Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
My First Hug


__ADS_3

"Jihan. Jihan." Ucap Abdi Pratama namun hanya ia yang bisa mendengarnya.


"Dokter bagaimana dengan keadaan suami saya. Tadi jari tangannya bergerak Dok. I see that." Ucap Roshinta dengan keadaan gugup


"Selamat untuk Anda nyonya. Mr Abdi mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Otot-ototnya telah menunjukkan aktifitas gerak. Tapi Anda harus tetap bersabar menunggu sampai Mr. Abdi benar-benar pulih." Ucap Dokter William yang menangani Abdi Pratama.


"Thanks Dok." Ucap Roshinta sembari bersujud syukur.


Ini adalah hadiah terindah yang pernah aku terima. Terimakasih Tuhan. Setidaknya ini adalah awal yang bagus.


Roshinta lalu mengirim pesan kepada Jihan bahwa Papahnya sudah berangsur sedikit demi sedikit membaik. Jari tangannya sudah bisa bergerak. Meski matanya masih terpejam. Namun setidaknya ini menjadi pertanda kemajuan untuk Abdi Pratama.


Pt Pratama Foods Group telah menantikan kehadirannya untuk kembali memimpin.


Jihan yang baru saja selesai rapat bersama Rendy terkejut mengetahui isi pesan dari Mamahnya.


Saking senengnya ia sampai lupa diri memeluk Rendy di sampingnya di hadapan Claudya dan juga tim Staf Marketing lainnya.


"Ahh oppss sorry. Maaf Ren. Nggak sengaja. Excited soalnya." Ucap Jihan malu-malu


Rendy spontan tak bisa berkutik. Ia sendiri juga merasa terkejut atas perlakuan Jihan yang tiba-tiba memeluknya setelah melihat layar ponsel.


"Ji what happened?" Tanya Claudya penasaran.


"My Dad. Dia udah bisa gerakin jari tangannya. Excited banget aku. Hu hu." Ucap Jihan sembari membekap mulutnya sendiri seakan masih tak percaya. Tak terasa butiran air mata jagung terpancar di sisi kedua matanya.


Claudya juga langsung memeluk erat Jihan.


"Its amazing Ji. Ini berita yang amat sangat mengejutkan dan paling bahagia selama setahun ini buat aku." Ucap Claudya yang juga ikut terharu atas berita haru ini.


"Clau. Rasanya aku mendapatkan hadiah dari langit." Ucap Jihan sesegukan menahan tangisnya. Biar bagaimanapun juga ia malu menangis di hadapan orang banyak terutama Rendy meski ia menangis bahagia.


"Kalau nangis, nangis aja Ji. Nggak usah di tahan-tahan gitu." Ucap Claudya.

__ADS_1


"Aku malu." Ucap Jihan dengan nada yang sangat pelan. Ia takut Rendy mendengarnya.


"Yaudah ayo kita keluar. Toh ini juga udah selesai rapatnya." Ucap Claudya yang juga ikut-ikutan pelan nada suaranya.


"Ada apa Claudya?" Tanya Rendy yang sudah rileks hati, pikiran dan juga tubuhnya sesaat setelah Jihan memeluk erat dirinya. Sisa aroma wangi tubuh Jihan bahkan masih menempel di tubuh Rendy.


"Ehmm jadi gini. Sekalian aja ya aku cerita ke semuanya. Barusan Jihan dapat kabar dadi Amerika kalau Papahnya Pak Abdi Pratama bos tertinggi kita udah bisa gerakin jari tangannya. Ini berita yang cukup mengejutkan bagi Jihan dan juga kita semua. Setelah beberapa bulan mengalami koma tak sadarkan diri." Ucap Claudya menjelaskan.


"Syukurlah kami ikut senang mendengarnya." Ucap Tina.


"Aku juga. Semoga ini awal yang bagus untuk kedepannya." Ucap Rendy.


Jihan menatap lekat wajah tampan Rendy. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Ia ingin mengucapkan kata minta maaf kepada Rendy.


Im so sorry Rendy. Maaf semoga kamu tidak salah mengartikan sikap aku barusan. Oh Tuhan aku merasa malu dan bersalah pada Rendy. Tapi kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya seperti ini. Nafasku juga tersengal-sengal. Tangan dan kakiku bergemetar seperti ini. Apa ini efek pelukan pertamaku bersama pria lain.


Mana di hadapan banyak orang lagi. Duh rasanya ingin di telan sama pintu kemana sajanya milik Doraemon aja deh kalau kaya gini.


Mamah tolongin Jihan Mah. Gumam Jihan dalam hati.


Jihan yang langsung salah tingkah sendiri mendengar perkataan Rendy langsung buru-buru keluar dari ruang rapat.


"Ehem. Pak Rendy bisa aja sih menggoda Bu Jihan di saat yang tepat. Ciya." Ucap Tina.


"Ehem. Kok jadi panas gini ya ruangannya. Padahal ac nyala. He he." Ucap Claudya yang langsung menyusul Jihan.


***


"Waw Ibu tahu aja Jihan pengen makan Opor Paha Ayam. Udah lama nih nggak makan ini." Ucap Jihan.


"Udah lama? Barusan baru seminggu yang lalu Ibu masakin Opor Paha Ayam buat kamu Ji. Tiga potong paha ayam abis kamu embat sendiri. Si Claudya cuman kebagian telur rebusnya aja." Ucap Bu Darmi sembari mengernyitkan keningnya.


"Ah yang bener Bu. Kebalik kali. Claudya yang abisin tiga paha ayam. Jihan yang cuman makan telur rebusnya." Elak Jihan.

__ADS_1


"Iya deh iya. Aku mah apa atuh. Terima aja di gituin." Bela Claudya yang menyusul makan malam Bu Darmi dan Jihan.


"Kayak ada yang kurang lengkap ya kalau nggak ada Mario." Ucap Bu Darmi.


"Iya juga sih. Dia juga belum mau menemui Pak Michael setelah dari rumah sakit. Ternyata dunia itu sempit sekali ya. Musuh yang selama ini Jihan ingin singkirkan ternyata ayah kandung dari pengawal pribadinya sendiri." Ucap Claudya.


"Iya ya. Nggak habis pikir aja. Kok bisa kebetulan gitu." Ucap Jihan.


"Namanya dunia Jihan. Dunia itu tempatnya panggung sandiwara yang setiap artisnya udah di tentuin sama yang di atas." Ucap Bu Darmi.


"Oh ya Bu tahu nggak. Tadi di kantor Jihan meluk cowok lho." Ucap Claudya.


Jihan yang mendengar perkataan Claudya seketika tersedak.


"Uluh uluh. Langsung batuk jaim gitu." Goda Claudya.


Jihan yang tak tahan digoda oleh Claudya terus menerus ia langsung membekap mulut Claudya.


"Awas ya bilang macem-macem sama Ibu." Ucap Jihan.


"Eh eh ini pada ngapain sih. Kok malah kayak anak kecil gini." Ucap Bu Darmi.


"Uhuk. Uhuk. Jadi aku deh yang giliran batuk. Jadi gini Bu. Pas Jihan dapat kabar kalau Papahnya udah bisa gerakin jari tangannya Jihan bahagia. Terus ya udah saking bahagianya Jihan meluk Pak Rendy yang kebetulan berada dekat di sampingnya." Ucap Claudya menjelaskan.


"Yang bener Jihan?" Tanya Bu Darmi.


Jihan hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia jadi malu sendiri. Nggak di kantor nggak di rumah ia kembali merasakan malu atas ulah yang telah ia perbuat sendiri.


"Ehem. Tapi aku yakin deh semisal yang ada di sebelahmu itu bukan Pak Rendy palingan kamu juga nggak bakalan memeluk seseorang. Iya kan? Betul kan? Nggak salah kan?" Goda Claudya.


"Apaan sih Clau. Belum kapok juga aku bekap." Ucap Jihan.


"Kamu suka sama dia Jihan?" Tanya Bu Darmi yang langsung to the point bertanya.

__ADS_1


"Ehm. Anu Bu. Itu maksudnya. Aanu. Apa yah. Itu anu." Ucap Jihan yang gelagapan.


"Dia malu-malu mau Bu. Anggap aja iya jawaban dari Jihan." Ucap Claudya tengah berbisik kepada Bu Darmi.


__ADS_2