari tempat duduknya .


" ayo bi makan apa lagi " ucap Laila .


" sudah non bibi sudah kenyang " ucap bi Inah yg masih memakan makan yg ada di atas meja .


" Laila mau beli sesuatu " ucap Laila .


" masih belum kenyang " tanya bi Inah .


" satu lagi , bibi pasti suka " ucap Laila berlalau meninggalkan bi Inah yg masih mengunyah makanya .


Darmawan meminum habis kopinya mendekati bi inah yg di tinggal Laila .


" apa kabar bi " sapa Darmawan yg langsung duduk di sampingnya .


" eh , pak Darmawan , baik pak , Lo kok di sini sama siapa " tanay bi Inah


" sendiri bi " jawab nya lagi .


" oh , mari pak di makan " bi Inah menyodorkan makan ringan kepada Darmawan sambil melihat Darmawan mengambil sedikit memeprhatika makan itu ,


" ini tidak pedas " jawab bi Inah .


" eh ya " Darmawan langsung memakannya .


tidak berselang lama Laila datang dengan sekantung makan yg ada di tanganya .


dengan meperhatikan seseorang yg ada di sebelah bi Inah .


" sudah dapet non " tanay bi Inah yg membuat darmawan menoleh ke arah Laila .

__ADS_1


" sudah , ini bi " Laila menyodorkan makan itu pada bi Inah .


bi Inah langsung membukanya mempersilahkan Darmawan untuk maknaya .


" silahkan pak di coba " jelas bi Inah .


Laila yg Hanay diam sambil memakan makananya memandang darmawan , kenapa selau bertemu dengan dia pikir Laila .


" ngapain di sini " tanay Laila


" cuma cari angin " jawab daramwan seenaknya .


" oh cari angin , sana banyak " ucap Laila


" di sana enggak enak enakan di sini ada makan " jawab Darmawan memakan makan yg ada di atas meja .


" enak aja , beli " jawab laial menarik makan yg akan di makan Darmawan .


" oh di mana " tanay Darmawan


Laila Hanay diam melihat Darmawan melihat di sekeliling mencari sesuatu ,meliahat itu Laila menyodorkan kembali makan yg dia ambil,


" habiskan saja ini " ucap Laila .


" oh terima kasih " jawab daramwan melahapnya dari sore Darmawan memang belum makan sudah dua gelas kopi mengisi perutnya di tambah makan ringan yg di beli oleh Laila terasa belum kenyang .


" ayo bi kita pulang " ajak Laila .


" oh iya non " ucap bi Inah .


" sudah mau pulang" tanay Darmawan .


" iya pak , kamai sudah dari sore di sini " ucap bi Inah .


" oh begitu " jawab Darmawan yg baru saja sampai dan belum puas melihat tingkah Laila yg selalu kesal demgannya .


" mari pak kami pulang dulu " ucap bi Inah yg bangkit dari tempat duduknya.


" ini bi " Laila menyerahkan helem keoada bi Inah dan memakai helemnya .


" naik motor " tanay Darmawan.


" iya pak " jawab bi Inah .


" bagai mana kalau bi Inah ikut saya , biar saya antar kasian kena angin malam nanti sakit Lo " Darmawan membuat alasan supaya dia bisa ke rumah Laila .


" enggak apa pak , biar saya ikut non Laila saja " ucap bi Inah


" lagian say juga mau pulang , sekalin saya antar " ucap Darmawan memaksa .


Laila yg dari tadi tidak banyak bicara Hanay melihat tingkah darmawan .


" enggak usah , maaf terima kasih " ucap Laila sopan karena dia tau ada maksud tertentu di balik senyum Darmawan


" mari pak " ucap bi Inah .


" tunggu , bi Inah ikut saya saja biar saya anatar kan satu jalan " ucap Darmawan memaksa .


" ya sudah non saya ikut pak Darmawan saja ,kasian enggak apa kan non " tanay bi Inah .


" bi emang dia anak kecil yg perlu di temani " ucap Laila yg mulai kesal setiap ada dia selalau membuat Laila naik darah.


Laila berlalau di hadapan Darmawan .


" mobil saya di sana " ucap Darmawan tesenyum puas melihat tingkah Laila yg kesal terhadap nya Darmawan berfikir sejenak waktu pertama kali bertemu dia begitu baik padanya kenapa sekarang berubah drastis seperti melihat musuh .


Darmawan melajukan kendaraanya menuju kediaman Laila mengantar bi Inah.


setelah Sampai daramwan di persilahkan masuk oleh BI Inah duduk di ruang tengah .


sedangkan Laila baru saja tiba ihat darmawan duduk santai di ruang tamu Laila masuk ,


" bi kenapa di suruh masuk " ucap Laila berbisik .


" Kasian non sudah antar masak enggak di suruh masuk " ucap bi Inah .


" pasti lama , kalau bisa suruh cepat pulang bi , saya tidak suka " ucap Laila .


" emang kenapa non , pak Darmawan kan baik " ucap bi Inah .


" baik dari mana , selalau minta gratis dan suka nyusahin orang " ucap Laila jengkel

__ADS_1


" ya sudah sebentar lagi , mungkin oak daemawan nya pulang " jelas bi Inah .


" ya sudah Laila ganti baju dulu " Laila langsung masuk ke kamarnya Menganti Bajau dan keluar ikut duduk di ruang tengah dengan wajah tidak suka .


__ADS_2