Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 10


__ADS_3

“Kenapa Kamu bisa ada di Indonesia?” Diana bertanya dengan sesekali


menyeruput minuman miliknya.


“Apa lagi? Aku mencarimu Diana”


Diana membelalakkan matanya “Hahaha kenapa Kamu selalu melakukan hal


lucu seperti ini Keno”


“Aku mencarimu ke Jerman namun Kamu tidak ada disana, makanya Aku


mencarimu kemari” Diana menghentikan tawanya.


“Aku serius Keno”


“Aku juga serius Diana”


Diana benar-benar merasa canggung. Sebenarnya Diana menyukai Keno yang


selalu memberikan perhatiannya kepada Diana, namun Diana tidak ingin merusak


persahabatannya dengan kata cinta.


“dan sekarang Kamu sudah menemukanku. Jadi ayo habiskan waktumu di


Indonesia dengan berkeliling kota bersamaku” Senyum Diana kembali mengembang di


bibirnya.


“Jaji ya, Kau harus menemaniku” Keno memicingkan matanya.


“Iya Aku janji” Diana menganggukkan kepalanya.


Selesai makan, mereka menuju sebuah taman. Sebenarnya tidak ada yang


istimewa di taman itu, hanya ada air mancur yang terlihat berwarna-warni dan


beberapa kembang api yang dimainkan oleh anak-anak yang sedang bermain di taman

__ADS_1


itu dan beberapa pasangan yang sedang dimabuk asmara mengingat malam ini adalah


satnight.


“Jadi seperti ini caramu mengajakku mengelilingi kota?”


“Sebenarnya Aku tidak tau harus membawamu kemana, tapi Aku yakin kalau


disini juga pasti akan menyenangkan” Diana melihat takjub air mancur yang ada


di depannya. Keno menatap wajah polos Diana yang terlihat menikmati suasana


malam ini.


“Ya disisimu pasti akan selalu menyenangkan Diana”


Diana mengalihkan pandangannya kepada Keno dan kini mata mereka saling


terkunci satu sama lain. “Hentikan Ken” Diana mendelik, menahan jantungnya agar


tidak berdetak terlalu kencang, Diana hawatir Keno akan mendengar detak


seperti itu.


“Kamu ingat saat dulu Kamu pernah tersesat di acara kembang api?”


“Hahaha iya Aku sangat ingat. Sejak saat itu Aku sangat takut berjalan


sendirian. Bahkan Aku tidak menyangka akan berada jauh dari orangtuaku saat ini”


“Aku ingat bagaimana Kamu menangis hingga hidungmu terlihat merah


seperti tomat. Hahaha” Keno mencubit hidung mancung milik Diana.


“Hentikan Ken, kenapa Kamu selalu mecubit hidungku seperti itu”


“Kamu tidak berubah ya, Aku kira setelah menjadi Princess Diana yang


dikagumi kaum adam Kau akan terlihat lebih anggun”

__ADS_1


Diana memelototkan matanya “Maksudmu Aku tidak anggun? Ayolah Ken, Aku


sudah memakai baju seperti ini dan ini belum anggun di matamu?”


Diana kecil memang terlihat sedikit tomboy, bahkan dia sangat enggan


menggunakan gaun atau pakaian anak perempuan pada umumnya. Dia lebih menyukai


hotpants dan kaos yang sedikit kebesaran. Walaupun saat ini Diana masih


menggunakannya ketika berada di rumahnya.


“Kamu tetap Diana yang Aku kenal. Ya walaupun sekarang terlihat lebih


cantik” Keno menatap Diana dengan kagum. Pipi Diana terasa memanas, Diana


begitu kesal dengan dirinya. Begitu banyak laki-laki yang memujinya, namun Diana


tidak pernah merasakan seperti ini. “Bagaimana kalau Keno menyadarinya?” pikir


Diana.


“Aku ingin itu Ken, apa Kau mau?” Diana menunjuk pedagang harumanis.


Dia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. “Baiklah Kita akan membelinya” Diana


dan Keno berjalan menuju penjual harumanis tersebut.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Diana dan Keno sedang


berada di dalam mobil. “Jadi Kamu tinggal dimana?”


“Aku menyewa kamar di hotel G”


“Oh… Aku benar-benar penasaran, sebenarnya untuk apa Kamu kemari? Apa


ada bisnis disini?”


“Kamu akan mengetahuinya. Anggap saja ini sebagai kejutan” Keno

__ADS_1


menyematkan senyuman di bibirnya.


__ADS_2