
"Memangnya klien kita kali ini dari mana?’’ Tanya Jihan untuk mencairkan suasana.
“Korea.’’ Jawab Rendy datar.
“Oh korea.’’ Ucap Jihan tanda mengerti.
Beberapa saat kemudian suasana di mobil itu kembali hening. Tidak ada percakapan di antara ketiganya. Mereka hanyut dalam pemikirannya masing-masing.
Tiba-tiba Rendy merasa ada yang mencurigakan dengan mobil di belakang. Ia memperhatikan mobil di belakang berwarna hitam dengan plat B 408M J1 itu terus mengikuti mobil yang mereka tumpangi. Dengan kecekatannya ia menulis plat mobil tersebut dan diam-diam mengambil video untuk berjaga-jaga. Hmmmm. Perasaanku ada sesuatu yang aneh. Gumam Rendy.
Di sisi lain, Jihan juga merasakan kali ini ada yang mengawasinya. Padahal ada Mario sebagai pengawalnya tapi entah mengapa ia merasa hatinya mengatakan bahwa dirinya sedang tidak aman kali ini.
Tiba-tiba mobil yang di curigai Rendy dengan sengajanya menyenggol bagian belakang mobil yang Ia kendarai.
Sontak Rendy, Jihan terkejut. Tapi tidak dengan Mario. Ia malah menyunggingkan senyuman smirknya.
“Sepertinya kita sedang di kejar seseorang. Bisa kamu percepat lajunya?’’ Perintah Rendy kepada Mario.
“Baiklah. Sebaiknya Anda tetap tenang Nona. Ada saya yang menjagamu.’’ Ucap Mario mencoba menenangkan Jihan.
Mendengar perkataan Mario, entah mengapa Rendy tersulut amarah. Ia merasa sesak dadanya saat Mario mencoba menenangkan Jihan.
Mobil di belakang mereka terus menabrak dirinya ke mobil yang Rendy, Jihan dan Mario kendarai.
Hal itu membuat Rendy semakin khawatir karena sepertinya Mario tidak bertindak sebagaimana mestinya.
Saat itu juga ia menaruh curiga terhadap Mario.
“Kalau nggak bisa tambah kenceng sini aku aja yang nyetir.’’ Ucap Rendy kepada Mario.
Seketika Mario sadar jika ia tak menambah kecepatan laju mobilnya Rendy dan Jihan akan menaruh curiga terhadapnya.
Segera Mario menginjak gas nya. Menambahkan giginya. Terlihat dua mobil yang sedang berkejar-kejaran. Hingga Mario tak mengikuti jalur mapsnya. Ia justru mengambil jalur yang berlawanan ke lokasi tujuan.
Melihat itu Rendy terkejut. “Apa yang kamu lakukan? Kenapa malah jadi lawanan arah gini? Ini nggak sesuai dengan arah tujuan kita.’’ Protes Rendy kesal.
“Sepertinya mobil di belakang itu mau bermain-main dengan kita. Kita ladeni dulu mereka sebentar.’’ Ucap Mario yang mencoba mengecoh Rendy. Huft. Kalau saja tidak ada manusia satu ini pasti kerjaku sudah kelar dari tadi. Gumam Mario.
Mario mengarahkan mobilnya ke tempat yang sepi, lalu menghentikan mobilnya. Jihan sangat ketakutan. Tapi ia mencoba menenangkan dirinya karena ada Mario dan Rendy bersamanya saat ini.
Mario keluar dari mobil. Di susul empat orang yang berpakaian seperti seorang preman. Mario memberikan kode kepada empat orang pria itu seakan-akan menyerang Mario. Hingga terjadilah seperti perkelahian. Melihat Mario yang hanya seorang melawan empat orang Rendy bertekad ingin membantu Mario. Ia langsung menyerang salah satu di antara mereka berempat.
__ADS_1
Rendy melontarkan pukulan tangannya yang kekar tepat mengenai perut lawannya hingga terpental menahan sakit yang amat luar biasa.
Tiba-tiba dari belakang Rendy di serang tepat mengenai belakang lehernya hingga menyebabkan Rendy tersungkur.
Salah satu dari mereka melihat peluang untuk menculik Jihan. Di saat Rendy lemah dan Mario masih berpura-pura berkelahi, Jihan di serang oleh salah satu dari mereka. Preman itu memecahkan kaca mobil bagian depan dengan sebuah batu. Dengan cekatannya ia membuka pintu mobil yang terkunci dan menarik Jihan keluar.
Namun Jihan tidak tinggal diam ia melontarkan tendangan mautnya tepat mengenai ************ lawannya. Seketika lawannya terjatuh kesakitan. Melihat itu Mario memberikan kode lawannya untuk membekap Jihan dari belakang. Dengan sekuat tenaga Jihan memberontak namun kekuatannya tak cukup untuk melawan tenaga pria yang membekap dirinya itu.
Andai saat ini ada Claudya pasti ia sudah mengeluarkan jurus bela dirinya bagaimana tidak, ia sudah menyabet sabuk hitam kemampuannya sudah tak di ragukan lagi. Sebenarnya saat hendak berangkat Claudya merengek meminta untuk ikut pergi bersama Jihan. Namun sayangnya Jihan tidak menginzinkan Claudya untuk ikut.
Rendy yang sedikut terhuyung ingin mencoba menyelamatkan Jihan, saat hendak mendekati Jihan, Mario tiba-tiba menghajar Rendy dari arah belakang. Hingga akhirnya Rendy kembali tersungkur.
Setelah Jihan sudah melemah mereka membawa Jihan masuk ke mobil mereka dan membawa Jihan ke sebuah tempat.
Mario berpura-pura menghubungi polisi untuk melaporkan kejadian. Ia dengan sengaja berpura-pura tak bisa berjalan karena cedera setelah berkelahi melawan preman-preman tersebut.
Hingga akhirnya bantuan medis dan polisi pun datang. Mario dan Rendy di bawa ke rumah sakit untuk di tindak lanjuti. Sementara polisi sibuk mencari Jihan. Setelah mendapat pernyataan dari Mario bahwa kejadian itu adalah upaya penculikan dan targetnya Jihan Pratama. Polisi bertindak cepat dengan mengecek cctv di kejadian sekitar,namun sayangnya tidak ada cctv di tempat kejadian.
Memang semuanya sudah di atur secara rapi oleh Mario dan ke empat preman tersebut.
Rendy masih belum sadarkan diri. Ia masih menjalani perawatan.
Sementara di sisi lain, Jihan di bawa ketempat asing jauh dari keramaian orang. Tempat itu berada di tengah-tengah hutan. Saat sampai di lokasi waktu sudah menunjukkan jam 11.00 malam. Jihan masih belum sadarkan diri.
Drrtt
Drrtt
Drrtt
“Ya halo. Bagaimana? Ha ha ha Bagus bagus. Awasi terus dia. Besok aku akan kesana. Pastikan dia dalam keadaan hidup-hidup dan jangan berani-berani untuk menyentuhnya.’’ Ucap Michael Purwadinata. “Baik Bos siap laksanakan.’’ Ucap Gatot. Ketua preman yang di tugaskan oleh Michael untuk menculik Jihan.
Sementara Rendy sudah sadarkan diri di rumah sakit. Perlahan dia membukakan matanya. Bu Laras yang mendapat kabar bahwa putranya dilarikan ke rumah sakit saat itu juga setia menemani Rendy. Pertama kali ia membukakan matanya tampak Bu Laras, ibu Rendy menangisi keadaan Rendy sembari mengusap-usap punggung tangan putranya.
“Ibu.’’ Ucap lirih Rendy dengan menyunggingkan senyuman manisnya. “Rendy. Kamu sudah sadar nak. Kamu pingsan lama banget sayang. Ibu sangat khawatir sama kamu.’’ Ucap Bu Laras.
“Rendy nggak papa kok Bu.’’ Jawab Rendy.
Mengetahui Rendy sudah sadar, segera perawat melakukan tindakan. Leher belakang Rendy terkena benda tumpul yang mengakibatkan Rendy tidak sadarkan diri. Di tambah luka lebam di wajahnya. “Sebaiknya Anda istirahat dulu, minimalisir gerakan. Supaya kondisi Anda lekas membaik. Untuk hasil rongsen nya akan keluar besok.’’ Ucap perawat menerangkan.
“Terimakasih banyak suster.’’ Ucap Bu Laras.
__ADS_1
“Jihan bagaimana Bu?’’ Tanya Rendy.
“Jihan? Jihan siapa? Ibu hanya tahu kalau kamu yang di larikan ke rumah sakit Ren.’’ Ucap Bu Laras terkejut.
“Oh yang benar saja. Di dalam mobil Rendy bersama dua orang teman Rendy Bu. Bagaimana mungkin hanya Rendy yang di bawa ke rumah sakit.’’ Ucap Rendy merasa bersalah.
“Permisi. Bagaimana keadaan saudara Rendy Sudibjo saat ini?’’ Tanya seseorang yang ternyata dari kepolisian.
“Mendingan Pak. Apa yang sedang terjadi Pak?’’ Tanya Rendy.
“Saudari Jihan Pratama telah di culik oleh seklompotan preman. Pihak kami sedang mencari jejak saudari Jihan Pratama.’’ Jawab anggota polisi.
“Apa? Jihan di culik? Motifnya apa pak?’’ Tanya Rendy terkejut.
“Kami sedang mendalami kasus ini. Kami berharap saudara Rendy Sudibjo bisa membantu kami dalam hal memberikan keterangan sejujur-jujurnya.’’ Ucap anggota polisi.
Sejenak Rendy terdiam. Ia berusaha mengingat kejadian-kejadian yang baru saja ia alami.
“Dimana Mario?’’ Tanya Rendy ke semua orang yang ada di ruang rawat inap nya.
“Aku disini.’’ Jawab Mario datar sembari mendekat kea rah Rendy.
“Bagaimana keadaan kamu? Apa kamu juga terluka?’’ Tanya Rendy.
“Ya. Karena aku jago bela diri luka ku tak separah luka mu.’’ Ucap Mario sombong.
“Shhiitt. Yang benar saja. Kemampuan bela dirimu boleh di adu sama kemampuan bela diriku.’’ Balas Rendy yang sedari awal sudah tak senang dengan kehadiran Mario.
“Oke. Siapa takut. Lekas lah pulih ku tunggu kau di lapangan terbuka untuk adu kemampuan.’’ Jawab Mario dengan menyunggingkan senyum smirknya kemudian menuju kea rah pintu keluar dari ruang rawat inap Rendy.
Tiba-tiba Rendy ingat bahwa ia merekam video saat mobilnya di ikuti dari belakang. Dan mencatat nomor plat dari mobil tersebut.
“Ah untung saja. Pak saya ada rekaman tentang mobil yang membuntuti mobil kami sedari mobil kami keluar dari perusahaan. Dimana handphone saya?’’ Tanya Rendy.
“Ibu juga tidak tahu Ren. Saat Ibu datang ke sini Ibu sudah tidak menemukan handphone kamu.’’ Jawab Bu Laras.
“Sial.’’ Umpat Rendy.
“Apa saudara ingat ciri-ciri mobil itu?’’ Tanya anggota polisi.
“Sebentar Pak. Saya juga mencatat nomor plat mobil itu kalau nggak salah plat nya B empat kosong delapan M J satu.’’ Ucap Rendy.
__ADS_1
“Baik terimakasih atas informasinya segera kami akan melacak mobil tersebut. Sebaiknya Anda perbanyak istirahat. Serahkan kepada kami untuk segera menemukan saudara Jihan.’’ Ucap anggota polisi dan segera meninggalkan Rendy.
Jihan dimanapun kamu berada. Aku mohon segera kembali. Gumam Rendy yang merasa bersalah tidak bisa melindungi Jihan.