Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 42


__ADS_3

"Vi, Kita harus gimana?"


"Terlambat Ra"


"Tapi, sepertinya Kita harus menyelidiki kebenarannya. Kalau benar dia mempunyai anak dari Tuan Clovis, kenapa dia baru muncul?"


"Kamu benar Vi, Kita akan menyelidikinya terlebih dahulu. Sebelum Diana tau"


Di belahan dunia yang lain, Diana dan Clovis lagi-lagi melakukan ritualnya. Diana benar-benar dibuatnya lelah. "Sudah Hon, Aku capek"


"Sekali lagi Hon..." Clovis merengek bagaikan anak kecil yang meminta jatah mainan kepada ibunya.


Diana pun akhirnya menuruti keinginan Clovis.


Sore hari Diana sudah selesai dengan acara mandinya, kali ini dia memilih mandi disaat Clovis masih terlelap dengan tidurnya.


"Bangun Hon, Kita harus pulang"


"Semalam lagi deh Hon" Clovis masih enggan membuka matanya.


"Besok Kita kerja, Aku tidak mau benar-benar telat ke kantor. Hanya satu minggu lagi Aku magang disana"


"Baiklah baiklah, tunggu Aku" Clovis mencium kening Diana dan pergi ke kamar mandi. Clovis kembali membuka pintu kamar mandi. "Hei, Kamu sudah mandi?" Diana hanya menganggukkan kepalanya. "Curang"


"Bukan curang, tapi smart." Diana pun tertawa terbahak-bahak saat Clovis kambali dalam keadaan manyun.


Diana kembali meraih ponselnya, tidak ada kabar sama sekali dari sahabatnya, "Apa mereka marah karena Aku tidak ada di apartemen?"


Diana memutuskan untuk melakukan video call dengan Via, ponsel cukup lama berdering namun tidak ada jawaban sama sekali.


Diana kembali menghubungi Rara, ponselpun berdering cukup lama. Namun kali ini Rara mengangkat panggilannya.


"Diana...." Terdengar suara Via dan Rara memenuhi speaker telepon milik Diana.

__ADS_1


"Hei, lo berdua dimana?"


"Kita lagi hangout."


"Bagus ya nggak ajak gue"


"Hello, lo yang nggak ajak Kita" Via dan Rara tertawa terbahak-bahak.


"Eh Di, apaan itu di samping lo? Celana dalamnya nya Tuan Clovis ya?" Via memasang wajah kaget.


Diana membelalakkan matanya kemudian mencari sekitar dirinya, namun tidak ditemukan apapun. Via dan Rara kembali tertawa, "Hahaha lo nyampe segitunya, takut ya harta karun lo keliatan orang"


"Gila lo pada..." wajah Diana seketika memerah.


"Hahaha lo langsung panik Di, jangan bilang lo baru beres ***-***"


"Gue... Gue baru beres mandi"


"Terus Tuan Clovis dimana?"


"Berarti bener Vi..." Mereka kembali tertawa terbahak-bahak.


"Lo dimana? Gue bentar lagi pulang, gue susul kalian."


"No, kita... Kita bentar lagi pulang kom Iya kan Vi?"


"Bener Di, Kita mau pulang. Nyokap gue udah nelpon nyuruh pulang."


"Tapi ini masih sore"


"Udah Di, lo istirahat aja dulu. Siapa tau saat ini ada dedek bayi di perut lo" Via dan Rara kembali tertawa.


"Punya sahabat gaada yang bener." Diana mendumel.

__ADS_1


"btw selamat ya Di, akhirnya lo berhasil menaklukan Tuan Clovis. Katanya dia enggak suka sama perempuan"


"Nggak suka gimana, hobby dia. Sehari bisa lima kali"


Via dan Rara membelalakkan matanya "berarti lo udah lima kali Di?"


"Kurang lebih" mereka bertiga tertawa bersama.


"Gimana-gimana Di rasanya?"


"Periihh tau" Via dan Rara terlihat ngilu.


"Beneran Di? Lo berdarah kaya yang orang-orang bilang?"


"Nggak Ra, Tuan Clovis lembut banget memperlakukan gue. Bukan nafsu, tapi cinta. Ya walaupun ujung-ujungnya pake nafsu juga"


"Lo bilang perih Di?"


"Perihnya bikin nagih" Diana tertawa.


"Gila lo Di, doyan juga ya lo"


"Gue pengen merrit dong" Via merengek.


"Beneran, lo buktiin nih perkataan gue nanti. Awalnya aja ogah-ogahan, udah sekali coba ketagihan lo"


"Udah deh Di jangan hasut Kita, Kita masih anak remaja yang belum mengerti cinta"


Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.


Ceklek, pintu kamar mandi terbuka. Diana menutup layar ponsel. Dia tidak ingin Via dan Rara melihat tubuh sexy suaminya.


"Di, kenapa gelap Di?"

__ADS_1


"Siapa?" Clovis menghampiri Diana.


"Pakai bajumu Hon" Via dan Rara yang mendengar percakapan tersebut membelalakkan matanya dan menutup mulutnya.


__ADS_2