Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 30


__ADS_3

"Di, lo nggak apa-apa?"


"Kamu telat Di, apa Tuan Clovis memberikan hukuman kepadamu?" Shella terlihat ikut panik.


"Aku nggak apa-apa. Tadi hanya dapat teguran dari Tuan Clovis" Diana mendudukkan tubuhnya di atas kursi.


"Oh jadi seperti ini kerjaan kalian? Sudah terlambat malah duduk santai?"


"Maaf Tuan, Kami akan kembali bekerja" Shella dan Via kembali bekerja, Diana duduk saja memejamkan mata sejenak kemudian menatap Clovis dengan tajam. Clovis terus menatapnya hingga Diana mengalah.


"Maaf Tuan, Saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi"


"Anda harus ingat satu hal, sikap Anda menentukan nasib teman-teman Anda. Anda tidak mau kan kalau Saya melaporkan kepada rektor atas keterlambatan mahasiswa terbaiknya?"


Diana membelalakkan matanya, bagaimana mungkin Clovis setega itu. Namun dia kembali mengingat bahwa Clovis adalah presdir di perusahaa QJ yang sangat disiplin.


"Maaf Tuan, Saya janji akan memperbaiki sikap Saya. Maafkan Saya"


"Saya akan mencatat nama Anda. DIANA" Clovis pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Di, sabar ya. Besok-besok gue pasti bakalan mampir buat jemput lo"


"Nggak apa-apa Vi, mobil Gue belum diambil. Jadi Gue kebingungan mencari kendaraan"


"Emang mobil Kamu lagi di bengkel Di?" Shella mendengar pembicaraan Via dan Diana.


"Oh nggak Kak, masih di apartemen"


"Emang Kamu berangkat dari mana tadi?"


Diana dan Via saling pandang, mereka bingung harus berkata apa. "Oh, itu... Kemarin orangtua ku kemari Kak, jadi Aku berangkat dari rumah mereka. Iya, rumah mereka"


"Oh pantesan..."


Diana mengusap dadanya, Via pun terlihat tenang saat Diana bisa mengatasi masalahnya.


***


Jam istirahat sudah tiba, Rara dan Tomi menghampiri Via dan Diana.

__ADS_1


"Lo tadi terlambat Di? Gue denger Tuan Clovis memberi peringatan kepada kalian yang terlambat" Rara terlihat panik.


"Iya, tadi Gue liat Tuan Clovis memarahi Diana di ruangan. Bahkan mengancam akan melaporkan ke rektor"


"Apa? Ini kan kesalahan dia?"


"Loh kesalahan Tuan Clovis? Kenapa memangnya?" Tomi terlihat bingung.


"Emm itu, maksud Gue..."


"Biasanya Tuan Clovis nggak pernah diam di lobby buat mencyduk karyawan yang terlambat" Via dengan gugup menjelaskan.


"Betul juga, atau jangan-jangan dia tau kalo Lo bakalan terlambat Di?"


"Tau dari mana? Lo pikir Diana laporan kepada Tuan Clovis kalau dia bakalan terlambat?" Rara memarahi Tomi.


"Iya mungkin aja kan dia punya mata-mata"


"Ngayal lo"


***


"Udah Di, gue anter yu" Tomi menghampiri Diana.


"Nggak nggak, lo duluan aja Tom"


"Iya lo duluan aja deh Tom, gue pulang bareng Diana." Via melambaikan tangannya dan menyuruh Tomi untuk pulang.


"Baiklah, Gue duluan ya. Bye" Tomi meninggalkan area lobby.


"Lo kenapa Di?" Via mendekati Diana.


"Lo liat mobil berwarna jingga itu?"


"Mobil mana?" Via dan Rara mencari. Tiba-tiba matanya membelalak. "Wah keren banget. Mobil siapa itu? Gila ya karyawan kantor bawa mobil gitu ke sini" Rara menatap takjub.


"Itu... Gue yang bawa" Via dan Rara menatap Diana.


"Lo bawa mobil itu? Mobil siapa itu Di? Keren banget. Gue pengen nyoba naik mobil gitu dong Di" Rara menggenggam tangan Diana.

__ADS_1


"Pasti itu mobil Tuan Clovis, baik banget sih Tuan Clovis" Diana dan Rara menutup mulut Via.


"Jaga ucapan lo Vi, gimana kalo orang-orang dengar"


Diana, Via dan Rara menaiki mobil sport tersebut setelah dirasa sudah aman dari pandangan orang-orang. Diana memasang kunci dan sabuk pengaman. Namun tiba-tiba "Tiiiiiiittttttttt" Diana terkejut dan melihat ke arah belakang. Dilihatnya Clovis dengan mobilnya. "Maaf Tuan, Saya pinjam dulu ya mobilnya" Diana berteriak dan segera melajukan mobilnya. Via dan Rara hanya tertawa melihat Diana yang seperti membawa kabur mobil orang.


"Lo nekad juga ya Di"


"Terpaksa, gue cari taxi tapi nggak ada yang mau bawa gue"


Diana mengantarkan Via dan Rara ke rumahnya masing-masing. "Besok bawa mobil ini lagi ya Di, enak banget" Via dan Rara tertawa.


"Cari mati lo"


Diana kembali menuju kediaman Clovis, dilihatnya parkiran yang masih kosong. "Belum pulang? Bukankah tadi dia di belakangku?" Diana memasuki rumah, nampak Bi Wida sedang menyiapkan makanan.


"Sudah pulang Non"


"Sudah Bi, Tuan belum pulang?"


"Belum Non"


Diana memasuki kamar, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur. "Melelahkan. Oh ya kemana perginya Tuan Clovis? Apa dia pergi menemui kekasihnya?" Diana nampak terkejut. "Tidak, tidak. Biarkan dia pergi berkencan. Bukankah dia sudah bilang sejak awal kalau dia mempunyai kekasih. Akulah yang merusak hubungan mereka, bukan perempuan itu"


Tok tok tok. "Non, ditunggu Tuan di depan"


"Baik Bi" Diana bergegas membuka pintu dan mendatangi Clovis. Dilihatnya barang belanjaan yang begitu banyak. Mulai dari kemeja, rok, bahkan sepatu dengan merek ternama.


"Ada apa Tuan?"


"Bawa barang ini ke kamarmu"


"Maksud Anda Tuan?"


"Tinggalkan pakaian itu" Clovis menunjuk pakaian yang digunakan Diana. "Mulai besok, gunakan pakaian yang Aku belikan" Clovis meninggalkan Diana, Diana menatap pakaian-pakaian yang dirasa begitu longgar di tubuhnya. "Kenapa Aku harus memakai pakaian longgar ini?"


***


Jengjengjeng... Aku Up lagi... spesial buat kalian yang nunggu taun baru. Jangan lupa like dan komen ya (Vote juga) 😄🤭

__ADS_1


Happy New Years semuanya 🥳🥳🥳🥳


__ADS_2