Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Akan Ku Pastikan Jihan Milikku


__ADS_3

"Hey. Clau. Claudya. Claudya!." Teriak Mario.


"Ahh iya kenapa. Laki-laki? Oh maksud kamu Pak Michael? Tenang aja kok pak Michael hari ini dinas keluar kota. Jadi aman." Ucap Claudya.


"Kamu nglamunin apaan si? Awas jangan banyak ngelamun nanti di samperin orang gila." Ucap Mario mengejek Claudya.


"Iya orang gilanya kamu wek." Balas Claudya lalu pergi meninggalkan Mario dengan berlari kecil.


Manis juga kamu Clau. Gumam Mario dalam hati.


Saat Mario sampai di kantor secara kebetulan ia berpapasan dengan Michael.


"Mario!." Teriak Michael.


Mario menghentikan langkah kakinya. Dan dengan muka malas menemui Michael.


"Mario. Please lah jangan bersikap seperti ini. Semua orang pasti memiliki kesalahan begitu juga dengan Ayah Nak." Ucap Michael.


"Nak? Geli sekali aku mendengarnya." Ucap ketus Mario.


"Terserah. Terserah kalau kamu mau memaki Ayah, melontarkan kemarahan, menghina Ayah. Ayah terima. Karena memang Ayah yang bersalah.


Tapi Mario coba renungkan lagi. Kamu sudah tidak memiliki Kimora. Sekarang tinggal Ayah yang kau miliki di dunia ini Mario.


Kimora sudah tenang bersama ibumu di surga sekarang." Ucap Michael.


"Apa Anda baru menyadarinya? Kemana saja Anda selama ini?" Ucap ketus Mario.

__ADS_1


"Mario beri Ayah waktu untuk memperbaiki semuanya. Ayah khilaf. Kalau perlu Ayah sujud sekarang di kaki kami. Ayah sudah tak peduli lagi jika orang lain melihatnya." Ucap Michael.


Michael pun langsung bersimpuh di hadapan Mario.


Mario terkejut dengan sikap berani Michael yang ternyata bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


"Bangunlah. Bangunlah." Ucap Mario dengan nada masih rendah.


Banyak orang di kantor yang melihat Michael bersimpuh pada Mario. Mantan pengawal pewaris tunggal.


"Tidak Mario. Selama kamu belum mau memaafkan kesalahan Ayah. Ayah tak ingin berdiri." Ucap Michael.


Mario yang tak menggubris perkataan Michael pergi begitu saja meninggalkan Michael yang masih bersimpuh.


Mario menganggap perkataan Michael hanya semata-mata di bibir saja. Tak tulus dari dalam hati.


Tok


Tok


Tok


Mario mengetuk pintu ruangan Marketing.


"Jihan ada?" Ucap Mario kepada Rendy.


"Ssshhhh bisa lihat sendiri kan ruangan ini nggak ada dia?" Ucap ketus Rendy.

__ADS_1


"Santay lah Bro. Semua bisa di bicarakan baik-baik." Ucap Mario.


"Aku sudah menembaknya. Kau kalah star dari aku kali ini." Ucap Rendy.


Mario terkejut dengan perkataan Rendy.


Namun ia berusaha menstabilkan dirinya.


"Baru menyatakan cinta kan? Apa dia sudah memberi jawaban?" Tanya Mario.


"Sedang memikirkan." Balas Rendy.


"Itu artinya perang belum usai Bro. Kita masih menunggu jawaban yang pasti dari Jihan." Ucap Mario.


"Sebaiknya kau pulang saja. Disini sudah bukanlah tempatmu lagi." Ucap Rendy yang seolah-olah mengejek Mario.


"Kau tahu aku ini anaknya siapa? Dengan mudahnya aku bisa meminta posisi pada Dirut disini?" Ucap Mario.


"Ssshhh omong kosong." Ucap Rendy.


"Dulu aku bisa mengalah padamu. Tapi sekarang jangan harap aku berbaik hati dan memberikan kesempatan lagi untukmu." Ucap Mario.


"Kau mengancamku?" Tanya Rendy.


"Bukan hanya mengancam. Hanya memberi peringatan. Sebaiknya kau camkan baik-baik di dalam pikiranmu." Ucap Mario.


"Kalau begitu bersiaplah untuk menahan rasa malumu. Akan ku pastikan Jihan memilihku." Ucap Rendy dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Kau yakin? Percaya diri boleh tapi juga harus tahu diri." Balas Mario.


__ADS_2