Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 38


__ADS_3

Vina keluar dari ruangan Clovis dengan begitu marah. Diana hanya menundukkan kepalanya dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


"Diana? Kamu menangis? Kenapa?"


"Jadi karena ini Anda meminta Saya kemari Tuan? Untuk memanasi mantan kekasih Anda?"


"No Diana, tidak seperti itu. Aku bahkan tidak tau kalau Vina akan datang kemari"


"Dia datang tepat sesaat setelah Aku datang, Aku tidak menyangka Kamu sejahat ini? Kamu memintaku kemari hanya untuk dipermalukan ku seperti ini? Ya Aku memang hanya mahasiswa magang, mana pantas Aku menjadi istri dari seorang Clovis Bramantio" Tangis Diana seketika memecah, wajahnya terlihat merah antara marah, kesal dan kecewa.


Clovis segera menghampiri Diana dan menariknya ke dalam pelukannya. "Jahat Kamu Mas, kenapa Kamu mempermalukan Aku di depan kekasihmu?"


"Maafkan Aku Diana, Aku benar-benar minta maaf. Aku salah."


Diana terus menangis dan menangis. Clovis menuntun Diana untuk duduk di atas sofa. "Tenangkan dirimu, berikan kesempatan untukku bicara" Clovis memberikan secangkir teh panas kepada Diana. Diana meminum teh pemberian Clovis.


"Kamu sudah tenang? Boleh Aku bicara?" Diana hanya menganggukkan kepalanya.


"Diana, Aku benar-benar tidak tau kalau Vina akan datang kemari. Aku sudah menjelaskan kepadamu kalau Kami tidak ada hubungan apapun sejak setahun lalu. Aku benar-benar minta maaf karena telah menyakitimu. Tapi Aku mohon percayalah dengan apa yang Aku ucapkan. Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Vina dan Aku tidak ingin menyakitimu"


"Apa karena Kamu sudah janji kepada orangtua ku untuk menjagaku?"

__ADS_1


"Karena Aku mulai mencintaimu" Diana menatap Clovis, dia mencari kebohongan di mata Clovis, namun tidak ditemukan.


"Kamu pasti bingung, bagaimana Aku bisa mencintaimu secepat ini? Aku tidak akan menikahi sembarang orang, Aku mencari tau semua tentangmu dan Aku sudah mengetahui semuanya."


Diana tiba-tiba menangis kembali "Kamu curang Mas, Kamu curang. Kamu mengenalku tapi Aku sama sekali tidak mengenalmu"


"Maafkan Aku Diana, Aku akan membantumu untuk mulai mencintaiku" Diana memeluk Clovis, air matanya masih tetap mengalir di pipinya.


Diana kini mulai tenang, Clovis mengajak Diana untuk makan malam bersama.


"Kenapa Kita tidak makan di rumah Mas? Kasian kan Bi Wida sudah masak"


"Tidak, Aku sudah menelpon Bibi"


"Untukmu" Clovis mengusap kepala Diana. Diana merasakan sengatan yang luar biasa, pipinya memerah.


Mobil Clovis memasuki area sebuah restoran yang sangat mewah. Mereka disambut hangat oleh beberapa pegawai disana. Clovis menyerahkan kunci mobil kepada dalah satu pegawai.


"Selamat malam Tuan. Kami sudah mempersiapkan semuanya sesuai pesanan Anda" seorang pegawai yang merupakan manager restoran mengajak Clovis dan Diana menuju tempat yang dipesan Clovis.


"Silahkan Tuan, selamat menikmati"

__ADS_1


Diana menatap sekitar, matanya berbinar saat melihat kolam yang dikelilingi oleh lilin dan air yang dipenuhi kelopak bunga mawar berwarna merah. Di ujung kolam terdapat sebuah meja dengan dua buah kursi dan diterangi oleh sebuah lilin di atas meja.


"Mas, Kamu menyiapkan ini semua?"


"Menurutmu?" Clovis menuntun Diana untuk duduk.


"Aku yakin ini adalah ide mu. Jangan bilang Kamu juga mengetahui kalau Aku suka bunga mawah merah?"


"Aku tau" Clovis duduk di kursi depan Diana.


Makanan sudah tersaji di atas meja, "Aku lapar, ayo makan" Diana mengambil beberapa makanan dan menyodorkan kepada Clovis.


"Tukang makan" Clovis tersenyum meengingat Diana yang makan dengan mata tertutup.


"Kenapa senyum-senyum?"


"Kamu beneran nggak tau pas Aku suapin Kamu?"


"Kapan Mas?" Diana mengingat namun nihil. Diana sama sekali tidak mengingatnya.


"Semalam, saat Kamu sedang tidur"

__ADS_1


Diana membelalakkan matanya, dia benar-benar merasa sangat malu.


__ADS_2