Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 68 Tertangkap


__ADS_3

Clovis mengeratkan giginya, dia sangat geram mendengar kata-kata Riko mengenai Diana. Clovis tau betul apa yang dikatakan Riko tentang Diana itu tidak ada benarnya. Sebelum Clovis memutuskan untuk menikah dengan Diana, Clovis sudah mencari seluk beluk tentang Diana.


Bahkan Clovis ingat betul saat mereka melakukan ritual di malam pertama.


Diana memang dikenal sebagai perempuan yang sering bergonta ganti pasangan, namun Clovis juga tau kalau Diana bukan perempuan yang bisa disentuh begitu saja. Tidak ada satupun pria yang berhadil menyentuhnya selain dirinya, itupun setelah proses yang cukup panjang.


"Tuan muda Clovis mendapatkan istri bekas banyak pria? Hahaha, seperti tidak ada perempuan lain saja. Mau aku catikan perempuan yang lebih liar dari Diana?" Riko tertawa sinis.


"Jaga bicara mu Tuan Riko, aku tau siapa kamu. Jadi karena sakit hati, kamu sampai mengancam keselamatan Diana? Kamu bahkan mencuri desain milik Diana dan menuduhnya memplagiat milik perusahaan mu?" Clovis mengepalkan kedua tangannya.


"Diana pantas mendapatkan itu, perempuan j*l*ng sepertinya pantas mendapatkan penghinaan seperti itu. Gue hanya memberikan sedikit peringatan, dan lihat? Sekali mendayung, dua pulau terlamapui. Sakit hati gue terbalaskan, begitupun sakit hati dari Kakak gue tercinta." Riko meraih pundak Rachel, Rachel memasang wajah sinisnya.


"Hahaha pantas saja perusahaan mu selalu terbelakang. Cara mu kotor, seperti bukan pria saja. Dan kamu, tidak pantas mendapat perempuan sebaik Diana. Terima kasih sudah menjaga Diana untuk ku." Clovis tertawa.


Riko yang mendapatkan perilaku seperti itu tidak terima, dia meraih kerah baju Clovis dan hendak memukul wajah Clovis. Namun tangannya tertahan.


Pria berbadan besar yang sebelumnya menahan tubuh Clovis kini mencengkeram tangan Riko yang hendak memukul wajah Clovis.


Clovis tertawa semakin kencang, "Hahahaha... Dasar bod*h, lo pikir lo pemenangnya? Kita lihat, siapa pemenang sebenarnya."


Beberapa anak buah Clovis membuat benteng pertahanan di sekitar Clovis, bahkan anak buah Rachel pun berada di pihak Clovis.


Tio meraih benda di dalam saku celananya, sebuah rekaman yang sudah dia rekam sejak awal.


"Sudah cukup barang bukti, terima kasih karena sudah mau bekerja sama." Tio mencium beda tersebut dan memasukkannya kembali.


"Apa? Apa-apaan ini? Berani-beraninya kalian berkhianat seperti ini?" Rachel berteriak.


"Kenapa tidak berani? Dari pada berteriak-teriak seperti itu, lebih baik hirup udara kebebasan ini sebanyak mungkin. Karena sebentar lagi, kalian tidak akan dapat menghirup udara bebas seperti ini lagi." Clovis membalikkan badannya, dan mobil polisi mulai memasuki area tersebut.


"Riko... Bagaimana ini?" Rachel tampak panik.


Begitupun Riko, dia tampak kebingungan.


Berbeda dengan paman mereka, dia berlari mengejar Clovis dan memohon ampunan kepadanya.

__ADS_1


Beberapa hari lalu, Clovis menemui seseorang yang merupakan orang suruhan Rachel. Clovis mengiming-imingi sejumlah uang hingga akhirnya dia mau angkat bicara.


Dia memberitahukan Clovis kalau Rachel meminta anak buah Clovis untuk berada di pihaknya.


Clovis pun mendapatkan banyak informasi dari orang tersebut. Clovis yang mendengar itu tidak hanya diam. Clovis mengumpulkan anak buahnya dan hendak memberikan hukuman kepada mereka.


Clovis datang ke markas mereka dan mengguyur tubuh mereka dengan bensin, tentu saja mereka tampak panik. Mereka tidak bisa berbuat apapun karena anak buah yang berpihak kepada Clovis jauh lebih banyak.


"Jadi kalian berniat untuk mengkhianati ku?" Clovis duduk di atas kursi kejayaannya.


"Ampun Tuan Muda, kami tidak mungkin berani mengkhianati Tuan Muda." Mereka bersujud di hadapan Clovis.


"Ciiihhh, kalian bahkan membebaskan tahanan kita. Apa menurut kalian itu bukan pengkhianatan?" Clovis membentak mereka.


Mereka tampak semakin panik saat mengetahui Clovis telah mengetahui konspirasinya. "Ampuni kami Tuan Muda, kami tidak akan mengulanginya lagi. Ampuni kami Tuan Muda."


"Hahaha ampuni? Apa untungnya bagiku mengampuni kalian? Aku bahkan bisa mencari pengganti kalian seratus kali lipat." Clovis tertawa sarkas.


"Ka...Kami akan melakukan apapun untuk Tuan Muda." Mereka tampak sangat ketakutan.


"Rencana?"


"Aku akan mengawasi kalian, tapi jangan sampai Rachel tau kalau aku sudah mengetahui rencana kalian. Atau aku tidak akan segan untuk membakar rumah kalian, bukan hanya kalian yang hancur. Tapi juga keluarga kalian." Ancaman Clovis mampu membuat mereka ketakutan.


Sebelumnya Clovis menemui mereka di sebuah desa terpencil. Mereka tidak mempunyai pekerjaan sehingga sangat kesulitan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka. Clovis memutuskan untuk membangunkan rumah di desa tersebut dan membuka peluang ekonomi bagi penduduk perempuan, sedangkan untuk penduduk laki-lakinya, Clovis mengajarkan bela diri kepada mereka.


Mungkin karena sebelumnya mereka kesulitan dari segi ekonomi, ketika Rachel mengiming-imingi sejumlah uang, mereka langsung menyetujuinya.


Tentu saja walaupun pekerjaan mereka adalah bodyguard, hati mereka tetap berwarna merah muda jika menyangkut keluarga.


"Ba...Baik Tuan, kami akan mengikuti semua perintah Tuan Muda"


"Bagus..." Clovis menyeringai, wajah liciknya kini muncul di wajah tampannya.


Mulai saat itu, Clovis memantau segala aktivitas mereka. Clovis secara pribadi mengawasi mereka, oleh karena itu dia sering keluar pagi sekali dan pulang larut malam. Bahkan pernah tidak pulang sama sekali.

__ADS_1


Clovis tampak terkejut saat Rachel berencana untuk menculik Diana dan memberikan hukuman yang sangat berat. Rachel meminta seseorang untuk memasukkan Diana kedalam daftar penjualan perempuan secara online.


Akhirnya Clovis memutuskan untuk menangkap basah Rachel, namun Tio sempat ragu. Tio takut anak buah Clovis kembali mengkhianati Clovis dan justru membuat jebakan bersama Rachel.


Namun Clovis yang memantaunya secara pribadi itu tampak sangat yakin.


Selain karena isu mengenai plagiatisme, foto Diana mulai bertebaran di situs porn*. Itulah sebabnya Clovis menonaktifkan ponsel Diana.


Clovis tidak ingin Diana terluka, Clovis berencana untuk membersihkan nama Diana sebelum Diana mengetahui semuanya.


Clovis kini berada di kepolisian, Clovis akan menyelesaikan kasus plagiatisme itu sendiri. Clovis ingin memastikannya sendiri kalau Diana tidak bersalah di mata siapapun, termasuk di mata hukum.


"Bukti yang dikirim sudah sangat jelas, kami akan mengkonfirmasi paling lambat satu kali dua puluh empat jam." Dari pihak kepolisian mengkonfirmasi.


"Apa? Satu kali dua puluh empat jam? Aku bahkan bisa memberikan bukti ini kurang dari dua puluh empat jam. Kenapa hanya untuk memberikan klarifikasi kalau Diana tidak bersalah membutuhkan waktu selama itu? Memang apa yang kalian kerjakan selama itu?" Clovis tampak sangat marah.


"Ba...Baik Tuan, kami akan segera memprosesnya."


"Aku akan menunggu di sini sebelum surat klarifikasi itu keluar." Clovis duduk di salah satu kursi yang tersedia di ruangan itu bersama Tio dan pengacara pribadinya yang diketahui bernama Leon tersebut.


"Tuan, Saya akan menunggunya. Tuan bisa beristirahat..."


Clovis menghentikan pembicaraan Leon, "Apa? Beristirahat? Ini mengenai pencemaran nama baik istri ku, dan kamu bilang aku harus istirahat?"


"Ma...Maaf Tuan." Leon tidak berani berkata apapun lagi, begitu pun dengan Tio. Tio paham betul kalau saat ini atasan sekaligus sahabatnya itu tengah dibuat bucin oleh istrinya.


"Makanya, aku tidak mau melibatkan perempuan dalam hidupku." Batin Tio bergumam.


...****************...


Huft...


Jangan lupa dukung karya ku dong Kak, tinggal klik like dan komentar 🥰🥰


Sepertinya tugas ku bertambah, akan kubuat Tio bucin 😂😂

__ADS_1


__ADS_2