Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 51


__ADS_3

"Aku heran kenapa rumahmu bisa gelap seperti itu?" Sean datang memeriksa keadaan Diana.


"Sepertinya penjahat itu sudah berani datang kemari. Tapi bagaimana mungkin dia bisa lolos dari para penjaga?"


"Coba Kamu ingat, mungkin tadi ada orang yang datang kemari tanpa curiga?"


"Orang kemari? Sahabat Diana? Mungkin mereka?"


"Bisa jadi"


"Tapi untuk apa? Kalau benar mereka, Aku tidak akan memberinya ampun"


Diana membuka matanya, dia kembali menangis.


"Tenanglah Honey, semua akan baik-baik saja"


Diana tidak menjawab, hanya tangis yang keluar dari mulutnya.


"Aku takut... Aku takut gelap"


"Tenanglah... Aku minta maaf karena kelalaian ku"


"Sewaktu kecil, Aku pernah menjadi korban sandera. Aku berada di dalam ruangan yang sangat gelap. Aku mendengar beberapa orang menjerit karena siksaan. Tempatnya sangat gelap, dingin dan lembab. Banyak anak yang disandera disana, Aku hanya mengenal Keno waktu itu."

__ADS_1


"Keno?" Clovis menggenggam tangan Diana.


"Iya, dia menjadi korban waktu itu. Aku beruntung ada dia disana, dia terus menenangkanku. Hingga datang Daddy dan beberapa petugas menyelamatkan Kami. Sejak saat itu, Aku sangat takut dengan gelap. Aku selalu mendengar jeritan itu ketika gelap"


"Tenanglah Honey, Kamu tidak akan mengalami hal mengerikan seperti itu lagi" Clovis memeluk tubuh Diana.


"Lo harus segera selesaikan masalah ini bro, atau istri lo akan terus dihantui dengan ketakutan. Gue pamit ya, selamat beristirahat Nona Diana"


Diana hanya menganggukkan kepalanya "Oke, thaks ya bro"


"Katakan sayang, siapa saja yang mengetahui kejadian itu?"


"Keno, Mommy, Daddy, Via, Rara, Kamu dan dokter Sean. Aku tidak pernah menceritakannya kepada siapapun, Aku terlalu takut untuk menceritakannya"


"Mereka? Mereka sahabatku, bagaimana mungkin mereka tega?"


"Tenanglah, ini hanya dugaan saja Sayang"


Diana terlihat panik, bagaimana mungkin sahabat-sahabatnya melakukan hal seperti itu.


Hari penutupan mahasiswa magang pun tiba, Diana meminta merahasiakan pernikahannya. Dia tidak ingin pihak kampus memberikan prasangka yang kurang baik kepadanya.


"Terimakasih Tuan telah menerima Mahasiswa Kami untuk belajar bagaimana bekerja di lapangan, dan Kami mohon maaf apabila Mahasiswa Kami berbuat kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja" Clovis hanya menganggukkan kepalanya. Tio yang lebih banyak merespon dari setiap ucapan dari dosen pembimbing Diana, Via, Rara dan Tomi.

__ADS_1


Tomi perwakilan dari Mahasiswa magang mengucapkan terimakasih kepada pihak kantor maupun pihak kampus. "Ada cindera mata dari Kami sebagai Mahasiswa pertama yang diperkenankan untuk menuntut ilmu di perusahaan QJ ini" Tomi memberikan kado itu kepada Diana. Diana terlihat bingung "Berikan kepada Tuan Clovis" Tomi berbisik.


Dengan ragu Diana berdiri, Tio menyenggol lengan Clovis untuk ikut berdiri. Clovis berdiri tepat di samping Diana. Rara menyiapkan kamera untuk mengabadikan moment tersebut. Diana memberikan kado kepada Clovis, kemudian mereka berjabat tangan. Disela suara tepuk tangan, Clovis berbisik "Seharusnya Kamu yang dibungkus di dalam kado ini" Clovis menahan tawanya. Diana membelalakkan matanya "Apaan sih Mas" pipi Diana seketika memerah.


Acara selesai, Via, Rara dan Tomi mengajak Diana untuk merayakannya. Namun Clovis menahannya. "Tinggallah disini"


Diana tidak bisa menolak permintaan Clovis, dia takut sesuatu terjadi kembali padanya.


"Sorry ya, Aku belum bisa ikut kalian. Tapi Aku janji, next time Aku pasti ikut"


"Yaah Di, padahal Si Tomi mau traktir" Tomi membelalakkan matanya.


"Apaan, nggak Di nggak. Jangan percaya"


"Dasar pelit" Via dan Diana tertawa, Rara menginjak kaki Tomi.


Dari kejauhan Clovis memperhatikan Diana. Namun pandangannya tiba-tiba terfokus pada seseorang yang terlihat misterius tengah mendengarkan percakapan Diana, Via, Rara dan Tomi.


Clovis berlari ke arah Diana kemudian menghampiri orang itu, namun orang tersebut berhasil melarikan diri.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Tidak... Kenapa?" Diana terlihat bingung.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskannya..." Ponsel Clovis berdering. Clovis mengangkat panggilan tersebut. "Sudah tertangkap Bos" Clovis tersenyum puas kemudian mengajak Diana untuk segera pulang.


__ADS_2