Presdir I'M In Love

Presdir I'M In Love
Episode 24


__ADS_3

Diana keluar dari kamar mandi, kemudian dia pamit keluar dari ruangan Clovis.


"Di, lo baik-baik aja kan?" Via menghampiri Diana.


"Gue baik-baik aja Vi, tadi Tuan Clovis hanya menanyakan mengenai berkas penilaian Kita"


"Oh syukurlah, Gue kira..." Diana menutup mulut Via.


Pulang dari kantor, Via, Rara dan Diana kembali menuju apartemen Diana.


"Gimana hubungan lo sama Tuan Clovis?"


"Ya begitulah Ra, Gue nggak punya hubungan apa-apa selain antara atasan dan mahasiswa magang"


"Tapi kalian bakalan menikah, masa kalian bakalan kaya gini terus?"


"Gue nggak tau Vi, dan kayanya Kita nggak bakalan publish pernikahan Kita"


"What? Kenapa Di? Ini momen paling berharga dalam hidup seseorang loh. Jangan bilang pernikahan kalian hanya pura-pura. Kaya di film-film"


"Nggak lah, Kita beneran nikah. Tapi..."

__ADS_1


"Kenapa Di? Lo cerita sama Kita" Rara mendesak Diana. Diana pun menceritakan semuanya.


"Apa? Dia kira nikah buat main-main. Mendingan lo nggak nikah lah Di daripada hidup lo dipermainkan sama cowok nggak bertanggung jawab kaya gitu" Via nampak marah.


"Ini salah Gue. Gue yang udah jebak dia dalam masalah ini"


***


Hari berganti hari, kini orangtua Clovis sedang menemui kedua orangtua Diana.


"Kami minta maaf atas kejadian ini, Kami tidak bisa menyalahkan salah satu pihak. Saya harap pernikahan ini tetap menjadi pernikahan yang sakral."


Kedua keluarga tengan makan malam bersama. Sepertinya keluarga Diana dan Keluarga Clovis sangat cocok. Mereka mudah sekali untuk akrab, bahkan seperti tidak ada masalah sama sekali.


"Kami sudah mempersiapkan acara pernikahan bagi mereka. Kami ingin mereka menikah di hotel QJ"


"Mommy, tapi Kita tidak akan mengadakan pesta pernikahan" Clovis nampak keberatan.


"Apa? Kamu jangan mempermalukan Kami Clovis. Pernikahan adalah salah satu impian dari semua wanita. Jangan kecewakan Diana" Seorang perempuan paruh baya yang berpenampilan cantik dan modis itu memukul lengan Clovis.


"Maafkan kelaluan anak Kami Tuan alexander. Kami sudah mempersiapkan semuanya"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tuan Bramantio. Kami memahami bahwa ini membuat anak Kita sedikit terkejut"


Diana mendelikkan matanya saat tanpa disengaja mata Clovis menangkap pandangannya "Daddy bilang sedikit terkejut?" Diana bergumam.


Clovis Bramantio, seorang laki-laki berusia 28 tahun. Anak tunggal dari pemilik perusahaan Queens Jewellery, Tuan Bramantio. Dia mulai meneruskan perusahaan keluarganya karena Sang Ayah yang sudah memutuskan untuk resign dari dunia perbisnisan. Tidak ada kesempatan bagi Clovis untuk menolaknya. Clovis memimpin perusahaan sejak lima tahun yang lalu.


"Semoga acaranya berjalan dengan lancar" Keluarga Alexander dan Keluarga Bramantio kini berpamitan.


"Mommy, bagaimana mungkin kalian merencanakan semuanya tanpa memberitahuku?"


"Ternyata Tuan Bramantio itu adalah senior Daddy mu ketika mereka berkuliah di New York dulu"


"Apa? Apa kalian sengaja menggerebek Kami supaya Kami menikah?"


"Tidak Darl. Daddy tidak ingin anak Daddy menikah dengan sembarang orang. Daddy mencari informasi mengenai Clovis, ternyata dia orang baik-baik dan setelah mendapatkan identitasnya, dia adalah anak dari Bramantio. Sebuah kebetulan yang luar biasa. Sudah lama Kami tidak berjumpa"


"Kalau Daddy tau Clovis orang baik-baik, lalu kenapa Daddy memaksaku untuk menikah dengannya? Kami tidak melakukan apapun malam itu"


"Daddy percaya, tapi percayalah. Clovis yang terbaik untukmu Darl"


Diana mendelikkan matanya, bagaimana mungkin laki-laki baik membuat perjanjian pra nikah.

__ADS_1


__ADS_2