Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 40


__ADS_3

Clovis tertawa terbahak melihat Diana. Clovis menghampiri Diana dan membuka selimutnya. "Apa Kamu sering bermimpi seperti itu denganku?"


"No... Jangan dekat denganku" Diana kembali bersembunyi di balik selimut.


"Lalu apa yang Kamu lakukan?" Clovis terus menggoda Diana.


"Aku... Sudahlah lupakan"


"Tapi Aku ingat terus, lanjutkan saja" Clovis menahan tawanya.


"Tuan Cloviiissss... Berhenti menertawaiku"


"Aku tidak tertawa"


"Aku tau Kamu menahan tawamu"


"Mana?"


Diana membuka selimutnya dan mendapati wajah Clovis tepat di depannya. Pandangan mereka seketika saling terkunci. Clovis mendekatkan wajahnya dan ******* bibir Diana sekilas. Diana membelalakkan matanya.


"Kenapa tidak tutup mata?" Clovis kembali mengerjai Diana.


"A...Apa ish"


"Tadi di restoran Kamu menutup matamu, kenapa disini tidak?" Clovis menahan tawanya.


"Aku mau pulang, kenapa Kamu membawaku kesini?" Diana nampak kesal.


Clovis menggenggam tangan Diana dan memeluknya dari belakang. "Maafkan Aku. Jangan marah ya"


"Kamu ngeselin Mas"


"Iya Aku minta maaf. Aku memang bukan laki-laki romantis, tapi Aku tidak ingin membuatmu marah. Maafkan Aku" Clovis mengendus-endus tengkuk Diana.

__ADS_1


Diana merasa kegelian, dia merasa tersengat oleh Clovis hingga seluruh tubuhnya membeku.


"Mas..."


"Boleh?"


Diana menganggukkan kepalanya, Clovis membalikkan tubuh Diana dan mencium bibir Diana. Clovis terus ******* hingga mereka hampir kehabisan nafas. Clovis dan Diana tertawa bersama, mengingat mereka sama-sama tidak ahli dalam berciuman.


"Kita akan belajar bersama" Clovis kembali ******* bibir Diana kali ini tangannya menyusuri tubuh Diana. Dilihat tidak ada respon penolakan dari Diana, Clovis melanjutkan aksinya dengan kegiatan yang lebih intim.


Baju mulai berserakan di samping tempat tidur dan terdengar suara lenguhan hingga berkali-kali. Malam itu mereka habiskan dengan kegiatan barunya. Bahkan hingga waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, suara itu masih terdengar. (Jangan tanya nyampe jam berapa 😜)


......................


Pagi hari Diana membuka matanya, badannya terasa sangat nyeri. Tenggorokannya sangat kering. Diana mencoba meraih segelas air putih di samping tempat tidur. Namun seluruh badannya terasa nyeri dan sulit untuk digerakkan.


Clovis yang menyadari Diana telah bangun, Clovis memeluk Diana dari belakang. "Aku haus Mas"


"Hmm"


"Kenapa?"


"Badanku sakit semua"


"Tunggu dulu, biar Aku ambilkan"


Clovis bangun mencari pakaian yang semalam ia lempar, "Badan Kamu nggak sakit Mas?"


"Nggak, seger malahan hehe"


"Ish curang banget. Kenapa badanku sakit semua"


"Itu karena belum terbiasa, Kita bisa mulai biasakan setiap malam" Clovis berbisik tepat di telinga Diana. Seketika Diana mendorong tubuh Clovis.

__ADS_1


"Ternyata Kamu bukan cuma nyebelin, tapi mesum"


Clovis tertawa melihat wajah Diana yang memerah. "Tapi kan cuma sama Kamu" Clovis mencium kening Diana.


Clovis menelpon bagian resepsionis untuk mengantarkan sarapan, "Mau makan dulu atau mandi dulu?"


"Mandi Mas"


"Oke"


Clovis mengangkat tubuh Diana. "Mas turunin"


"Badanmu sakit, jadi biarkan Aku membantumu" Diana menutupi tubuhnya dengan selimut. "Kenapa?"


"Malu"


"Semalam Aku melihat semuanya, bahkan Aku menandainya"


Diana memukuli dada bidang Clovis, "Dasar Tuan mesum"


Satu jam kemudian mereka baru keluar dari kamar mandi, Clovis bersikeras untuk mandi bersama Diana. Diana menolak namun akhirnya pasrah juga saat Clovis berhasil melancarkan aksinya.


"Untung hari ini libur kerja"


"Kenapa?"


"Aku pasti akan kesiangan dan ditegur lagi oleh Tuan menyebalkan"


"Berangkat denganku saja, bilang saja Kita baru saja bekerja lembur"


Diana menatap tajam Clovis, namun Clovis hanya tertawa.


......................

__ADS_1


Author : Wah wah wah, akhirnya masalah terpecahkan. Selamat menempuh hidup baru Diana dan Mas Cuplis, eh Clovis 🤣🤣🤣


__ADS_2