Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Date With Rendy


__ADS_3

"Apaan si Clau. Udah ah males jadinya." Ucap Jihan yang mulai kesal Claudya terus menggodanya.


Jihanpun menuju ke kamarnya. Bukan karena marah dengan Claudya. Namun ia sedang berpikir keras bagaimana caranya meminta maaf yang tepat kepada Rendy.


Kalau aku telepon kesannya nggak sopan. Tapi kalau ngajak Rendy ketemuan nanti di kira aku juga ada rasa sama Rendy. Duh gimana ini. Batin Jihan dalam hati.


Drrtt


Drrtt


Drrtt


Nama kontak Rendy tertera dalam layar ponsel Jihan.


Tahu aja dia kalau aku sedang mikirin langsung telepon. Gumam Jihan dalam hati. Tak mau membuat Rendy lama menunggu jawaban dari teleponnya Jihan lalu mengangkat panggilan.


"Ya hallo." Ucap singkat Jihan.


"Jihan sekarang aku ada di depan rumahmu. Mau pergi sebentar? Aku bawa helm. Jangan lupa pakai jaket tebal ya soalnya dingin." Ucap Rendy dari seberang telepon.


"What? Malam-malam begini pakai motor. Tunggu kamu bisa pakai mobilku." Ucap Jihan.

__ADS_1


"Lebih seru naik motor." Jawab Rendy.


"Ah i see. Oke. Wait." Jawab Jihan.


Jihan kemudian memilih baju dan jaket tebal sesuai apa yang di minta oleh Rendy.


Beruntung waktu di Amerika saat musim dingin Jihan tak melupakan untuk membawa jaket tebalnya ke Indonesia.


"Mau kemana Jihan. Malam-malam begini. Udah jam 8 lho ya." Ucap Bu Darmi.


"Ehm ada Rendy di luar Bu. Mau keluar sebentar" Ucap Jihan.


Ketika masih ada Mario ia tak perlu khawatir karena ada Mario yang akan menjaga dan mengawasi Jihan.


Namun sekarang Mario sudah tidak ada untuk mengawasi Jihan.


"Eh mau kemana?" Tanya Claudya penasaran.


"Bukan urusan Anda." Jawab singkat Claudya.


Jihanpun sembari berlari kecil menghampiri Rendy yang sudah berada di luar pagar rumahnya.

__ADS_1


"Mau kemana sih?" Tanya Claudya kepada Bu Darmi.


"Mau ngedate sama Rendy." Bisik Bu Darmi.


Seketika Claudya langsung menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang Bu Darmi katakan. Separuh rasa kecewa dan juga rasa terkejut berbaur menjadi satu. Namun mulai sekarang ia akan berhenti mengagumi Rendy untuk menjaga hati Jihan.


Astaga benarkah ini. Benarkah Jihan sudah membuka hatinya untuk Rendy dan mengacuhkan Mario. Gumam Claudya dalam hati.


"Helmnya." Ucap Rendy sembari memberikan helm kepada Jihan.


"Wait. Ini sebenarnya ada apa?" Tanya Jihan yang sebenarnya masih penasaran dengan maksud Rendy mengajaknya makan malam.


"Udah. Kamu tinggal pakai helmnya. Duduk di belakang. Nggak usah banyak tanya. Diem. Nanti juga sampai di tempat tujuannya." Ucap Rendy.


"Kamu pikir aku cewek bodoh. Zaman sekarang kan bisa aja kejahatan mengintai kita apalagi malam-malam gini." Ucap Jihan.


"Aturan itu khusus untuk pria lain. Apa perlu ku gadaikan id card dan juga surat kontrak ku." Ucap Rendy.


"Benar juga. Jangan ngebut-ngebut ya tapi." Syarat Jihan kepada Rendy. Sebenarnya sejak dulu ia ingin sekali menaiki sepeda motor. Namun kedua orang tuanya tak memberikan izin kepadanya.


Dan untuk kedua kalinya keinginan Jihan dulu kini telah ia capai bersama Rendy. Orang yang sama sekali tak pernah terlintas di bayangannya.

__ADS_1


__ADS_2