
Esok hari Diana ke kantor seperti biasa. Diana pergi menuju kantor bersama Clovis, namun tetap tanpa sepengetahuan pegawai lain selain para penjaga.
"Nanti jam pulang ke ruanganku ya"
"Iya Mas. Tapi..."
"Jangan terlalu banyak pikiran, apa yang kemarin belum cukup membuktikan?" Clovis meraih tengkuk Diana.
"Cukup, cukup ko Sayang. Kita sudah sampai di kantor. Aku masuk duluan ya" Diana hendak meninggalkan Clovis, namun lagi-lagi Clovis menahannya.
"Aku akan sangat merindukanmu"
"Ya ampun bayi besarku. Kita hanya berbeda ruangan saja"
"Berarti nanti Kamu akan menemuiku kan Honey"
"Loh kenapa?"
"Apa butuh alasan seorang istri menemui suaminya?" Clovis memasang wajah kesal. Namun kali ini berbeda, Diana tidak merasa takut. Dia malah gemas melihat wajah Clovis seperti itu.
"Kenapa wajahmu begitu sih Mas? Baru kali ini loh Aku lihat orang kesal tapi menggemaskan" Diana mencubit kedua pipi Clovis.
"Apa? Berani ya Kamu sekarang" Clovis membombardir Diana dengan kecupan di seluruh wajahnya.
"Ampun... Ampun Tuan, Aku takut sekarang" Diana tertawa begitupun Clovis.
"Pokonya jam istirahat Aku tunggu Kamu di ruanganku atau Aku yang akan menemuimu."
"No... Baiklah, Aku akan menemuimu Sayang" Cup. Diana mencium pipi Clovis dan pergi meninggalkannya sebelum Clovis benar-benar mengajaknya pulang.
__ADS_1
Clovis tersenyum melihat Diana yang begitu ceria "Aku berjanji akan selalu membahagiakan mu Diana"
Clovis turun dari mobilnya, beberapa pegawai memberikan hormat padanya, terdengar beberapa pegawai berbisik. Clovis mengabaikannya, hal biasa mereka membicarakannya.
"Selamat... Selamat pagi Tuan"
Clovis hanya menganggukkan kepalanya, Clovis memutuskan untuk berkeliling kantor terlebih dahulu sebelum menuju ruangannya. Tujuannya tak lain untuk melihat keadaan Diana.
Beberapa pegawai terlihat membelalakkan matanya, namun kembali membungkukkan badannya. Tidak ada yang menatap Clovis saat ini.
Terakhir Clovis memasuki ruang bagian desain. Clovis menghampiri beberapa meja, lagi-lagi mereka nampak terkejut namun kembali foku pada pekerjaan mereka.
Tiing... Ponsel Diana berdering menandakan pesan masuk.
"Gila lo Di, gue tau lo udah ***-*** sama Tuan Clovis. Tapi jangan ngasih tanda kaya gitu dong. Bikin iri aja"
Diana membelalakkan matanya, mengingat kejadian semalam. Dia tidak memberikan tanda apapun pada tubuh Clovis. Malah Clovis lah yang memberikan begitu banyak tanda merah pada tubuhnya.
"Bermain ponsel saat bekerja?" Glek, tubuh Diana membeku. Diana sangat mengenali suara tersebut, dengan perlahan Diana mengangkat kepalanya. Diana membelalakkan matanya, ada noda lipstik di pipi Clovis.
"Oh no..." Diana memberikan isyarat kepada Clovis untuk pergi dari ruangan itu, namun Clovis hanya mengerutkan dahinya.
Tanpa pikir panjang Diana berdiri dan berjalan melewati Clovis, refleks saja Clovis mengikuti Diana. Diana pergi menaiki lift, bermaksud pergi ke ruangan Clovis.
"Mau kemana?" Clovis menahan pintu lift dan mengikuti Diana.
"Sayaaaaang..." Diana mengambil ponsel dan membuka bagian kamera. Diarahkan kamera itu pada pipi Clovis.
"Liat ini?"
__ADS_1
Clovis membelalakkan matanya kemudian tertawa "Siapa yang melakukan ini?"
"Ih Kamu, kenapa tadi main langsung keluar aja? Aku kira Kamu tidak akan berkeliling kantor"
Pintu lift terbuka, Clovis berjalan duluan dan diikuti oleh Diana yang menundukkan kepalanya.
"Selamat pagi Tuan" Cindy membelalakkan matanya.
"Maaf Tuan, anu..."
"Ke ruanganku setengah jam lagi"
Cindy hanya menganggukkan kepalanya. Diana tidak berani menatap Cindy.
"Sini Aku hapus"
"Kenapa?" Clovis malah menjauh.
"Ada lipstiknya Honey. Semua orang pasti bingung melihatmu seperti ini"
"Tapi Aku bangga, Aku mendapatkan kecupan selamat pagi dari istriku" Diana hanya geleng-geleng kepala.
"Kalau begitu Aku tidak mau melakukannya lagi"
"What? No honey... Oke oke aku hapus ya Sayang" Clovis menggosok-gosokkan pipinya hingga warna merah itu menyebar ke seluruh pipinya.
"Sini Mas, Aku bantu" Diana mengambil tissue basah da mengelapnya. Jarak mereka kini sangat dekat, Clovis merangkul pinggang rampingnya Diana dan mencium bibir Diana.
"Mas, ini kantor" Diana mendorong tubuh Clovis.
__ADS_1
"Ini ruanganku, Aku sudah meminta ijin kepada Cindy setengah jam. Jadi Kita masih ada waktu" Clovis kembali mencium bibir Diana, kali ini bukan ciuman biasa, Clovis menggigit kecil bibir Diana. Namun tiba-tiba pintu diketuk. Diana mendorong tubuh Clovis.
"Apa Aku mengganggu kalian?" Tio mengintip dari balik pintu.