
“Sayang. Kemarilah.” Ucap Melinda. Mendiang istri pertama Michael.
“Me-melinda? Kau? Bukankah?” Ucap Michael terbata-bata.
“Apa kau tak merindukanku Sayang?” Tanya Melinda
“Aa-ku tak tahu harus mengatakan apa. Apa kau tak bahagia di sana?” Ucap Michael ketakutan.
“Semenjak kau tega meninggalkan anak-anak kita. Aku merasa sedih.” Ucap Melinda.
“Maafkan aku Melinda. Aku sudah muak hidup kekurangan. Aku ingin sukses Melinda. Dan sekarang kau bisa melihatnya. Aku sudah kaya raya Melinda. Aku berkecukupan.” Ucap Michael.
“Memang benar kau sudah kaya suamiku. Tapi aku tahu hatimu tak tenang dan bahagia.” Ucap Melinda.
“Kau bahkan mengubah nama indahmu. Nama yang sangat kucintai, Yosua Edward.” Imbuh Melinda.
“Kau, kau bahkan tahu aku mengubah namaku Melinda.?” Tanya Michael gugup.
Melinda hanya mengangguk sebagai tanda jawabannya.
“Jika kau masih mencintaiku carilah anak-anakmu. Mereka sangat membutuhkan mu kini. Dengan begitu aku akan bisa bahagia disini.” Ucap Melinda.
Lambat laun bayangan Melinda semakin menjauh dan menjauh dari hadapan Michael.
“Melinda!!!!! Melinda!!!!! Melinda!!!!!” Teriak Michael dalam mimpinya.
Michael pun terbangun dari tidurnya. Seluruh tubuhnya bermandikan keringat. Wajahnya sangat pucat pasi. Nafasnya terasa berat. Badannya serasa lemas tak ber energy.
“Oh Tuhan. Aku hanya mimpi. Tapi kenapa seperti sangat nyata sekali. Apa maksud dengan semua ini Melinda?” Monolog Michael.
“Aa-ku akan men-mencari anak-anak kita sayang. Aa-ku berjanji.” Imbuh Michael.
“Anak kita? Apa maksudnya?” Tanya Ineke istri kedua Michael. Berkat Ineke lah Michael menjadi orang kaya saat ini sebagai direktur utama perusahaan milik keluarga Jihan. Ineke adalah teman Roshinta, mamah kandung dari Jihan. Ineke lah yang merekomendasikan Michael untuk bekerja di perusahaan orang tua Jihan. Namun karena sifat serakah nya Michael, ia ingin menguasai perusahaan orang tua Jihan.
“Kau tau kan sayang aku ini mandul. Jangankan keguguran mengandung saja aku tak bisa.” Ucap Ineke.
“Ah itu maaf sayang aku tadi mimpi buruk. Jangan di pikirkan soal perkataanku tadi. Kembalilah tidur.” Ucap Michael.
__ADS_1
“Tak seperti biasanya kau mimpi buruk seperti ini.” Ucap Ineke.
“Faktor usia sayang. Usiaku boleh makin menua tapi percayalah cinta ku kepadamu tak akan pernah pudar.” Ucap Michael mengalihkan pembicaraan. Tak mungkin ia mengakui semuanya di hadapan Ineke.
“Huft. Sayang aku yakin kamu pasti menginginkan hadirnya seorang anak bukan? Meski kau selalu mengatakan bahwa kau baik-baik saja aku tahu hati kecilmu pasti menginginkan hadirnya buah hati di tengah-tengah keluarga kita.” Ucap Ineke sedih.
Sebenarnya Michael tak pernah memikirkan hal itu karena ia sendiri sudah memiliki dua orang anak dari Melinda.
“Iya sayang bohong kalau aku tak memikirkan hal seperti itu. Tapi bagiku kita bisa bersama sampai saat ini aku sudah bahagia.” Ucap Michael.
“Apa kau mau mengadopsi anak? Papah tidak akan memberikan warisan bagianku jika kita tak memiliki keturunan. Tapi setelah tahu kondisiku yang tak bisa memiliki anak, hati Papah sangat sedih memikirkan nasib tua ku nanti. Setelah ku pertimbangkan banyak hal, taka da salahnya kalau kita mengadopsi anak. Tapi aku nggak mau adopsi bayi, aku belum pernah sama sekali mengurus bayi. Aku takut tak bisa menjaganya. Bagaimana menurutmu sayang?” Ucap Ineke.
Michael tak langsung menjawab. Ia masih mempertimbangkan baik buruknya jika ia memberi izin Ineke untuk mengadopsi anak.
Apa yang di katakana Ineke ada benernya juga. Anak adopsi bisa ia gunakan untuk mendapatkan warisan dari mertuanya.
“Baiklah sayang. Apapun yang kau inginkan selagi itu baik aku tak melarangnya. Semuanya akan ku serahkan padamu. Aku terima beresnya saja. Oke. Sekarang tidurlah masih malam.” Ucap Michael.
“Good night sayang.” Ucap Ineke.
***
“Jihan Mamahmu dari tadi menghubungimu tapi kau tak angkat teleponnya.” Ucap Bu Darmi.
“Ah iya maaf Bu. Makasih. Aku lagi baca novel kesukaan ku di aplikasi novel saking serunya jadi nggak ngeh kalau Mamah telepon.” Ucap Jihan.
“Emangnya seru banget ya? Dulu waktu sekolah dasar Ibu hobinya juga membaca Ji.” Ucap Bu Darmi.
“Sebenarnya baru-baru ini aja sih Bu. Iseng-iseng eh jadi ketagihan deh lumayan dapat cuan juga. He he he.” Ucap Jihan.
“Ya sudah tapi jangan lupa segera menghubungi Mamah. Takutnya penting.” Ucap Bu Darmi.
“Siap 86 Ndan. He he he.” Ucap Jihan.
__ADS_1
Drrtt
Drrtt
Drrtt
“Hallo Mah. Maaf ya tadi Jihan lagi baca novel jadinya nggak ngeh kalau Mamah telepon.” Ucap Jihan.
“Iya Ji nggak apa-apa. Kamu udah makan? Di Indonesia bukannya jam makan malam ya. Mamah tahu dari Bu Darmi kalau kamu lagi nggak enak badan. Makanya Mamah buru-buru telepon kamu.” Ucap Roshinta.
“Iya Mah. Jihan nggak papa kok Mah. Sedikit nggak enak badan aja. Makanya Jihan izin pulang cepet. Biar Claudya yang menyelesaikan.” Ucap Jihan.
“Oh syukurlah kalau begitu. Jihan saat ini yang terpenting kebahagiaan keluarga kita Nak. Jika kamu belum di izinkan Tuhan untuk menjadi direktur utama kamu harus bisa menerimanya ya sayang. Jangan berkecil hati. Mamah yakin rapat kemarin meski mengecewakan kedua belah pihak tapi itu yang terbaik. Meski kita semua tahu kecurangan Pak Michael di perusahaan kita, kita juga harus tahu berkat beliau perusahaan kita bisa berkembang lebih baik lagi.” Ucap Roshinta.
“Iya Mah Jihan tahu. Tapi apapun itu Jihan tidak bisa mentoleransi yang namanya korupsi Mah. Kurang apa lagi sih dia. Istrinya konglomerat masih kekurangan uang aja.” Ucap Jihan kesal.
“Itulah namanya manusia sayang. Sifat tamak dan serakah selalu melekat di hati mereka.” Ucap Roshinta.
“Tapi itu nggak berlaku buat kita Mah. Apapun itu Jihan harus bisa merebut jabatan itu selagi dan mendepak Michael keluar dari perusahaan kita.” Ucap Jihan yang di kuasai emosi.
“Sudahlah sayang. Bagi Mamah kesembuhan Papahmu dan kau dalam keadaan baik-baik saja sudah membuat Mamah banyak-banyak bersyukur.” Ucap Roshinta.
“Mah apa Papah masih koma?” Tanya Jihan.
“Masih seperti biasanya sayang. Yang kita butuhkan saat ini hanyalah keajaiban dari Tuhan. Teruslah berdoa ya sayang dan selalu menebarkan kebaikan kepada sesame.” Ucap Roshinta.
“Iya Mah. Jihan sangat bahagia bisa menjadi anak Mamah dan Papah.” Ucap Jihan.
“Mamah sama Papah juga bangga sekali memiliki anak seperti dirimu sayang. Ya sudah istirahatlah sudah malam. Besok pagi putri Mamah yang cantik ini harus bangun dalam keadaan yang lebih sehat lagi dari sebelumnya. Love you sayang.” Ucap Roshinta.
“Love you too Mah.” Balas Jihan.
Ya Tuhan semoga kesembuhan segera menghampiri Papah. Aku sangat merindukan Papah Ya Tuhan.
Kasihanilah ia sudah terlalu lama tidur. Izinkan matanya untuk bisa melihat kembali anak dan istrinya. Doa Jihan dalam hati.
__ADS_1