
Setelah selesai membersihkan diri, Clovis melihat Diana yang akhirnya tertidur di atas sofa. Dia nampak sangat kelelahan, matanya nampak sembab.
Clovis mengangkat tubuh Diana dan memindahkannya ke atas tempat tidur. Seperti biasa, Diana tidak terganggu akan apapun disaat tidur.
"Maafkan Aku honey. Aku sangat takut kehilangan mu. Aku takut bahaya itu menyerang mu kembali. Aku berjanji akan segera menyelesaikan semuanya. Aku akan melindungi mu bagaimana pun caranya" Clovis mencium kening Diana.
Clovis mengusap air mata yang masih tersisa di pelupuk mata Diana. "Aku tidak bermaksud menutupi semuanya, Aku tau Kamu perempuan pemberani, mandiri. Aku tidak ingin Kamu turut mengambil tindakan yang berbahaya. Maafkan Aku honey. Aku mencintai mu"
Clovis yang sama-sama merasa sangat lelah tertidur dengan Diana di pelukannya. Diana bagaikan bayi yang merasa nyaman di pelukan orang terkasihnya.
Sinar matahari menyinari wajah Diana, Diana mengerjapkan matanya. Diana melihat sekeliling "Apa dia yang memindahkan ku? Lalu dimana dia sekarang?"
Diana segera bangun, namun tidak ada siapa pun di ruangan tersebut. "Apa di kamar mandi?" Diana segera menuju kamar mandi.
"Tidak ada?"
Diana keluar dari kamar, dilihatnya Bi Wida sedang membersihkan rumah.
"Bi, dimana Tuan Clovis?"
"Tuan sudah berangkat Non tadi pagi sekali"
"Sudah berangkat?"
"Betul Non, katanya Anda sedang tidur pulas. Tuan tidak berani membangunkan Anda"
Diana menarik nafas panjang kemudian kembali ke dalam kamar. Dilihatnya ponsel miliknya, tidak ada pesan dari Clovis sama sekali.
Diana segera menghubungi Rara dan Via "Kalian berangkat jam berapa?"
__ADS_1
Via : Satu jam lagi Di, lo mau Kita jemput atau bawa mobil sendiri? Awas jangan bawa mobil sport lagi. Hahaha.
Rara : Mendingan Lo Kita jemput deh Di, lo pasti masih sangat lelah karena perjalanan bulan madu lo 😄.
Diana : Oke gue tunggu ya, Gue mau mandi dulu ya.
Diana segera membersihkan dirinya. Mereka mempunyai janji untuk bertemu dosen pembimbing hari ini. Diana belum sempat bercerita kepada Clovis karena Clovis yang dinilai tidak punya waktu untuk Diana.
Setelah selesai, Diana pergi untuk sarapan.
"Maaf Non, Anda mau pergi kemana?"
"Ke kampus Bi, Aku ada janji dengan dosen pembimbing ku hari ini"
Bi Wida nampak ragu, Clovis tidak mengatakan apapun masalah Diana hari ini.
"Emm anu Non, apa Anda sudah memberitahukan Tuan?"
"Baik Non" Bi Wida meninggalkan Diana setelah melihat Diana sedang menikmati sarapannya.
Tak lama kemudian ponsel Diana berdering, dilihatnya Nama Rara di layar ponsel.
"Kenapa? Masuk aja"
"Gue nggak bisa masuk Di, rumah Tuan Clovis dijaga ketat"
"What? Oke tunggu, Gue kesana sekarang"
Diana memasukkan ponselnya ke dalam tas kemudian menghampiri Bi Wida.
__ADS_1
"Bi, Aku berangkat sekarang ya"
"Baik Non" Bi Wida mengantar Diana. Para penjaga menatap Bi Wida namun Bi Wida menganggukkan kepalanya.
"Mau Kami antar Nona?"
"Tidak pak, Aku akan pergi bersama teman-teman ku" Diana melihat sorot mata tajam dari Mereka. "Tuan Clovis sudah mengijinkan ku"
"Baik Nona" Mereka menundukkan kepalanya dan membuka pintu gerbang.
Setelah keluar, Diana merasa sangat lega kemudian berlari menghampiri Rara dan Via.
"Sebenernya ada apa sih Di?"
"Lo kaya tawanan tau? Apa semua orang kaya seperti itu memperlakukan istrinya?"
"Apaan sih lo, Daddy gue nggak kaya gitu tau" Diana meraih ponselnya.
"Lalu?"
"Sudahlah ayo jalan"
Rara pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...Bagaimana yaa kalo Tuan Clovis tau??? 😨😨...
...Ayoo jangan lupa tinggalkan jejak ❤ kalian zheyeeeenk...