
Sepanjang perjalanan yang sunyi membuat suasana canggung diantara mereka bertiga.
Rendy yang menyimpan kesal terhadap Mario, sementara Mario juga sedikit kecewa karena Rendy juga berusaha membujuk Jihan. Sementara Jihan yang entah mengapa ia merasa sakit saat Rendy memerahinya. Ia tak terima dengan kemarahan Rendy.
“Kita sudah sampai.’’ Ucap Mario datar.
Tanpa mengucapkan kata sepatah apapun, Jihan langsung membuka pintu mobil dan menutupnya kembali dengan hantaman yang cukup keras.
Bugg.
Jihan berlari kecil memasuki area Mall yang di maksud di susul Rendy. Sementara Mario masih sibuk mencari tempat parkir.
Tak mempedulikan badannya yang basah dan jadi pusat perhatian orang yang berada di Mall, Jihan mencari sebuah toko baju.
Di susul oleh Rendy.
“Jihan. Im so sorry about this, I just….” Ucap Rendy terhenti karena Jihan berbalik kearahnya dengan wajah yang menahan kesal.
“Stop. I don’t want to hear a wor from you. Okey?’’. Ucap Jihan masih dengan kesalnya.
Setelah mendapat baju yang ia rasa pas. Jihan langsung memasuki ruang ganti dan segera mengganti bajunya yang basah.
Setelah selesai Jihan pun langsung keluar. Ia juga memilih baju dan celana untuk dua orang. Tepatnya untuk Rendy dan juga Mario.
Setelah mendapat baju yang ia cari, Jihan langsung menyodorkan baju itu ke Rendy.
Rendy hanya bisa pasrah menerima baju dari Jihan, mengingat bajunya juga basah kuyup.
Tak lama Mario akhirnya menyusul mereka.
“Kalian bisa menggunakan baju itu. Setelah selesai bayar pakai kartu ku ini.’’ Ucap Jihan sembari menyodorkan kartu kreditnya.
“Oh ya aku mau langsung ke salon. Nanti aku share salonnya.’’ Ucap Jihan lalu bergegas pergi meninggalkan Rendy dan Mario yang hanya terdiam.
“Okey. I see. Ayo Mario ganti baju daripada nanti kita jadi beruang kutub karena kedinginan.’’ Ucap Rendy dengan nada sedikit tinggi dengan maksud Jihan bisa mendengar. Jihan yang masih bisa samar-samar mendengar perkataan Rendy, ia sama sekali tak menggubrisnya. Ia masih kesal dengan sikap Rendy. Dasar pria egois. Udah tau salah masih nggak minta maaf juga. Gumam Jihan kesal.
“Selamat datang di Calista Beauty, ada yang bisa kami bantu?’’ Ucap pegawai salon yang Jihan masuki.
“Saya mau keramas, creambath, terus habis itu make up natural.’’ Ucap Jihan.
“Baik. Silahkan Kak.’’ Balas pegawai salon.
Pertama-tama rambut Jihan yang panjang, bervolume dan pirang itu di basahi dengan air. Sedikit pijatan membuat Jihan memejamkan matanya. Ahh rasanya nyaman sekali. Gumam Jihan. Setelah itu dilumuri oleh shampo yang Jihan bawa sendiri. Sebelumnya Jihan sudah membawa shampo sendiri ia tak mau rambutnya yang indah rusak karena salah shampo.
Ting. Sebuah pesan dari Rendy yang menanyakan keberadaan Jihan.
pesan Rendy
balas Jihan.
Setelah selesai proses keramas, kini bergantian proses creambath. Sudah sangat lama Jihan tidak pergi ke salon setelah pulang dari Amerika.
Rendy dan Mario yang akhirnya menemukan keberadaan Jihan, menunggu di tempat tunggu.
“Oh ya, sekalian ya tata rambut dua pria itu.’’ Ucap Jihan kepada petugas salon sembari menunjuk Rendy dan Mario.
__ADS_1
“Baik Kak.’’ Jawab petugas salon. Rendy dan Mario yang mendengar hanya bisa pasrah kembali. Mereka memang menyadari bahwa rambut mereka memang acak-acakan karena kehujanan. Jihan meski sangat kesal namun tetap memperdulikan penampilan Rendy dan Mario.
“Silahkan Tuan.’’ Ucap petugas salon kepada Rendy dan Mario. Rendy dan Mario akhirnya di tata rambut mereka yang sangat acak-acakkan. Tak butuh waktu lama, rambut mereka sudah tertata rapi sesuai gaya mereka masing-masing.
Sementara Jihan masih harus melakukan make up.
Karena make up natural tak butuh waktu lama untuk memoles pulasan make up pada wajah Jihan.
“Jam berapa sekarang? Masih ada waktu kan untuk makan?’’ Tanya Jihan kepada Rendy.
“Kita masih ada waktu 30 menit lagi untuk bertemu dengan CEO Mall ini.’’ Ucap Rendy
“Sebentar. Kenapa kita harus meeting dengan CEOnya langsung. Kenapa nggak sama General Managernya aja.’’ Tanya Jihan.
“CEO Mall ini adalah kenalanku. Jadi ya sekalian temu kangen.’’ Ucap Rendy datar.
“Oh.’’ Jawab Jihan singkat.
Drrtt
Drrtt
Drrtt
Ponsel Rendy berdering yang ternyata dari CEO Mall yang barusan mereka bahas.
“Ya halo kenapa Bro? Kok telpon mendadak? Eh bentar nggak ada maksud buat cancel kan?” Tanya Rendy
“Ha ha Ya enggak lah Bro. Tapi bisa sekarang nggak ketemuannya, soalnya aku ada jadwal mendadak ini.’’ Ucap CEO Mall.
“Di resto ter rekomendded yang ada di sini. Nanti aku kirimin fotonya. Aku udah di resto.’’ Jawab CEO Mall.
“Oke Bro.’’ jawab Rendy lalu memutuskan panggilannya.
“Ehm sorry Jihan. Temen aku ngajak ketemuannya sekarang. Nggak papa kan? Oh ya nanti kamu Mario duduknya sebelah kita ya. Soalnya ini obrolan bisnis. Ya aku hanya berusaha menjaga kenyamanan aja nanti sama rekan kerja.’’ Ucap Rendy.
“Tak masalah. Yang terpenting aku masih bisa mengawasi Jihan dari dekat.’’ Ucap Mario.
Akhirnya mereka bertiga menuju ke resto yang di maksud.
“Hei Bro. Apa kabar? Gila ya udah jadi CEO Mall aja kamu. Bener-bener nggak habis pikir aku.’’ Ucap Rendy saat bertemu dengan temannya.
“Ha ha bisa aja kamu Ren. Ini siapa?’’ Tanya teman Rendy sembari menatap Jihan.
“Saya Jihan Pratama. Owner Pratama Foods Group.’’ Ucap Jihan memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan.
“Saya Reyhan Rahendra.’’ Balas Reyhan dengan mengukir senyuman indah di wajahnya. Reyhan terpukau dengan pesona kecantikan Jihan. Hingga ia enggan melepas jabatan tangan mereka.
“Ehem.’’ Rendy berdehem.
Seketika Reyhan melepaskan tangannya dari jabatan Jihan.
“Nice to meet you girl. Senang bertemu dengan Anda, Nona Jihan’’ Ucap Reyhan.
“Me too.’’ Balas Jihan.
__ADS_1
“Sebentar aku pesankan menu andalan dari resto ini”. Ucap Reyhan.
Rendy merasakan panas didadanya. Belum kelar dengan Mario, sekarang nambah satu lagi laki-laki yang tertarik dengan Jihan.
Huffftttttttt. Rendy menghela nafas yang cukup panjang.
“Why?’’ Tanya Jihan.
“Nothing.’’ Jawab Rendy datar.
“My card?’’ Tanya Jihan.
“Masih sama Mario.’’ Jawab Mario.
Jihan kemudian mengambil ponselnya. Ia mengirimkan pesan kepada Mario untuk memesan makanan dan untuk tagihannya menggunakan kartu dari Jihan. Mario tersenyum Jihan memperdulikan dirinya.
Setelah selesai memesan makanan Reyhan kembali menghampiri Rendy dan Jihan.
“Oh ya langsung aja ya ke intinya. Nggak usah terlalu formal-formal.’’ Ucap Reyhan.
“Jadi gini Rey. Kami baru aja mengalami kejadian yang sangat tidak pernah kami duga. Jihan baru saja di culik. Syukurnya dia berhasil kabur dan yaa looked that kita bisa berada satu meja makan bersamanya saat ini.’’ Ucap Rendy.
“Oh ya aku baru inget. Jadi yang diberitakan itu kamu. Are you okey now?’’ Tanya Reyhan kepada Jihan.
“Yes. Not bad.’’ Jawab Jihan dengan tersenyum.
“Syukurlah. Jadi maksud kamu menghubungiku? Enggak mungkin dong kamu datang ketempatku untuk mencari tahu siapa penculiknya, secara aku ini bukan detektif.’’ Ucap Reyhan.
Jihan yang mendengar perkataan Reyhan sedikit tersenyum, ia tak mengira Reyhan yang merupakan CEO ini ternyata orangnya humoris juga.
Berbeda dengan Rendy yang selalu marah dan cuek.
“Untuk mengalihkan perhatian publik tentang diculiknya Jihan, kami mempunyai planning untuk mengadakan event. Dan ya seperti yang kamu tahu. Kami mendatangimu.’’ Ucap Rendy.
“Ha ha ha. Dari dulu otak kamu memang top cer ya Ren. Nggak salah perusahaan Jihan mempekerjakan kamu.’’ Puji Reyhan kepada Rendy.
“Oke langsung aja. Nanti kamu aku arahin ke General Managernya biar nanti aku yang langsung ngomong ke dia. Atur aja hari dan jamnya.’’ Ucap Reyhan.
“Terimakasih. Saya berharap dengan adanya event ini publik tidak membicarakan lagi tentang kasus penculikanku. Kami takut ini akan mempengaruhi pasar kami. You know lah citra perusahaan adalan nomor satu after quality.’’ Ucap Jihan senang.
“Ya. that’s right.” Ucap Reyhan sembari menyodorkan kartu namanya.
“Call me if you need anything.’’ Imbuh Reyhan.
“Thanks.’’ Jawab Jihan.
“Wah makanannya sudah datang. Semoga ini awal yang bagus untuk kita semuanya dengan permulaan hidangan yang sangat lezat ini.’’ Ucap Reyhan.
Reyhan, Rendy dan Jihan menikmati hidangannya dengan penuh nikmat.
Setelah drama hujan kini drama baru menanti untuk mereka perankan.
Mario juga menikmati hidangan yang ia pilih. Dalam hati kecilnya ia merasa menemukan cintanya.
Sementara Rendy yang merasa tidak nyaman dengan keakraban antara Jihan dan Reyhan hanya bisa menunjukkan wajah kesalnya. Dan Jihan sesekali ia bercengkrama dengan nyamannya bersama Reyhan di hadapan Rendy.
__ADS_1
Reyhan yang lansung merasa tertarik dengan Jihan pada pandangan pertama, hari ini sepertinya hari terindahnya setelah sekian lama ia sendiri.