Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 27


__ADS_3

Diana keluar dari kamar mandi, dia berada di tempat ganti pakaian. Dicarinya pakaian miliknya namun tidak ada satupun "Kemana semua pakaian ku? Aku membawa beberapa pakaian tidur tapi kenapa semua tidak ada?" Diana kembali mengobrak abrik pakaian namun tetap tidak ada.


"Lalu pakaian apa ini? Lingerie? Siapa yang menyimpan ini disini?" Dilihatnya pakaian itu, tidak ada pakaian lain selain tumpukan lingerie. Diana membuka pintu sedikit, kepalanya celingukan, dicarinya Clovis di atas kasur. Namun dia tidak ada disana.


"Sepertinya dia sudah pergi ke kamar sebelah" Diana memilih lingerie berwarna merah.


"Hah kenapa aneh sekali. Aku ngga biasa pakai baju seperti ini" Diana menatap cermin di hadapannya. Badannya nampak bercahaya dengan pakaian seperti ini. "Tidak buruk, pakaian ini pas dengan ukuran badanku. Sepertinya ini perbuatan Mommy" Dengan percaya diri Diana berjalan keluar dari kamar ganti. Diana berjalan menuju kasur dan merebahkan badannya, "Senang sekali bisa bebas seperti ini, pesta tadi membuatku sangat lelah" Diana mengedarkan pandangannya, tiba-tiba "Aaaaarrrggghhhh... Kenapa Anda disini?" Diana mencari selimut untuk menutupi tubuhnya, namun sialnya selimut itu kini berada di tubuh Clovis.


Clovis hanya membelalakkan matanya, melihat Diana berbaju merah yang berada di antara kelopak bunga berwarna putih. "Ta...Tadi Aku berpapasan dengan Tuan Alexander makanya Aku kembali ke kamar"


"Tutup mata Anda Tuan, kemarikan selimut itu"


Clovis menutup matanya dengan tangan kanannya "Bagaimana Aku mengembalikan selimut ini kalau Aku menutup mataku?"


"Lempar..."


"Selimut ini sangat besar" Clovis melempar selimut namun hanya jatuh di depannya.


Dengan perlahan Diana mendekati Clovis, kaki Clovis tanpa sengaja menginjak selimut itu. Refleks saja Clovis hendak mengambilnya, namun tangannya jatuh tepat di atas punggung Diana.


"Aaaarrrgghhh kenapa Anda menyentuhku?"

__ADS_1


"Aku tidak sengaja" Clovis membuka matanya. Matanya kini membelalak saat melihat Diana sedang menundukkan badannya di hadapannya.


"Tutup mata Anda Tuan" Diana meletakkan tangannya pada Clovis. Diana buru-buru menutup badannya dengan selimut kemudian pergi meninggalkan Clovis yang berada di sofa.


"Dasar Tuan mesum. Kenapa tangannya begitu tepat di punggungku?"


"Aku mendengarmu"


"Saya sudah tidur" Diana memejamkan matanya.


Clovis memutuskan untuk tidur di sofa. Wajah Clovis benar-benar terasa panas, Clovis mencoba untuk menutup matanya namun begitu sulit. Dia terus berguling ke kiri dan ke kanan. Dilihatnya Diana yang sudah mulai tenang bersama mimpinya.


"Aku lapar" Diana hendak menelpon untuk meminta sarapan, namun dilihatnya makanan di atas meja. "Siapa yang pesan ini? Apa ini makanan Tuan Clovis? Tapi Aku lapar, lebih baik Aku makan saja. Biarkan dia nanti mencari makan sendiri" Dengan lahap Diana menghabiskan makanan tersebut.


Ceklek... "Kamu menghabiskan semua makanan ini?"


"Saya lapar Tuan"


"Tuan Tuan... Kau pikir Aku setua itu?"


"Maaf Tuan... Maksud Saya...?"

__ADS_1


"Panggil Aku suami mu. Walaupun hanya seratus hari"


Deg... Jantung Diana berdetak kencang. Rasanya begitu sakit setiap kali Clovis mengatakan itu.


"Lebih baik tetap seperti ini, Saya tidak akan terbiasa"


"Terserah Kamu" Clovis meninggalkan Diana sendirian dan pergi entah kemana.


Via dan Rara yang melihat Clovis keluar kemudian mengetuk pintu kamar Diana. Diana segera menghapus air matanya dan membuka pintu.


"Dianaaaa....." Via dan Rara berhamburan memeluk Diana.


"Loh, lo nangis Di?"


"Kenapa Di?" Diana menggelengkan kepalanya.


"Apa sisa semalam?" Via dan Rara tertawa. "Coba lihat kamar lo Di, bagus banget"


"Tadi Kita sarapan bersama orangtua lo. Dia bilang kalo Tuan Clovis yang merencanakan kamar pengantin kalian. Romantis banget kan dia?"


"Tuan Clovis? Jadi... Awas Kamu Tuan Cloviiiiissssss"

__ADS_1


__ADS_2