Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 47


__ADS_3

"Kayanya ada yang ngikutin Kita deh" Rara melihat spion.


"Bener Ra, aduh gimana nih. Jangan-jangan mereka mau culik Kita" Via nampak panik.


"Tenang Vi, Kita harus pastiin dulu siapa yang ikutin Kita" Rara membelokkan mobilnya ke salah satu restoran.


"Apa mungkin itu Nona Vina?"


"Ah mungkin bener Di, Kita apain dia ya?"


"Pastiin dulu Ra, gue takut kalo Nona Vina beneran bakal nyakitin Diana"


"Dia punya bayi Vi, mana berani dia bertindak kriminal"


Mereka turun dari mobil, terlihat orang yang mengikuti mereka ikut turun dari mobil dan mengikuti Diana, Via dan Rara.


"Cewek dua orang. Kayanya cuma mata-mata deh"


"Lah mungkin dia fans Kita" Via tertawa diikuti oleh Rara dan Diana.


Mereka melanjutkan kegiatan ngobrol diikuti makan. Diana menceritakan semua pengalamannya selama bersama Clovis.


"Waaaa gue pengen nikah Di..." Via berteriak histeris, beberapa pelanggan melihat ke arah mereka. Rara dan Diana hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda meminta maaf.


Setelah berbincang lebih dari dua jam, Diana mendengar ponselnya berdering. "Tuan Clovis" itu yang tertera pada layar ponselnya.


"Halo..."


"Kamu dimana? Aku merindukanmu"


Via dan Rara yang menguping menutup mulutnya. "Ap...Apaan sih Mas, baru juga..." Diana melihat jam tangan yang ada di tangannya.


"Dua jam"


"Iya... Itu lama banget Sayang. Aku susul Kamu ya, Kamu sebutin posisi Kamu saat ini"

__ADS_1


"Honey, tunggu dulu. Aku akan pulang sekarang ko, maksudku Rara akan mengantarku pulang"


"Aku sudah berada di luar"


"What? Bagaimana mungkin?"


"Bagaiaman apanya?"


"Ta...Tapi... Masuk aja deh Mas"


"Dengan senang hati"


Via dan Rara terlihat panik "Bagaimana mungkin Tuan Clovis akan datang kemari?"


"Aduh Di, gue takut. Lo pulang duluan aja deh ya"


"Ssstt, orangnya dateng" Diana melambaikan tangan kepada Clovis. Dengan wajah dinginnya Clovis segera menghampiri Diana, dia merasa kesal karena menunggu Diana di dalam mobil sejak dua jam yang lalu namun yang ditunggu tak kunjung datang.


"Aduuh Di..." Via dan Rara menjadi salah tingkah. Bagaimana mungkin mereka akan duduk bersama presdir dari perusahaan Queens Jewellery yang disegani oleh seluruh pegawai bahkan oleh seluruh koleganya. Bukan tanpa alasan tapi karena sikapnya yang terkenal dingin dan membuat orang menjadi segan.


"Hmm Sayang, ini Via dan ini Rara. Mereka..."


"Bukankah Kamu pernah mengenalkan mereka padaku?"


"Oh, oke"


"Aku lapar Honey, Kamu tidak memesankan makanan untukku?"


"Oh baiklah, Aku akan pesan. Kamu tunggu ya" Diana segera berdiri dan bergabung bersama beberapa orang yang sedang antri.


Clovis menatap Via dan Rara dengan pertanyaan, Via dan Rara hanya menundukkan kepalanya.


"Apa kalian bisa dipercaya?"


"Bisa..." Via segera menutup mulutnya, bagaimana mungkin mulutnya itu menjawab dengan cukup keras.

__ADS_1


"Kalian sudah mengetahui dua orang itu mengikuti kalian. Jadi Aku ingin menggantikan posisi mereka dengan kalian"


"Makdus Anda Tuan?"


"Vina orang yang nekad, Aku tidak bisa mengawasi Diana selama dua puluh empat jam. Aku sudah menyewakan bodyguard untuk Diana, namun Aku lebih percaya kepada kalian"


"Jadi maksud Anda, Kamu akan menjadi bodyguard bagi Diana?"


"Iya"


"Tapi Kami tidak bisa bela diri"


"Paling tidak kalian bisa mengaktifkan gps handphone kalian saat bersama Diana dan mengaktifkan panggilan darurat. Biarkan Aku memantau Diana melalui kalian. Apa kalian bisa?"


"Tunggu dulu Tuan. Apa maksud Anda, Anda menyadap ponsel Kami?"


"Ambil ini" Clovis memberikan dua buah handphone yang telah disetting. "Tenang saja, Aku akan membiayai seluruh kebutuhan kalian"


"Benarkah?" Rara menyenggol lengan Via.


"Baik Tuan, demi keselamatan Diana, Kami siap"


Clovis menganggukkan kepalanya lalu pergi ke arah Diana. "Honey, duduklah. Biar Aku yang antri"


"Tapi..."


"Kamu ingin Aku menggendongmu?" Diana membelalakkan matanya lalu segera bergeser.


"Baiklah, Aku tunggu disana"


Diana menghampiri Via dan Rara. "Sedang membicarakan apa kalian?"


"Oh tidak... Tuan Clovis benar-benar romantis. Aku tidak menyangka kalau dia sangat mencintaimu Diana"


Wajah Diana seketika memerah, "Eh kemana orang yang mengikuti Kita tadi?"

__ADS_1


"Oh itu? Rupanya Kita telah salah sangka, mereka bukan mengikuti Kita. Mereka pegawai kantor yang makan di tempat ini" Via dan Rra tertawa bersama diikuti oleh tawa Diana.


__ADS_2