Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Cinta dari Dua Hati


__ADS_3

"Kau mengancamku?" Tanya Rendy.


"Bukan hanya mengancam. Hanya memberi peringatan. Sebaiknya kau camkan baik-baik di dalam pikiranmu." Ucap Mario.


"Kalau begitu bersiaplah untuk menahan rasa malumu. Akan ku pastikan Jihan memilihku." Ucap Rendy dengan percaya dirinya.


"Kau yakin? Percaya diri boleh tapi juga harus tahu diri." Balas Mario.


"Setidaknya aku sudah menyatakannya terlebih dulu darimu. Aku yakin Jihan akan memihak pada orang yang pertama kali menyatakan perasaan padanya." Ucap Rendy.


"Terserah kau saja." Ucap Mario.


"Mario. Tumben ke sini. Ada apa?" Tanya Jihan.


"Aku mau bicara empat mata sama kamu." Ucap Mario.


"Benarkah? Sepenting itu kah?" Tanya Jihan penasaran.


"Kau akan tahu seberapa pentingnya itu jika kita sudah berbicara satu sama lain." Jawab Mario.


"Ok. Kita pergi ke kantin sekarang." Ucap Jihan.


"Jangan di sana. Kau bisa meluangkan waktu 20 menit saja. Kita bicara di luar. Aku tak ingin ada seekor lalat pun yang menguping pembicaraan kita." Ucap Mario sembari melirik ke arah Rendy.


Jihan merasa ada sesuatu antara Rendy dan Mario. Tapi itu bukan urusan Jihan.


Sementara Rendy menatap masam ke arah Mario.


"Okey. Kita ke restoran depan saja kalau begitu." Ucap Jihan.

__ADS_1


Jihan dan Mario pun menuju ke resto yang di maksud.


Saat di perjalanan tengah menunggu lampu alil berwarna merah Mario menggandeng tangan Jihan.


Jihan seketika melirik ke arah Mario.


"Hanya sekedar menjaga. Takut nanti ada kendaraan yang lewat." Ucap Mario.


"Kan lampu merah?" Tanya Jihan.


"Hanya berjaga-jaga." Jawab Mario.


Jihan pun hanya pasrah Mario menggandeng tangannya. Karena apa yang di katakan Mario memang benar.


Sementara Rendy melihat ke arah Mario dan Jihan di balik jendela kaca ruangannya. Rendy melihat ke arah bawah jalanan ibu kota. Rasa cemburu menyelimuti perasaan dan hatinya.


Tak terasa tangannya mengepal. Ingin sekali rasanya ia menghampiri Mario dan Jihan lalu merebut tangan Jihan yang di gandeng oleh Mario.


"Ehem kita sudah sampai di resto Mario. Kau bisa melepaskan tanganmu." Ucap Jihan.


"Apa kau keberatan jika aku terus menggandeng tanganmu?" Tanya Mario.


Jihan pun melihat ke sekeliling ia merasa malu jika tangannya terus di gandeng oleh Mario.


"Iya-iya aku tahu kok." Ucap Mario sembari melepaskan tangannya.


"Mau pesen apa?" Tanya Mario.


"Minum saja. Aku masih kenyang." Ucap Jihan.

__ADS_1


"Ok. Jihan apa aku mengganggumu?" Tanya Mario.


Jihan hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"I love you." Ucap Mario tiba-tiba yang seketika membuat Jihan terkejut.


Sementara di sisi lain Rendy tengah di landa perasaan gelisah. Ia memikirkan kebersamaan antara Mario dan Jihan.


"Rendy! Dari tadi saya panggil-panggil nggak denger juga kamu. Ayo kita ada rapat sebentar lagi." Ucap Pak Michael.


"Iya Pak." Ucap Rendy.


"Pak Rendy!." Teriak Sandra.


"Iya San ada apa?" Tanya Rendy.


"Mau minta tanda tangan Pak." Ucap Sandra.


"San. Kalau kamu di tembak sama dua pria sekaligus kamu akan menerima yang mana?" Tanya Rendy.


"Ya pastinya saya akan pilih yang sangat saya cintai Pak." Jawab Sandra.


"Kalau kamu sama-sama mencintai mereka berdua bagaimana?" Tanya Rendy.


"Pastinya 51:49 sih pak. Nggak mungkin bisa sama." Ucap Sandra.


"Terus gimana caranya kamu tahu kalau si A 51 si B 49?" Tanya Rendy yang mulai penasaran.


"Entahlah Pak. Saya jadi bingung. Saya permisi dulu. Lagian cinta saya ke Bapak bertepuk sebelah tangan." Ucap Sandra dengan nada ketus.

__ADS_1


Arrggghhhh. Jihan awas kau ya!! Maki Rendy dalam hati.


__ADS_2