Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 33


__ADS_3

Diana memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya, dia memesan taxi online dan pergi tanpa sepengetahuan Clovis. Sepanjang jalan Diana berfikir apakah Clovis benar-benar berniat kembali kepada kekasihnya itu? Mengingat ucapan Clovis yang mengatakan kalau dia mempunyai kekasih di luar negeri.


"Baiklah, Aku akan mengakhiri ini semua dengan cepat. Aku tidak ingin menjadi penghalang bagi mereka. Sebelum rasa ini benar-benar tumbuh" Diana memejamkan matanya hingga taxi berhenti tepat di depan gedung yang ditujunya.


"Terimakasih Pak" Diana memberikan uang kepada sopir tersebut dan pergi menuju apartemen miliknya.


"Kenapa Aku harus bertahan dengan semua ini? Kenapa Aku tidak bisa menolak Tuan Clovis padahal Aku menolak perjodohan yang direncanakan oleh Mommy dan Daddy?" Diana menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. "Lelah sekali dengan kehidupanku akhir-akhir ini"


Diana memejamkan matanya hingga dirinya benar-benar berada di alam mimpi.


Clovis tiba di rumah pada pukul delapan malam, dilihatnya makanan di atas meja yang masih utuh.


"Bi, apa Diana tidak makan?"


"Non Diana? Dia belum pulang Tuan"


"Belum pulang? Kemana dia pergi?" Clovis mengambil ponselnya dan melakukan panggilan. Hingga panggilan ke delapan namun tak juga mendapat jawaban.

__ADS_1


"Bi, tolong bungkuskan makanan ini" Clovis bergegas menuju kamarnya. Dia mengganti pakaiannya dan kembali menuju dapur. Setelah mengambil beberapa makanan diapun pergi menggunakan mobil. Clovis tau kemana dia harus mencari Diana.


Sesampainya di lobby apartemen, Clovis bergegas menaiki lift dan kemudian menuju apartemen yang dituju. Clovis mempunyai card cadangan yang diberikan oleh kedua orangtua Diana sehingga dengan mudah dia memasuki ruangan tersebut. Clovis melihat high heels yang berserakan dan tas di atas sofa.


"Syukurlah dia ada disini" Clovis berjalan menuju kamar Diana, dilihatnya perempuan cantik tengah lelap tertidur. Clovis menuju dapur, dia menyajikan seluruh makanan yang dibawanya. Clovis membawa makanan dalam piring ke kamar.


"Di... Diana?"


"Hmm..." Diana enggan membuka matanya, dia masih terlelap tidur.


"Makanlah, Aku bawakan makanan ini" Diana masih terlelap. Diana mempunyai kebiasaan sulit dibangunkan saat tidur. Clovis meninggalkan Diana dan pergi ke kamar mandi, dia membersihkan badannya disana. Setelah tiga puluh menit mandi, Clovis keluar dan melihat Diana yang masih tertidur dengan makanan disampingnya.


"Kenapa belum dimakan?" Clovis mengambil makanan tersebut. "Buka mulutmu" Diana membuka mulutnya kemudian Clovis menyuapinya, Diana makan sambil tertidur. Clovis hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Diana. Clovis terus menyuapi Diana hingga makanan yang ada di dalam piring tidak bersisa.


"Minumlah" Clovis membantu Diana untuk duduk. Tubuhnya menahan tubuh Diana supaya tidak terjatuh. Setelah minum, Diana menjatuhkan tubuhnya kembali di atas kasur.


"Dasar bocah, Kamu menghabiskan makanan tanpa membuka matamu" Clovis menyandarkan tubuhnya di pinggir kasur.

__ADS_1


"Apa Kamu mempunyai kebiasaan seperti ini?" Diana menganggukkan kepalanya.


"Sebetulnya Kamu bangun atau tidak hmm? Jangan-jangan Kamu mengerjaiku?" Clovis memeriksa tubuh Diana, namun dia benar-benar tertidur.


"Baiklah karena Kamu beneran tidur, selamat tidur" Clovis menyelimuti tubuh Diana. Namun rasa penasarannya muncul. "Oh ya kenapa Kamu pulang kemari? Bukan ke rumah?"


"Aku benci, tadi Aku melihat kekasih Tuan Clovis. Sepertinya sebentar lagi dia akan benar-benar menceraikanku"


"Lalu apa Kamu ingin bercerai darinya?"


"Tentu saja, Aku merasa hidupku sangat berat sejak Aku menikah dengannya"


Hati Clovis terasa sangat sakit mendengar ucapan Diana. Dia tidak bermaksud menyakiti Diana, tapi Diana benar-benar tersiksa karenanya.


"Baiklah, Kamu istirahat saja dulu" Clovis meninggalkan Diana dan tidur di atas sofa.


......................

__ADS_1


__ADS_2