
Diana memutuskan untuk pulang bersama Clovis. “Sayang, ko Kamu tau sih
Aku ada di restoran itu?”
“Kemanapun Kamu pergi, Aku pasti tau Honey” Clovis menggenggam tangan
Diana.
“Terus Aku nggak tau kemana aja Kamu pergi gitu?”
“Memang Aku akan pergi kemana?”
“Iya siapa tau aja Kamu pergi menemui seseorang”
“Cemburu? Aku suka loh”
“Ih apaan sih” pipi Diana seketika memerah.
“Oh ya, Aku mau tanya. Tapi janji jangan marah”
“Aku nggak bisa janji, kenapa?”
“Kamu tadi mendengar siapa kalau Vina ke kantor?”
“Loh? Penasaran?”
“Bukan gitu, Aku merasa ada orang yang bekerja untuknya. Mungkin saja
dia berniat untuk membuatmu curiga seperti itu”
“Ih GR deh Kamu Mas, buktinya dia memang datang kan? Itu bukan gosip,
mungkin aja Nona Vina memang sudah berada di kantor sejak siang”
Pikiran Clovis mulai menelaah, sepertinya yang dikatakan Diana memang
benar. Bisa saja Vina sendiri yang mengawasi Diana.
Esok hari seperti biasa Diana berangkat bersama Clovis. “Istirahat
nanti Aku ingin bersama Via dan Rara. Jadi nanti saja pulangnya Kita bertemu ya”
“Oke hati-hati ya”
Clovis merasa ada orang yang memperhatikan mereka, namun setelah dilihat
__ADS_1
tidak ada seorangpun yang memperhatikan mereka.
Diana berjalan menuju ruangannya. Clovis seperti biasa menggunakan
lift khusus presdir untuk menuju ruangannya.
Setelah sampai di lantai paling atas, Cindy segera menghampiri Clovis.
“Selamat pagi Tuan. Maaf Saya mendapat laporan bahwa salah satu lift
yang digunakan pegawai mengalami kerusakan dan ada pegawai yang terjebak disana”
“Kalau begitu panggilkan bagian pemeriksaan”
“Tapi Tuan”
“Kenapa?”
“Emm anu Tuan. Saya dengar Nona Diana yang disana dan…”
Clovis memberikan tas yang dipegangnya kepada Cindy kemudian berlari
menuju tangga darurat. Dicarinya letak lift yang bermasalah.
“Diana… Diana, Kamu disana?” Clovis melihat Diana dari arah luar.
yang terhubung dengan lift yang mengalami kerusakan.
“Diana… Diana…”
“I..Iya Mas”
“Kamu tidak apa-apa? Tenang Sayang, tim akan menyelamatkanmu”
“Aku takut Mas, disini gelap. Aku takut gelap Mas”
“Cepat selamatkan dia, kalau sampai terjadi apa-apa dengannya, Aku
tidak akan memberikan maaf pada kalian” Clovis nampak cemas. “Tenang sayang,
sebentar lagi Kamu akan keluar”
Terdengar suara isakan dari dalam lift. “Aku… Aku takut Mas. Tolong
Aku…”
__ADS_1
“Diana… Diana… tananglah Sayang” Clovis menatap layar cctv yang
terhubung dengan dalam lift. Disana terlihat Diana tidak sadarkan diri. Clovis
segera berlari menuju tim.
“Biarkan Aku masuk, Kalian terlalu lama dalam bekerja. Minggir
semuanya”
“Tapi Tuan, Kami sedang mencoba membuka pintunya”
“Minggir…” Clovis naik ke atas lift, dia menghampiri tim yang sedang
membuka pintu darurat. Setelah nampak sedikit celah, Clovis menjatuhkan
tubuhnya untuk masuk ke dalam lift.
Tubuhnya kesulitan namun Clovis
memaksanya untuk masuk. “Diana… Sayang, Kamu tidak apa-apa?”
Clovis meraih ponsel dari dalam tas Diana bermaksud untuk mencari
penerangan. Dia melihat pesan masuk “Ini baru permulaan Diana”
“Siapa dia?”
Pintu darurat terbuka, Clovis mengangkat tubuh Diana dan membawanya ke
rumah sakit. “Tenang Sayang, Kamu akan baik-baik saja”
Tio yang mengemudi mobil nampak panik, “Gue dengar Diana phobia dengan
gelap”
“Apa? Jadi ini benar-benar sudah direncanakan? Gue yakin ada dalang di
balik semua kejadian ini. Lo selidiki nomor ini” Clovis memberikan nomor yang
menghubungi Diana.
__ADS_1
*****
Hayoo siapa???