Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 55


__ADS_3

Diana, Via dan Rara melanjutkan kegiatannya setelah dirasa tidak ada orang di sekitar mereka.


Via dan Rara terbelalak saat melihat aksi di dalam film. Diana terlihat ngeri, dia membayangkan jika harus melakukan beberapa adegan tersebut.


Setelah hampir satu jam, ponsel Diana berdering menandakan panggilan masuk. Dilihatnya nama Clovis di layar ponsel.


"Tuan Clovis nelpon, matiin dulu Ra"


Diana merapikan rambutnya dan mengangkat video call tersebut. "Honey..."


"Kenapa tidak menelponku?"


"Aku... Aku sedang bersama Via dan Rara"


"Tapi Aku merindukanmu Sayang. Sayang, Kamu baik-baik saja kan?" Clovis nampak berdiri dari posisi duduknya.


"Iya sayang, memangnya kenapa?"


"Wajahmu sangat merah. Aku akan pulang"


"Tidak... Tidak Sayang, Aku baik-baik saja. Mungkin karena Kita baru makan makanan pedas. Iya makanan pedas" Diana menyembunyikan kepanikannya, bagaimana mungkin dia menceritakan sebab wajahnya memerah karena film yang mereka lihat.


"Bi Wida memberikanmu makanan pedas?"


"Tidak, tadi Via membawa makanan itu"


Via membelalakkan matanya, posisinya saat ini benar-benar dalam masalah.


"Jangan terlalu banyak makan pedas Honey, Aku tidak ingin melihatmu kesakitan saat PMS"


"Iya Sayang."


"Jangan kecapean, malam ini Kita akan pergi berbulan madu" Clovis nampak tersenyum, dia sangat menantikan saat itu.


"Iya honey, Kamu juga ya"


Dengan seribu bujukan akhirnya Diana berhasil mengakhiri panggilannya.


"Di, lo mau bulan madu?"


"Tuan Clovis bilang begitu"

__ADS_1


"Kemana kemana?" Via nampak antusias.


"Katanya surprise, nanti gue kabarin deh"


"Nggak nggak, nanti aja lo kabarin kalo lo udah pulang. Tuan Clovis pasti akan sangat marah kalau Kamu menghubungi Kami saat bulan madu"


"Lo pikir bulan madu itu gituan terus gitu? Ngeres lo"


"Oh ya, lo kasih surprise ke Tuan Clovis Di. Lo praktekan adegan-adegan yang tadi"


"Iya bener Di, lo coba gaya yg ketiga tadi"


"Nggak, kayanya lebih asik yang kedua" Via dan Rara terus berdebat. Diana hanya menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin dia mempunyai keberanian untuk melakukan adegan-adegan tersebut.


Hari sudah sore, Via dan Rara pamit untuk pulang setelah mereka tertidur bertiga di atas sofa.


"Hati-hati ya Di berangkatnya. Jangan lupa gaya ketiga" Rara tertawa.


"Kedua Di"


Mereka bertiga tertawa bersama dan diakhiri dengan berpelukan. "Sampai jumpa minggu depan di kampus"


Diana memasuki rumah, dilihatnya Bi Wida sedang membereskan beberapa makanan.


"Bi, maaf ya Aku ngerepotin"


"Iya Non nggak apa-apa"


Diana kembali ke kamar dan mempacking beberapa pakaian miliknya juga pakaian milik Clovis.


Pintu kamar terbuka, Diana membalikkan badannya dan dilihat Clovis menghampirinya.


"Sudah pulang?" Diana memeluk tubuh Clovis.


"Aku benar-benar tidak betah jauh darimu Sayang"


"Duh kaya ABG yang lagi jatuh cinta aja" Diana tertawa.


"Aku memang lagi jatuh cinta pada istri cantikku" pipi Diana seketika memerah.


"Aku mandi dulu ya, Tio sudah memesankan jemputan yang akan menjemput Kita. Aku berencana untuk berlibur di dalam negeri dulu karena Aku hanya bisa meninggalkan pekerjaanku dalam satu minggu"

__ADS_1


Tiba-tiba mata Diana berbinar, "Ajak Aku berkeliling di dalam negeri Honey. Sejak Aku kemari, Aku tidak pernah keluar Kota ini. Di media sosial banyak sekali tempat yang bisa Kita kunjungi"


"Baiklah, Kamu tulis semua tempat itu. Kita akan mendatangi semuanya" Clovis mencium kening Diana.


"Terimakasih Sayaaaang" Diana melompat kegirangan. Diana memang tidak mengenal banyak tempat mengingat dirinya saat itu bersembunyi dari pantauan orangtuanya.


Diana menscroll instagram miliknya, dilihatnya beberapa tempat yang ingin sekali dia kunjungi. Diana tersenyum membayangkan berpose seperti selebgram yang ada di tempat tersebut.


"Bagaimana?"


Diana terkejut dan hampir menjatuhkan ponselnya. "Kamu... Kamu sudah mandi?"


"Sudah, memangnya tidak tercium bau harum apa? Kamu masih mencari tempat?"


Diana tersenyum, tidak terasa sudah tiga puluh menit dia mengscroll peed instagram miliknya.


"Aku ingin kesini, kesini, kesini juga Sayang. Atau yang ini" Diana menunjuk beberapa gambar.


"Baik, Kita akan mengunjungi semuanya"


"Memang tempatnya berdekatan ya Honey?"


"Aku tidak tau, Aku juga baru pertama kali melakukan perjalanan sepetti ini"


"Bohong, Vina pasti sering mengajakmu jalan-jalan?"


"Dia lebih suka berkumpul bersama temannya, atau paling tidak mengajak ke Mall untuk berburu barang baru. Aku tidak begitu suka, makanya dia berselingkuh dariku"


"Benarkah? Aku baru tau ceritanya seperti itu. Sepertinya tidak ada orang yang mengetahui pasti kronologinya seperti itu"


"Jadi Kamu sering menguntit ceritaku?"


"Emm... Tidak, bukan gitu"


Clovis tersenyum dan menghampiri Diana "Yang jelas, Kamu orang pertama yang tau kalau Aku bukan penyuka sesama jenis seperti yang orang-orang katakan"


Blush... Pipi Diana memerah "Jadi Kamu tau cerita itu?"


"Tentu, tapi itu berdampak baik untukku. Tidak ada yang berani mendekatiku"


"Untunglah Aku mendapatkan barang ori" Diana tertawa dan Clovis mengacak rambut Diana "Dasar...."

__ADS_1


__ADS_2