Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 9


__ADS_3

“Huh jadi hanya segini kecerdasan yang dimiliki mahasiswi terbaik


universitas KLM”


Diana berfikir sejenak kemudian badannya semakin kaku dan tangannya


mulai berkeringat. “Maaf Tuan, maksud Saya. Saya kemari untuk memberikan hasil


desain yang Anda minta”


Diana menjelaskan desainnya secara detail, dia merasa sedang


mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan seribu orang pintar. Diana


benar-benar gemetar, lidahnya terasa kaku dalam menjelaskan. Ketika sedang


menjelaskan, dia merasa Clovis sedang memperhatikannya. Namun Diana tidak


berani memastikannya, matanya tidak akan mampu membalas tatapan Clovis. Diana


terbiasa menjadi pusat perhatian dari para pria yang haus akan kesenangan, namun


kali ini dia merasa berbeda.


“….Jadi seperti itu tuan detail dari cincin yang kami desain”


“Hanya seperti itu?”


Diana menjadi tambah gugup. “Iya Tuan, barangkali Anda bermaksud untuk


menambahkan detail atau mungkin kurang setuju dengan desain yang kami buat,


Kami akan…”


“Kirimkan ke bagian pemcetakan”


“Ba…Baik Tuan. Saya akan segera mengirimkannya” Diana terlihat bahagia


dan mebagikan senyumannya kepada Clovis. Namun tatapan Clovis sangat tajam


sehingga senyuman yang mengembang di bibir Diana kini memudar.


“Sa…Saya permisi Tuan” Diana meninggalkan ruangan tersebut. Dia merasa


lega dan terlihat sangat bahagia.


“Bagaimana Diana?” Cindy membuyarkan lamunannya.


“Dia menyukainya Kak” Diana menhampiri Cindy.

__ADS_1


“Syukurlah, Aku ikut senang ya. Sekarang cepat Kamu antar ke bagian


pencetakan”


“Iya Kak, Aku akan mengantarkannya” Diana meningglkan lantai tersebut


dan menaiki lift menuju bagian pencetakan.


Jam kerja sudah berakhir, ponsel Diana tiba-tiba berdering menandakan


pesan masuk.


“Aku akan menjemputmu dalam waktu sepuluh menit lagi”


Diana membelalakkan matanya, dia benar-benar lupa sudah memiliki janji


bersama Keno hari ini.


“Aku titip mobilku ya, hari ini Aku diantar Keno”


“Mulai deh ini princess, baiklah jangan pulang malam-malam ya princess”


Via memeluk tubuh Diana dan berpamitan.


“Keno siapa?” Rara mengerutkan dahinya.


“Kau lupa? Dia pengusaha yang baru pulang dari London. Katanya


“Wah Kamu beneran akan berkencan dengannya?”


“Kita lihat saja, seberapa lama Princess Diana akan bertahan dengan


Prince Keno” mereka tertawa bersama.


“Sudahlah kalian pulang duluan, Keno sebentar lagi akan sampai disini”


“Ih pelit banget nih, Kita juga kan pengen liat cowok ganteng secara


langsung. Hitung-hitung cuci mata” Rara memanyunkan bibirnya.


“Sudahlah, jomblo lebih baik pulang” Via mengajak Rara memasuki mobil


milik Diana.


“Sudah sepuluh menit dan belum tiba” Diana melihat jam tangannya.


Ponselnya kembali berdering “Jalanan macet, bisa Kamu datang ke Café RR?”


“Baiklah, Aku akan kesana” dengan cepat Diana membalas pesan Keno.

__ADS_1


Diana memberhentikan sebuah taxi dan pergi menuju café RR.


Saat memasuki café RR, tidak membutuhkan waktu lama bagi Diana untuk


menemukan sosok Keno. Pria yang bertubuh tinggi, kulit bersih dan juga sangat


tampan. Keno terlihat melampaikan tangannya, Diana tersenyum dan


menghampirinya.


“Maafkan Aku karena tidak menjemputmu”


“Tidak apa-apa Keno”


“Jadi di perusahaan QJ Kamu magang?”


“Iya”


“Kamu mau makan apa?” Keno memberikan buku menu yang ia dapatkan dari


pelayan kepada Diana.


“Kamu sudah memesan?” Diana melihat beberapa menu yang tertulis di


buku tersebut.


“Belum, Ladies First” Diana tersenyum mendengar ucapan Keno.


Mereka sudah memesan beberapa makana.  Keno dan Diana sudah saling kenal sejak duduk


di bangku SD. Dulu mereka bertetangga, namun Diana terpaksa meninggalkan London


saat bisnis Ayahnya berpindak ke negara Jerman.


“Kenapa Kamu bisa ada di Indonesia?” Diana bertanya dengan sesekali


menyeruput minuman miliknya.


“Apa lagi? Aku mencarimu Diana”


Diana membelalakkan matanya “Hahaha kenapa Kamu selalu melakukan hal


lucu seperti ini Keno”


“Aku mencarimu ke Jerman namun Kamu tidak ada disana, makanya Aku


mencarimu kemari” Diana menghentikan tawanya.


“Aku serius Keno”

__ADS_1


“Aku juga serius Diana”


__ADS_2