Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 31


__ADS_3

Pagi hari Diana memilih beberapa pakaian. Diana merasa tidak cocok dengan pakaian-pakaian itu. Akhirnya dia memutuskan memakai pakaian berwarna peach dan rok selutut berwarna hitam. "Tidak buruk, badanku cocok dengan pakaian apapun" Diana memutarkan tubuhnya. Diana segera berlari ke dapur untuk sarapan. Diana meminum segelas susu dan membawa sandwich di tangannya.


"Makanlah dengan benar" Clovis menghentikan gerakan Diana.


"Via akan menjemputku, Saya tidak ingin terlambat atau nasib teman-teman Saya menjadi terancam"


"Kita akan berangkat bersama supaya Kamu tidak terlambat"


"Tapi... Bagaimana kalau orang-orang kantor tau?"


"Mereka sudah tau kalau Kamu istri simpanan Om Om dan suamimu tidak bertanggung jawab sehingga Kamu datang terlambat"


Blush... Pipi Diana serasa memanas, "Maafkan Saya Tuan. Tapi Saya tidak menyebutkan nama Anda"


"Tapi Saya tau"


"Tapi tidak dengan yang lain"


"Ikut Aku, atau Kamu akan terlambat"


Diana menatap jam dan segera berlari mengikuti Clovis. Diana duduk di samping Clovis, dia segera mengecek ponsel ketika terdapat panggilan masuk.


"Hallo Vi"


"Lo dimana Di? Gue udah muter-muter tapi nggak nemu lo"


"Emm anu Vi, kalian langsung ke kantor aja. Gue..."

__ADS_1


"Lo sakit gara-gara dihukum Tuan Clovis Di?" Suara cempreng Via menusuk pendengaran Diana. Diana segera menatap Clovis, dia khawatir kalau Clovis mendengarnya. Namun Clovis masih tetap fokus dengan penglihatannya.


"Pelan-pelan Vi, rusak gendang telinga Gue. Udahlah nanti gue jelasin sama kalian. Bye" Diana segera menutup panggilan, dia khawatir Via akan berbicara yang tidak-tidak.


Diana menundukkan kepalanya, "Jadi seperti itu Kamu mengadukan Saya kepada sahabatmu?"


"Apa? Mak...Maksudku tidak seperti itu Tuan"


Mereka sampai di lobby kantor, Clovis memarkirkan mobilnya di tempat khusus.


"Terimakasih Tuan..." Diana hendak turun dari mobil.


"Saya bukan supir pribadimu" Clovis menyodorkan tangannya, dengan ragu Diana meraih dan menciumnya. "Pulangnya Aku tunggu Kamu disini" Diana hanya menganggukkan kepalanya.


Diana berlari menuju pintu utama, "Aduh kenapa Aku deg-degan seperti ini. Tenanglah wahai hati, dia bukan milikmu. Dia mempunyai kekasih"


"Syukurlah lo udah nyampe. Lo dateng sama siapa?"


"Emm itu, sama..."


"Selamat pagi Tuan" beberapa karyawan terlihat membungkukkan badannya.


Diana, Via dan Rara refleks membalikkan badan dan ikut membungkukkan badannya. Terlihat Tio di belakang Clovis yang melihat Diana dengan heran. Clovis dan Tio pergi memasuki lift khusus presdir. "Tadi Diana kan? kenapa dia membungkuk seperti itu? Sudahlah, biarkan dia seperti itu. Itu akan lebih baik"


"Cewek cantik dianggurin"


Clovis menajamkan pandangannya "Awas lo berani bilang dia cantik"

__ADS_1


"Widih, yaudah cewek jelek"


"Dia nggak jelek"


"Terserah lo deh" Tio mengalah. Clovis dan Tio sampai di lantai paling atas. Cindy segera membungkukkan badannya dan bergegas membawa dua cangkir kopi serta berkas yang harus ditandatangani oleh Clovis.


"Permisi Tuan" Cindy memberikan cangkir kopi dan beberapa berkas.


"Bacakan jadwalku hari ini"


"Baik Tuan, hari ini ada rapat penting dengan beberapa anak cabang dimulai pukul satu siang dan Saya mendapat telpon dari Nona Vina, beliau ingin bertemu dengan Anda"


"Datanglah setelah rapat selesai"


"Baik Tuan" Cindy meninggalkan ruangan Clovis.


"Lo masih berhubungan sama Vina?"


"Menurut lo? Setelah apa yang dia lakukan ke gue, apa gue mau?"


"Pasti nggak lah, makanya dia menyebut lo cowok suka sesama jenis"


"Mendingan sekarang lo urus berkas anak-anak magang itu"


"Siap Tuan" Tio meninggalkan ruangan Clovis dengan membawa beberapa berkas.


Clovis terlihat memijat bagian keningnya, "Bagaimana mungkin dia kembali. Berani sekali"

__ADS_1


__ADS_2