
"Wah hebat banget kamu Ji. Aku bangga sama kamu. Thanks ya udah ngasih pencerahan." Ucap Claudya.
"Tapi aku kecewa sama kamu Clau. Kamu belum bisa jujur sama aku." Ucap Jihan.
"Hah maksudnya?" Tanya Claudya.
"Yang saat ini mengganjal hatimu itu bukan masalah kuliah mu Clau. Aku tahu. Ada hal lain. Benarkan?" Ucap Jihan.
Claudya tercengang ia tak menyangka Jihan mampu mengetahui yang sebenarnya. Haruskah ia berkata jujur?
"Ehm? Aku? Aku nggak papa kok Ji. Eh iya aku lupa ada jadwal kuliah sekarang. Aku harus pergi kuliah dulu ya Ji. Bye." Ucap Claudya.
Namun Jihan memegang tangan Claudya sehingga Claudya tak bisa pergi.
"Duduk. Dan berkata jujur. Jika tidak aku tak mau lagi menganggap kamu sebagai saudaraku." Ucap Jihan.
Bak tersambar petir Claudya mendengar perkataan dari Jihan.
"Jihan? Apa kita bersungguh-sungguh bersaudara?" Ucap Claudya.
Jihan menganggukkan kepala sebagai jawabannya.
"Jika memang iya pasti kau akan tahu yang sebenarnya tanpa ku beritahu." Ucap Claudya lalu pergi begitu saja meninggalkan Jihan.
Jelas aku tahu Clau. Kau menyukai Mario. Akan tetapi Mario memberikan rasa cintanya padaku. Tapi percayalah padaku Clau. Aku sama sekali tidak ada rasa yang seperti kau miliki untuk Mario.
__ADS_1
Perasaan yang kau miliki terhadap Mario tidak ada di dunia ini pun yang memilikinya. Aku tahu itu Clau. Aku tahu. Gumam Jihan dalam hati.
Sementara di sisi lain Claudya merasa ia telah berbuat yang tidak semestinya kepada Jihan.
Astaga apa yang barusan ku lakukan. Aku harus secepatnya minta maaf sama Jihan. Gumam Claudya dalam hati.
Claudya pun mengeluarkan ponselnya di dalam tas berniat ingin mengirim pesan kepada Jihan.
Namun saat hendak mengetik ponsel Claudya di rampas oleh seseorang yang di duga adalah seorang copet.
"Woy kembaliin hp ku." Teriak Claudya.
Dengan cekatan Claudya mengejar pencopet.
"Kembaliin hp itu secara jantan kalau kamu punya nyali." Ucap Mario.
"Aow lepasin dulu tanganku." Ucap pencopet yang kesakitan tangannya di ringkus oleh Mario.
"Huh huh huh. Mario. Thanks ya Mario. Aku nggak perlu repot-repot berlari jauh." Ucap Claudya.
"Ini." Mario menyerahkan ponsel Claudya.
"Kali ini aku bebasin kamu. Tapi sekali lagi kamu berulah tanpa ampun akan ku jebloskan kamu ke penjara." Ucap Mario.
Mario pun melepaskan tangan pencopet itu dan membiarkannya untuk bebas.
__ADS_1
"Kok di lepasin sih Mario? Belum juga aku nonjokin wajahnya." Ucap Claudya kesal.
"Nggak semua bisa pakai kekerasan Clau. Kalau dengan cara santai bisa kenapa nggak." Ucap Mario.
"Iya juga sih. Terus ngapain kamu ke kantor?" Tanya Claudya.
"Mau ketemu sama kamu." Ucap Mario.
Akan tetapi bagi Claudya perkataan Mario berhasil membuat jantungnya seolah-olah mau copot.
"Hehe enggak. Bercanda kok. Aku mau ketemu sama Jihan. Semoga saja aku nggak ketemu sama laki-laki itu." Ucap Mario.
Claudya yang mendengar kenyataannya dari bibir Mario perasaan hatinya yang semula bahagia kini berubah bermuram durja.
Its oke Clau. Mario kan memang sukanya sama Jihan bukan sama kamu. Gumam Claudya dalam hati.
"Hey. Clau. Claudya. Claudya!." Teriak Mario.
"Ahh iya kenapa. Laki-laki? Oh maksud kamu Pak Michael? Tenang aja kok pak Michael hari ini dinas keluar kota. Jadi aman." Ucap Claudya.
"Kamu nglamunin apaan si? Awas jangan banyak ngelamun nanti di samperin orang gila." Ucap Mario mengejek Claudya.
"Iya orang gilanya kamu wek." Balas Claudya lalu pergi meninggalkan Mario dengan berlari kecil.
Manis juga kamu Clau. Gumam Mario dalam hati.
__ADS_1